Terpaksa Menikahi Tuan Tajir

Terpaksa Menikahi Tuan Tajir
Rencana Bulan Madu (Part 2)


__ADS_3

"Untukmu!" Bagas menyodorkan sebuah tiket ke hadapan Rania yang sedang duduk di sofa kamar sambil memainkan ponsel.


"Apa ini?" tanya Rania mendongakkan kepala.


"Ambilah! Tiket bulan madu kita" kata Bagas kemudian duduk di samping Rania.


Rania mematikan ponsel dan menaruh ke pangkuannya, kemudian mengambil tiket yang di berikan Bagas.


"Memangnya kita akan pergi kemana?"


"Bacalah! Di situ tertera kita akan terbang kemana dan kapan"


Kemudian Rania membalikan tiket yang ia pegang, di sana nama tujuannya Bali, dan akan berangkat esok lusa.


"Hah, lusa?" Rania terkejut begitu membaca jadwal keberangkatannya.


"Iya" jawab Bagas dengan santainya. Kemudian Bagas menidurkan kepalanya di pangkuan Rania.


"Kenapa kau tidak bilang dulu padaku tanggal keberangkatannya? Kalau begini kan aku tidak bisa pergi ke rumah ibu bilang kalau kita akan pergi, terus aku harus bilang pada Reyhan untuk meng-handle semua pekerjaan"


"Hey, kau mau membiarkan aku terus berpuasa? Menahan diri dari godaan tubuhmu yang bikin aku ngiler setiap kali aku melihatnya" ucap Bagas sekilas menempelkan ujung hidungnya ke area V milik Rania.


"Hidungnya gak usah nakal!" Rania menyubit ujung hidung Bagas yang bangir.


"He he.. Sudah gak kuat" Bagas menyubit pipi Rania dengan gemas. Sedangkan Rania meringis kesakitan karena Bagas terlalu keras menyubitnya.


*****


Paginya, setelah Bagas menghubungi sekretaris Frans karena hari ini ia tidak akan berangkat ke Briliant Group, Bagas pergi ke rumah ibu mertuanya dengan sang istri.


"Ibu senang sekali karena kalian datang lagi kemari" wajah bu Sari terlihat gembira dengan kedatangan anak dan menantunya.


"Aku juga senang bisa bertemu dengan ibu" ujar Bagas.


"Menantu ibu rindu katanya" sindir Rania bermaksud bercanda.


"Menantu ibu atau putri ibu?"


"Dua-duanya"


"Ha ha ha.." mereka terlihat senang sekali, berkumpul seperti keluarga yang harmonis. Kalau begitu kan enak kelihatannya.


"Oh iya, bu. Rania dan Bagas datang ke sini mau minta ijin sama ibu. Kita mau pergi bulan madu besok" Rania menjelaskan maksud kedatangannya.


"Bulan madu?" tanya bu Sari setengah terkejut.


"I-iya, bu"

__ADS_1


"Ibu senang sekali dengarnya, semoga kalian cepat di anugerahi seorang anak, ya!"


"Ibu ini, belum juga apa-apa"


"Iya, bu. Belum apa-apa, belum pernah saya sentuh Rania-nya, masih orsinil belum saya modifikasi" sahut Bagas membuat seisi ruangan di penuhi oleh tawa.


"Ibu cuma mau bilang, titip putri ibu ya, nak Bagas!"


"Siap ibu mertua" jawab Bagas dengan cepat.


"Kak Nad kerja bu?" tanya Rania setelah keheningan menyelinap di antara mereka beberapa detik.


"Iya, tadi di jemput oleh orang yang suka datang bersama nak Bagas, ibu lupa namanya siapa" bu Sari mengingat-ingat


"Frans?" sahut Bagas.


"Iya itu. Katanya di suruh nak Bagas buat jemput Nadira" tambah bu Sari.


"Frans bilang begitu?" Bagas terlihat bingung, tidak tahu menahu jika soal itu.


"Iya" bu Sari menganggukan kepalanya.


"Dasar modus dia" maki Bagas menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kenapa dia?" tanya Rania


"Aku tidak pernah memberi perintah Frans untuk jemput kakak ipar selain sebelum kakak ipar di terima di sana, mungkin itu akal-akalan Frans saja"


"Di pesta kemarin, aku lihat Frans dan kakak ipar dansa bersama. Sekarang ibu bilang kalau Frans selalu jemput kakak ipar, mungkin Frans suka dengan kakak ipar" jelas Bagas berusaha menebak-nebak.


"Benarkah?" bu Sari masih terlihat tidak percaya, ragu dengan omongan yang menantunya katakan barusan.


"Aku tidak tahu betul, sih. Aku hanya menebak saja kalau Frans sedang berusaha mendekati kakak ipar"


"Biarkan saja, mereka juga butuh jatuh cinta!" timpal Rania.


"Mungkin Frans iri melihat kemesraan kita!"


"Mesra apanya, tidak ada mesranya sama sekali" jawab Rania jutek.


"Nih bu, kelakuan putri bungsu ibu memang selalu ingin di manja" ucap Bagas membuat bu Sari tersenyum melihat kelakuan anak dan menantunya.


"Bohong bu, aku tidak pernah manja padanya"


"Sudah-sudah! Mending kalian minum saja dulu teh-nya" suruh bu Sari, karena di meja sudah ada teh dan juga makanan ringan yang di sajikan oleh bu Sari sejak tadi.


*****

__ADS_1


Setelah dari rumah bu Sari, Bagas mengajak Rania untuk pergi tempat belanja sebentar. Membeli apa yang harus mereka bawa untuk hari esok. Rania setuju saja. Di perjalanan Rania mengirimkan pesan pada Reyhan, karena Bagas tidak mengijinkan Rania untuk pergi ke sana, takutnya kesorean karena mereka harus mengepak barang yang harus di bawa.


Di ruko.


Reyhan yang tampak duduk di pojokan belakang, tempat Rania biasa duduk di sana mendadak terkejut ketika ponselnya bergetar dari saku celananya. Ia yang semula memejamkan kedua matanya terpaksa bangun dan merogoh ponselnya.


Pesan masuk dan tertera nama Rania di layar ponsel, Reyhan segera membukanya. Isi pesannya adalah:


Rey, maaf aku baru menghubungimu! Hari ini dan beberapa hari ke depan mungkin aku tidak bisa ke ruko, aku akan bulan madu bersama suamiku besok. Hari ini temanku, Diva, sudah bekerja kan? Aku harap kamu dapat menghandle semuanya seperti biasa, maaf jika aku terus saja merepotkanmu! Aku percaya Diva, kamu minta dia bantu kamu urus semuanya, ya! Hanya untuk sementara.


Setelah membaca pesan dari Rania, Reyhan terlihat kecewa. Bukan karena Rania yang akan pergi bulan madu bersama suaminya, tapi karena permintaan Rania yang memilih Diva untuk membantunya. Padahal dia bisa menghandle semuanya sendirian, Diva juga belum tahu apa-apa. Tapi ini adalah perintah, mau tidak mau Reyhan harus melaksanakannya.


Ok, Rania. See you! Aku harap kamu bahagia, ya!


Begitu kata Reyhan membalas pesan Rania, seketika centang 2 abu-abu sudah berubah menjadi biru. Berarti Rania sudah membaca balasan pesannya, tapi di sana tidak ada tulisan mengetik... di bawah nama Rania. Berarti Rania memang tidak akan membalas lagi pesannya. Reyhan-pun kembali memasukan ponselnya ke dalam saku celana, dan memejamkan matanya.


"Maaf pak Reyhan, aku mau minta ijin dulu ke depan sebentar!" kata seseorang membuat Reyhan kembali membuka matanya.


Muncul sosok wanita berdiri tegap di hadapannya, senyuman yang terpancar dari wanita itu membuat Reyhan mengalihkan pandangannya ke lain arah.


"Pergilah!" jawabnya datar


"Terima kasih!" ucap wanita itu sedikit membungkukan badannya.


"Tunggu!" teriak Reyhan ketika dua langkah wanita itu pergi dari hadapannya.


"Iya, ada apa pak?" wanita itu membalikkan badannya.


"Saya di minta Rania, untuk memintamu membantuku mulai besok, untuk beberapa hari ke depan. Dia mau bulan madu" ucap Reyhan sebenarnya malas untuk di katakan.


"Benarkah?" tanya Diva dengan heboh.


Reyhan hanya menganggukan kepalanya, setelah itu ia memejamkan lagi matanya.


Sementara Diva terlihat senang, sangat senang. Ia menggigit bibirnya kuat-kuat agar mulutnya tidak benar-benar teriak saking senangnya. Diva begitu senang karena secara tidak langsung Rania memintanya untuk bisa dekat dengan Reyhan yang tampan.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Visual Bagas sudah saya luncurkan di akun Youtobe saya, kalian bisa cari sekarang. Visual Bagas tuan tajir, atau menggunakan nama Windy Rahmawati untuk mencarinya. Jangan lupa subscribe dan klik lonceng pilih semua, agar kalian mendapat notifikasi ketika visual Rania saya update selanjutnya.


__ADS_2