Terpaksa Menikahi Tuan Tajir

Terpaksa Menikahi Tuan Tajir
Pertemuan Bagas & Reyhan


__ADS_3

Setelah sarapan pagi tadi, Bagas meminta sekretaris Frans untuk tidak menjemputnya. Karena setelah perminta maafan kemarin pada Rania atas Reyhan, Bagas juga berjanji akan meminta maaf dan menemuinya. Rania juga sudah berhasil menghubungi Reyhan, meminta ketemuan di suatu tempat yang Bagas minta, untungnya Reyhan orangnya baik dan bersedia di ajak ketemuan dengan Bagas.


Di perjalanan, diam-diam Bagas memperhatikan istrinya yang sedang sibuk menatap pemandangan di luar melalui kaca samping. Bagas melihat pada tas slempang yang Rania kenakan, ia tersenyum bahkan nyaris tertawa jika tidak ia tahan.


Hem, dasar gadis bodoh! Kau kan sudah jadi istri tuan tajir, kenapa kau tidak membeli tas brandid ternama yang jauh lebih bagus dan mahal dari tas yang kau gunakan saat ini, terlihat sangat jelek dan itu pasti harganya di bawah 50k. Haha, maafkan aku telah meledekmu.


Mata Bagas tertuju pada leher Rania yang berkulit putih dan tercium harum. Tiba-tiba saja ia mengingat kejadian dalam mimpinya yang memainkan aksi permantapan dengan Rania, matanya mulai turun ke bawah sedikit demi sedikit. Dan kali ini matanya bertemu dengan dada yang begitu menonjol dan terlihat masih segar buahnya, berisi padat dan nikmat.


Pikirannya masih tertuju pada mimpi malam itu, sampai ia tidak menyadari kalau si Jon pun jadi terbangun dari tidurnya. Ia tidak mau kalau Rania sampai melihat bagian celananya ada sesuatu yang hidup, ia mencoba untuk mengontrol dirinya agar si Jon mau tidur lagi. Bagas kembali fokus melihat ke depan, tidak lagi memandang istrinya yang membuat dirinya semakin tidak terkontrol.


*****


Mobil yang di kemudi sang sopir berhenti, itu artinya sudah sampai di tujuan. Berhenti di depan cafe yang waktu itu ia singgahi bersama Rania. Tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponsel Rania. Rania langsung membacanya, dan ternyata itu dari Reyhan yang mengatakan kalau ia sudah sampai dan menunggunya di dalam. Rania langsung memberitahu Bagas kalau Reyhan sudah ada di dalam cafe.


Bagas mengangkat sebelah tanganya, memberi kode agar Rania mau menggandengnya, agar kesannya terlihat romantis ketika datang di hadapan Reyhan. Rania sudah bisa menebak pikiran Bagas.


Aku tahu, semua kau lakukan agar kau tidak bisa memberi celah pada Reyhan masuk dalam hubungan kita, kan? Tenang saja, aku hanya mengaguminya saja, bukan berarti mencintainya.


Kali ini Rania tidak menolak, Rania mau bergandengan dengan suaminya dan mulai memasuki cafe. Rania mengedarkan pandangannya, melihat ke setiap sudut meja untuk menemukan posisi Reyhan dimana. Matanya bertemu dengan sosok pria yang sedang duduk di meja paling ujung membelakangi. Rania tetsenyum, ia sudah tahu dari perawakannya kalu itu pasti Reyhan.


Rania menarik tubuh Bagas berjalan ke tempat posisi Reyhan. Saat sudah dekat, ternyata benar itu adalah Reyhan. Reyhan tersenyum melihat kedatangan mereka dan mempersilahkan duduk.


Rania sedikit terkejut, melihat pelipis Reyhan yang di tutupi plester. Menutupi sebuah luka akibat pukulan seseorang, dan di ujung bibirnya ada sedikit lebam juga. Membuat rasa merasa bersalah atas apa yang menimpa dirinya.


Rey, maafin aku. Kamu begitu semua gara-gara aku. Semoga kau juga mau memaafkan tuan Bagas ya, atas semua perlakuannya.

__ADS_1


Tidak mau di bilang pengecut, Bagas langsung membuka pembicaraan agar semuanya segera selesai dan tidak berkepanjangan.


"Saya orangnya tidak suka bertele-tele. Jadi langsung to the poin saja"


"Silahkan!"


"Saya minta maaf sama anda, jika kejadian kemarin membuat hati anda tidak berkenan. Semua ada alasannya. Anda laki-laki dan sayapun laki-laki. Anda juga pasti bisa merasakan sendiri bagaimana jika perempuan anda sedang bersama laki-laki lain. Saya harap anda paham maksud saya!"


Huh, katanya tidak suka bertele-tele, tapi ngomong aja berbelit-belit. Tinggal bilang cemburu aja apa susahnya. Dasar tuan gila. Maki Rania dalam hati.


Reyhan menghela nafas panjang.


"Ok, tidak masalah. Lain kali anda harus lebih hati-hati dalam mengambil tindakan! Jangan sampai anda gegabah dalam melakukan sesuatu hanya karena terbakar api cemburu! Jika anda mencintai istri anda, tolong buat dia bahagia, jangan sampai ada orang lain yang membantu mengusap air matanya!"


Bagas tertegun, ia berpikir kalau Rania telah menceritakan semua penderitaan yang di berikannya pada Reyhan. Padahal Reyhan mengetahuinya secara tidak sengaja waktu di angkot.


Kali ini Rania ikut bicara, agar ke depannya tidak ada lagi kesalah pahaman.


"Tuan, Reyhan ini orang kepercayaan saya untuk mengurus ruko baru. Maka dari itu, izinkan dia untuk tetap bekerja bersama saya!"


Bagas melirik ke Rania dan Reyhan secara bergantian, sebenarnya ia masih takut kalau Rania sampai tergoda oleh pria lain selain dirinya yang berusaha membuat Rania jatuh cinta. Tapi, karena Rania sudah memohon, akhirnya Bagas memberi Rania kepercayaan. Itu adalah sebuah kunci dari hubungan yang ia pelajari dari mbah google agar usahanya membuat Rania jatuh cinta dan Bahagia berhasil.


Bagas melihat jam tangannya, waktu sudah siang, ia harus pergi ke kantor.


"Aku pergi ke kantor, ya! Tapi aku antar kamu pulang dulu untuk memastikan kalau kamu aman"

__ADS_1


Mendengar kata itu, aku kamu. Demi Tuhan tuan Bagas kesambet apa sih? Apa dia sengaja agar telihat sok soan romantis di depan Reyhan. Hoekkk. Rasanya mau muntah duh, seorang pria kejam yang jahat jadi budak cinta. Miris.


Rania melihat Reyhan, sepertinya Reyhan ingin mentertawakan kata-kata Bagas untuknya. Terlihat dari bibinya yang berusaha menahan tawanya agar tidak pecah.


"Kau pergi saja! Saya harus ke ruko bersama dia. Kau mengizinkannya, kan?"


Dengan berat hati, akhirnya Bagas memberi kebebasan untuk Rania. Tapi harus ingat batas wajar.


"Ya sudah. Tapi ingat! Kamu istriku dan aku suamimu. Jangan ada dia di antara kita!"


Huh, rupanya Bagas sudah jadi budak cinta nih guysss...


"Baik"


"Aku pergi dulu, ya. Daahh"


Bagas beranjak dari kursi dan melambaikan tangannya pada Rania, ceritanya mau manas-mansin si Reyhan tapi Reyhan kelihatannya biasa aja tuh. Malahan Reyhan bukannya panas, tawanya pecah setelah Bagas sudah berlalu.


Rania sudah bisa mengira, kalau Reyhan pasti merasa geli sendiri yang menyaksikannya.


Bersambung...


#CUAP-CUAP_AUTHOR


Bucin di mulai guysss.. Haha. Gila, merinding sendiri ngetiknya. Seorang tuan tajir kejam jadi budak cinta.

__ADS_1


Like, vote, dan tambahkan ke favorit ya. Agar terus dapat notifikasi ketika up.


Stay terus di TUAN TAJIR ya. Jangan sampai ketinggalan episode nya.


__ADS_2