Terpaksa Menikahi Tuan Tajir

Terpaksa Menikahi Tuan Tajir
Kelakuan tuan dan sekretarisnya


__ADS_3

Happy Reading🌷


_ _ _


Bagas duduk di sofa ruangan pribadinya sambil mengetuk-ngetukan jari ke lututnya. Rupanya ia sedang memikirkan sesuatu.


"Permisi, tuan!" ucap seseorang mengetuk pintu.


"Masuk!"


Munculah sekretaris Frans di baliknya, ia membawa dua gelas lemon tea di tangannya. Ia taruh ke atas meja di hadapan tuannya satu. Bagas menatap sekretarisnya bingung ketika ia masih memegang satu gelas lemon tea di tangannya.


"Satu lagi untuk siapa? Aku memintamu bawakan satu gelas lemon tea saja!" tatapnya bingung.


"Ini untuk saya, tuan! Saya juga mau" ucap sekretaris Frans dengan menunjukkan deratan giginya.


Bagas menghembuskan napas panjangnya, "huh.. Sudah ku duga" hembusnya seraya mengambil gelas di meja, ia meneguknya sedikit.


Bagas mengingat sesuatu, rupanya ia belum cerita pada sekretaris Frans tentang kehamilan istrinya.


"Frans" panggilnya


"Iya, tuan" sekretaris Frans tidak jadi meneguk minumannya yang nyaris sampai di bibirnya karena harus menjawab panggilan tuannya.


"Istriku sedang hamil" lanjut bicaranya namun tidak melirik sekretaris Frans, tatapannya lurus ke depan.


"Iya, tuan. Saya sudah tahu" sahut sekretarisnya.


"Sudah tahu dari siapa?" Bagas langsung menoleh pada sekretarisnya, perasaan ia belum memberitahu sekretaris Frans soal ini.


"Dari calon kakak iparmu, tuan?" jawabnya seraya menyelipkan seulas senyum sindiran.


Wah, wah, rupanya sekretaris Frans akan menjadi kakak ipar Bagas sungguhan.


"Oh" Bagas paham kalau Nadira, kakak iparnya sudah memberi tahunya. Rupanya ia sering kontek-kontekan.


Bagas kembali meneguk minumannya hingga menyisakan sedikit lagi dalam gelasnya.


"Frans" panggilnya lagi.


"Iya, tuan" lagi-lagi sekretaris Frans gagal meminum lemon tea yang sudah tinggal ia teguk itu.


"Mungkin setelah selesai proyek ruko ini, aku akan menyerahkan sembilan puluh persen tugasku padamu. Aku ingin kau handle semuanya, aku percayakan semuanya padamu. Aku akan lebih fokus pada kehamilan istriku, aku akan menjaganya dan akan selalu ada di sampingnya setiap kali ia membutuhkan aku"


"Unchh.. So sweet.." sahut sekretaris Frans tanpa ia sadari kalimat seperti itu keluar dari mulutnya, ia segera membungkam mulutnya ketika tuannya sudah menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


"Maafkan, aku tuan" sekretaris Frans menundukkan wajahnya karena sudah lancang berbicara sebelum di minta.


Sekretaris Frans mengangkat wajahnya sekilas, ia melihat kalau tuannya masih menatapnya tajam. Tapi tidak lama setelah itu..


"Hahaha.." Bagas malah tertawa terbahak melihat sekretaris Frans yang menciut karena takut akan di marahi. "Kau benar, Frans! Aku memang suami yang sweet, hahaha.."


"Hahaha.. Saya bilang juga apa, tuan. Anda memang so sweet. Hahaha.." sekretaris Frans malah ikut terhanyut dalam tawa Bagas.


Bagas segera menghentikan tawanya dan kembali menatap sekretaris Frans tajam. Sekretaris Frans-pun kembali membungkam mulutnya.


"Maaf, tuan!" ucapnya meminta maaf lagi.


Bagas menghabiskan minuman lemon tea itu dan menaruh gelas kosong di meja tempatnya tadi.


"Cepat habiskan minumanmu! Aku akan mengajakmu keliling dunia" titahnya segera di laksanakan oleh sekretaris Frans.


Dengan tergesa sekretaris Frans meneguk lemon tea itu sampai tetes air penghabisan. Setelah ia habiskan dan menaruh gelas kosong di meja, dengan cepat ia mengejar tuannya yang sedah lebih dulu pergi dan keluar ruangan pribadinya.


***


"Kita akan kemana, tuan? tanya sekretaris Frans ketika sudah berada di dalam mobil dan perjalanan, ia duduk di sebelah tuannya karena tuannya sendiri yang memilih untuk mengemudikan mobilnya.


"Kita akan keliling dunia, Frans!" jawaban Bagas membuat sekretaris Frans semakin bingung, sebenarnya tuannya ini akan membawanya kemana. Tapi tidak mungkin di culik juga kali.


"Kenapa kau diam saja, Frans? Ayolah bicara, atau ceritakan padaku mengapa kau dengan mudah membuka hati dengan kakak iparku?" pinta Bagas karena ia merasa kesepian juga kalau sekretarisnya ini membisu.


"Bukan urusanmu, tuan!" jawabnya masih kesal karena tidak di beri tahu juga kemana dirinya akan di bawa pergi.


"Wesss... Luar binasa kau, Frans! Sudah mulai main petak umpet denganku!" makinya tapi ingin mentertawakan wajah kesal sekretaris Frans.


"Jawab dulu pertanyaan saya, tuan! Kau akan membawaku kemana?" sekretaris Frans sedikit memaksa karena penasaran.


"Nanti juga kau tahu sendiri jika aku sudah memberhentikan laju mobilnya!"


"Huh.." sekretaris Frans menghembuskan napas panjang, dan benar berapa kalipun ia bertanya tetap tidak akan mendapat jawaban.


"Frans, ayolah ceritakan bagaimana kau bisa menyukai kakak iparku? Bukankah kau sendiri yang bilang kalau kau menutup rapat-rapat hatimu untuk perempuan manapun"


"Nanti juga kau tahu sendiri, tuan" sekretaris Frans bukannya menjawab malah membalikkan setiap perkataan tuannya setiap kali ia bertanya. Cerdas.


"Yeh, dasar pelit!" umpat Bagas mengatai sekretarisnya.


"Ayolah, Frans! Ceritakan, aku semakin penasaran ini!" goda Bagas dengan mencolek dagu sekretarisnya itu dan segera di tepis oleh sekretaris Frans.


"Maaf, tuan! Saya masih normal" katanya sambil sedikit menjauhkan dirinya dari tuannya.

__ADS_1


"Yeh, aku juga normal, Frans! Buktinya aku bisa langsung tokcer dalam segi membuat anak. Cepat Frans ceritakan kenapa kau bisa suka dengan kakak iparku? Nanti aku akan bantu agar kau segera cepat menikahinya. Dan...aku akan mengajarimu bagaimana cara membuat anak yang baik dan benar" paksa Bagas membuat sekretaris Frans semakin geli saja.


"Lain kali saya ceritakan, tuan! Kalau sekarang belum pasti dan saya tidak mau terlalu berharap lebih jika harapan itu akan berakhir menyakitkan!" jelas sekretaris Frans mengundang haru Bagas.


"Owh.. Gak kuat aku, Frans! Kata-katanya itu, langsung menusuk relung hati yang paling dalam" gaya bicaranya sama dengan akting seperti aktor.


"Maaf jika saya lancang, tuan! Saya mohon hentikan tingkah yang membuatku geli sendiri!" sekretaris Frans bergidik sepertinya tuannya ini mulai tidak waras.


"Haha.." ia malah tertawa sendiri.


"Katakan amit-amit jabang bayi, tuan! Nona sedang mengandung dan kau tentunya tidak mau kan memiliki anak seperti yang baru saja anda lakukan?"


"Ih..amit-amit kau, Frans! Itu tidak boleh sampai terjadi" ia lupa kalau ia harus hati-hati dalam bertingkah kalau sang istri sedang hamil.


Sekretaris Frans senyum-senyum sendiri ketika membayangkan anak tuannya ini sama persis dengan Bagas. Dengan tingkah yang seperti itu, haha amit-amit, deh.


Bagas memberhentikan mobilnya di depan bangunan ruko yang paling besar di antara deretan ruko lainnya. Ini benar-benar menjadi deretan bangunan ruko terbesar dan terpanjang di Indonesia. Ia turun dari mobilnya dan melihat ke setiap sudut bangunan ruko yang sedang ada di hadapannya itu. Bangunan yang sudah hampir selesai, sudah sembilan puluh sembilan persen dalam proses finishing.


Masih banyak pekerja juga di sana untuk menyelesaikan bangunan itu dalam waktu dua hari lagi. Sekretaris Frans berdiri di samping tuannya, ia merasa puas akhirnya proyek yang telah di serahkan padanya untuk meng-handle semua itu selesai juga. Sepertinya tuannya juga merasa puas dengan hasilnya.


"Bagaimana, tuan? Apakah anda puas dengan semua ini?" Mereka berdua memandang bangunan ruko itu.


"Kerja bagus, Frans!" pujinya seraya mengangkat kedua sudut bibir karena bahagianya.


"Terima kasih, tuan!" ucap sekretaris Frans sekarang ia lega karena proyek besar ini dapat di selesaikan dengan baik setelah ada korupsi sebelumnya.


"Aku akan memberimu bonus lebih untuk ini"


"Benarkah?" tanya sekretaris Frans dengan semangat dan di benarkan oleh Bagas.


"Karena aku akan memberimu bonus lebih, sekarang kau kembali ke gedung Briliant Group, sana! Terserah kau mau naik apa! Naik ojek online atau angkot sekalipun terserah kau! Aku akan menjemput istriku, aku tidak mau sampai ia kelelahan!" perintah Bagas.


"Hem.. mungkin tujuan anda ke sini menjemput nona Rania sekalian melihat ruko ini yang tidak jauh dari sini. Herrghh.. Lalu kenapa kau membawaku segala, tuan!" gumam sekretaris Frans menyembunyikan kekesalannya. Sedari tadi tuannya ini memang membuatnya menyebalkan.


.


.


.


.


Coretan Author:


Like, komen, dan vote ya! tambahkan juga ke favorit. Jangan lupa nabung poin biar bisa vote banyak, biar saya semangat nulisnya apalagi ngasih koin, hehe. Bakal nambah tuh semangatnya.

__ADS_1


__ADS_2