Terpaksa Menikahi Tuan Tajir

Terpaksa Menikahi Tuan Tajir
Masalalu Reyhan (Part 1)


__ADS_3

Jangan lupa VOTE, ya!


Happy Reading


_ _ _


Reyhan membaringkan tubuhya di atas tempat tidur terlentang. Menatap langit-langit kamarnya yang kosong. Ia menghembuskan napas panjang, untuk menghilangkan rasa beban yang mengganggu di pikirannya.


Ucapan Rania sebelum turun dari mobilnya tadi, terus terngiang di telinganya. Entah kenapa semakin ia mengusir kalimat itu, semakin terdengar keras begitu saja.


"Apa salahnya kalau kamu coba untuk buka hati buat Diva? Aku bicara seperti ini bukan karena aku temannya, bukan juga karena dia temanku. Tapi yang aku tahu, Diva itu orang baik, Rey. Kamu harus ingat itu!"


"Aarrghh.." teriak Reyhan sambil menutup kedua telinganya, ia membangunkan tubuh gagahnya dan duduk di tengah-tengah tempat tidurnya.


"Gadis itu, gadis itu, kenapa harus muncul lagi sosok gadis yang berwajah seperti dia?" geramnya, gadis yang Reyhan maksud adalah Diva, sedangkan orang yang ia maksud dia, kita akan cari tahu siapa si dia?


"Aarrgghh.. aku benci wajah itu!" erangnya, sambil mengambil bantal dan ia melempar bantal itu ke sembarang arah.


Reyhan kembali membaringkan tubuhnya, ia menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya. Berusaha mengusir wajah orang itu, orang yang membuatnya benci.


Wajah gadis itu, muncul bersamaan dengan ucapan Rania, saling bersahut-sahutan. Reyhan memukul kepalanya berulang kali, sengaja ia lakukan untuk menghilangkan bayangan itu. Namun tetap saja ia tidak bisa mengusir bayangan wajah itu sampai akhirnya ia tertidur. Sial!


***

__ADS_1


Reyhan berjalan mendekat ke meja makan di dapur, ia mengambil gelas kosong dan mengisinya dengan air putih dari teko yang tersedia di sana. Ketika ia minum, ia melihat sekelabat seorang gadis dari ujung ekor matanya. Ia segera menurunkan gelas dan meletakkannya di atas meja. Ia mencari sosok gadis yang baru saja ia lihat. Aneh, padahal di rumahnya tidak ada seorang gadis selain pelayan yang sudah tua di rumahnya.


Reyhan berjalan perlahan dengan mengendap-endap untuk mencari siapa sosok gadis yang baru saja di sekitar rumahnya. Ia mengedarkan pandangan ke setiap sudur rumah, nanum ia tidak menemukan juga sosok gadis itu. Mungkin ia tadi salah lihat, karena tidak ada seorang gadis di rumahnya. Lagipula, mama-nya juga sedang tidak ada di rumah.


Reyhan membalikkan tubuhnya, ia melihat sosok gadis yang ia cari itu sedang berjongkok di bawah tangga. Kepalanya terbenam di antara kedua lututnya. Tangannya memeluk erat lutut dengan gemetar dan berlumuran darah. Reyhan sangat terkejut melihat gadis yang sedang ada di hadapannya itu. Ia segera melangkah pelan mendekatinya.


"Hey, kamu siapa?" Reyhan berdiri di depan gadis itu, membuatnya seketika terpelonjat dan terjatuh ke lantai ketika mendengar suara Reyhan.


Wajah gadis itu begitu ketakutan, ia berusaha mengangkat kakinya yang bergetar itu untuk bangkit berdiri. Setelah mampu berdiri ia berjalan mundur untuk menghindari Reyhan.


"Kamu siapa? Apa yang kamu lakukan di rumahku?" Reyhan mengulangi kalimatnya. Gadis itu semakin nampak ketakutan.


Reyhan melirik tangan yang berlumuran darah itu. "Darah apa itu?" Reyhan menunjuk tangan gadis di hadapannya saat ini.


Gadis itu segera menyembunyikan tangannya ke belakang, ia menggeleng keras dan ketakutannya semakin menjadi. Ia terus berjalan mundur sampai tubuhnya menyentuh dinding dan tidak dapat pergi kemana-mana lagi.


"Jawab pertanyaanku, kamu siapa? Apa yang kamu lakukan di rumahku? Darah apa yang ada di tanganmu?" bentak Reyhan, gadis itu tetap saja membisu. Ia terus saja menggeleng keras.


Reyhan berjalan selangkah lagi, dan ia mengurung gadis itu menggunakan kedua tangan yang ia tempelkan di tembok. Jarak wajah Reyhan dengan wajah gadis itu sangat dekat, hanya ada ruang beberapa senti saja di antara mereka.


Ia menatap wajah gadis yang penuh dengan keringat dingin dan rambut yang berantakan itu penuh curiga. Ia melirik pada lengan gaun biru muda yang di kenakannya itu, nampak robek. Gadis itu segera menutupinya menggunakan sebelah tangannya, sehingga Reyhan dapat melihat dengan jelas darah di tangannya itu. Darah itu seperti darah manusia yang begitu segar.


Ia kembali menatap gadis itu dengan tajam, membuat gadis itu menundukkan wajahnya untuk menghindari tatapan itu.

__ADS_1


"Ini adalah pertanyaan terakhir, tolong jawab jujur! Kamu ini sebenarnya siapa? Apa yang kamu lakukan di rumahku? Darah apa di tanganmu?" Reyhan memukul tembok di dekat telinga gadi itu dengan keras, tujuannya agar gadis itu mau membuka suara dan menjawab pertanyaannya.


"A-a-aku.. a-aku.." jawab gadis itu dengan gugup, bibirnya yang gemetar dan ketakutannya membuat dirinya sulit untuk berbicara.


"Jawab!" bentak Reyhan kembali memukul tembok dengan lebih keras dari sebelumnya.


"A-aku.."


Belum selesai gadis itu mengatakan sebuah kalimat, suara teriakan minta tolong dari lantai atas membuat Reyhan mengurungkan niat untuk mencari tahu siapa gadis di hadapannya. Ia segera berlari ke asal suara minta tolong itu dan berjalan dengan cepat menaikki anak tangga. Tetapi sebelum ia pergi, ia meminta gadis itu untuk tetap berada di sana.


"Kalau sampai kamu pergi, aku akan membawamu ke jalur hukum. Karena kamu terlihat sangat mencurigakan!" ancam Reyhan membuat gadis itu tidak berani melangkah walau satu senti saja.


Dengan tergesa, Reyhan berjalan ke asal suara orang yang minta tolong itu. Ternyata suara itu berasal dari kamar orang tuanya. Begitu sampai di depan pintu kamar, ia segera masuk dan menemukan sosok laki-laki yang lain adalah papanya.


Reyhan tercengung ketika melihat papa-nya tergeletak di lantai dengan bagian perut yang berlumuran darah. Papanya tidak memakai pakaian, dia hanya menggunakan celana kolor pendek saja. Reyhan segera berlari dan menghambur tubuh papanya. Ia mengangkat bagian kepala papanya ke pangkuannya.


"Pa, papa kenapa, pa? Pa? Papa bangun, pa! Papa." Reyhan menepok-nepok pipi papanya. Namun papanya sama sekali tidak sadarkan diri.


Reyhan melirik ke cutter di samping papanya, juga berlumuran darah. Ia mengingat gadis tadi yang tangannya juga berlumuran darah yang sama. Reyhan segera menempelkan dua jarinya di lengan papanya, juga ke leher. Tiba-tiba waktu terasa berhenti seketika, tubuhnya seketika melemas, mulutnya serasa terkunci dan tidak dapat mengatakan sepatah kata pun. Air matanya mengalir tanpa izin pemiliknya, Reyhan menundukkan wajahnya. Menyatukan dahinya dengan dahi papanya.


"Papaaaaa..." teriak Reyhan histeris. Sampai seisi dunia mampu mendengar teriakannya. Teriakan dari alam bawah sadarnya sampai ke alam nyata. Reyhan bermimpi buruk berulang kali dengan hal yang sama.


Kejadian di masalalunya memang memang tidak pernah terlepas dari mimpi buruk yang saja datang di kala tidurnya. Reyhan terengah-engah, ia berusaha mengatur nafasnya yang terasa sesak. Ia menyeka kening yang mengeluarkan keringat begitu banyaknya. Ia melirik jam dinding, menunjukan pukup dua dini hari. Mimpi itu selalu terjadi di waktu yang sama.

__ADS_1


Reyhan duduk dan menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur.


Mengapa mimpi itu selalu datang? Mengapa kejadian di masalalu itu selalu menghantuiku? Mengapa wajah gadis itu terlihat sangat jelas setiap kali aku memimpikannya?


__ADS_2