Terpaksa Menikahi Tuan Tajir

Terpaksa Menikahi Tuan Tajir
Perfect Honeymoon (Part 1)


__ADS_3

Sore hari, Rania keluar dari kamar untuk melihat pemandangan senja sore hari. Senja mengajarkan kepada manusia bahwa ia pergi berjanji untuk kembali. Ia memberikan pesona keindahan alam yang begitu menakjubkan.


Rania menghirup udara, menghela nafas panjang dan perlahan menghembuskannya. Menikmati setiap detik bulan madunya di pulau Dewata, Bali. Bagas memang tidak salah memilih tempat, walaupun luar negeri banyak di minati orang untuk honeymoon, tapi Bali juga tidak kalah peminat. Banyak pengunjung dari luar negeri yang mendatangi Bali hanya untuk mengabadikan momen keindahan alamnya.


Rania menerbangkan kedua tangannya di udara, tiba-tiba saja seorang pria memeluknya dari belakang. Ia tersenyum ketika menoleh pria yang memeluknya, adalah suaminya sendiri. Rasanya alam begitu mendukung mereka untuk melakukan adegan romansa. Ini harus jadi bulan madu yang sempurna.


"Apa kau menyukainya?" tanya Bagas menempelkan dagunya di pundak Rania.


"Menyukai apa?"


"Aku tanya pesona alam di sini. Kalau aku tanya apa kau menyukaiku, sudah tentu aku mengetahui jawabannya, dan aku tidak perlu menanyakannya" ucap Bagas kemudian menempelkan ujung hidungnya ke pipi Rania.


"Kalau itu tentu saja aku menyukainya. Bahkan, rasanya aku tidak mau kembali"


"Memangnya kau tidak akan merindukan ibu? Saudaramu? Frans?"


"Ha ha.. Kenapa aku harus merindukan Frans?"


"Karena sebentar lagi dia akan menjadi bagian dari keluargamu"


"Kalau dia mau, sih, aku setuju!"


"Tapi aku tidak!" Bagas menggelengkan kepalanya.


"Kenapa?"


"Kalau begitu aku harus memanggilnya dengan sebutan kakak ipar. Kakak Frans" nada bicara Bagas seolah di buat-buat


"Ha ha ha.." Rania di buat tertawa oleh Bagas yang meledek sekretarisnya sendiri.

__ADS_1


*****


Waktu sudah menunjukan pukul 1 dini hari, sebagian banyak orang, khususnya para suami berkata kalau ingin melakukan hubungan intim itu enaknya antara pukul 11 malam, pukul 1 dini hari, dan jam 3 menjelang subuh. Saat waktu sedang hening, dan subuh waktu udara dingin yang membuat si Jon biasa bangun.


Bagas meraba ponsel yang ia letakan di nakas, dengan mata setengah terbuka ia melihat jam sudah menunjukan waktu pas untuk ia bermain manja dengan istrinya. Setelah sekian lama ia berpuasa menahan diri dari godaan saiton yang terus membisikan rayuan maut, akhirnya ini adalah waktunya ia beraksi.


Bagas menatap wajah istrinya yang sedang tertidur lelap, meskipun sedang tidur, itu tidak sedikitpun mengurangi aura kecantikan istrinya.


Bagas mengusap pipi Rania dengan sentuhan lembut, membuat Rania yang sedang tertidur lelap seketika bangun. Rania mengerjapkan matanya beberapa kali, dan melihat ke arah luar apakah hari sudah berganti menjadi pagi. Ternyata salah, langit rupanya masih gelap terlihat dari jendela yang sengaja tidak menggunakan gorden untuk tetap bisa melihat pemandangan luar dari dalam kamar.


Rania menatap Bagas yang sedang menatapnya dengan tatapan aneh, senyumnya mengembang di bibirnya. Rania tahu kalau saat ini ia sedang berada di sana untuk bulan madu, jadi ia harus siap jika Bagas akan segera melakukan hal yang selama ini wajib di lakukan sebagai pasangan suami istri.


Tanpa aba-aba Bagas langsung menyerang bibir Rania, mengecupnya dan memperdalam ciumannya. Menjelajah lembut, menerobos tanpa ijin dan mencicipi tanpa permisi. Merasakan setiap jengkal kemanisan serta kenikmatan bibir Rania dengan keahlian menjelajahnya yang tentu saja melemahkan gadis yang sama sekali belum mempunyai pengalaman walau hanya sebatas nonton adegan di video. Membuatnya tak berdaya dalam cengkeraman hasrat bara sang suami.


Tangan Bagas menekan tengkuk Rania seolah kedekatan wajah mereka belumlah cukup, dan tangan yang lain bergerak dengan kurang ajarnya mengguliri permukaan kulit lengan Rania, menambahkan sensasi senyar yang menjalari seluruh tubuh Rania dan merambat kemana-mana, dan berakhir pada pinggul ramping yang berisi milik istrinya, meremas di sana dengan lembut, hendak membuat istrinya itu ikut terhanyut dalam lautan keindahan dunia baru yang akan akan di berikannya.


Bagas menarik tubuh Rania semakin merapat dengan tubuhnya, di psksanya istrinya itu merasakan suhu panas tubuhnya yang telah terbakar oleh hasrat mendidih yang telah lama tidak terlepaskan.


Sekali lagi Bagaa memancing Rania agar menyadari keinginannya menyatukan diri dengannya begitu besar, dan sekali lagi, erangan kecil lolos dari bibir Rania, yang semakin membuat Bagas tidak bisa menahan lagi untuk bisa menidurkan si Jon yang meronta-ronta mencari mangsa.


Tidak, Bagas tidak dapat lagi menunggunya lebih lama, ia tak bisa menundanya lagi.


Bagas melepaskan ciumannya, ketika di sadarinya Rania terengah akibat ciumannya panasnya, wajah Rania memerah tanpa bisa di sembunyikan. Napasnya terasa panas berhembus bersatu dengan napas Bagas.


Bagas menggesekan hidungnya pada hidung Rania, bergulir ringan meraba turun bibir bengkak yang menggoda itu hingga ke dagu, menyelisik ke leher dan berakhir di telinga.


"Aku sudah tidak tahan lagi" bisikan Bagas lirih dengan suara parau dan beratnya, berbalut sensual yang berselubung hasrat mengental.


Telinga Rania terasa panas karenanya, ia tidak dapat berkata-kata. Sebelum kemudian memekik lirih oleh gigitan kecil di telinganya, yang di hadiahkan oleh sang suami.

__ADS_1


Tak mau menunggu jawaban Rania, Bagas menindih tubuh mungilnya tanpa permisi. Tanpa membiarkan Rania dapat bergerak sama sekali.


Bagas menumpukan sikunya di sisi kanan kiri bahu Rania. Membungkuk dalam, lalu menanamkan ciuman panasnya lagi pada bibir manis dan lembut milik istrinya.


Tangan Rania yang semula hendak mendorong bahu Bagas, malah berakhir mencekeram seiring erangan yang tak bisa di tahannya, membuat beberapa biji manik kancing kemeja Bagas terlepas dari jahitannya, menampakkan betapa gagah dan tegap tubuh suaminya itu.


"Ba-Bagas" Rania mendorong sedikit dada suaminya menjauh, dengan wajah yang memerah malu Rania menatap paras suaminya.


Suara Rania itu malah bagaikan godaan , menambah sepercik kehausan akan pemenuhan oleh sentuhan.


.


.


.


.


.


.


Aduh saya jadi merinding sendiri nulisnya, udah ah jadi gak kuat, nanti saya teruskan lagi deh yang lebih hot, hehe. Mau lebih hot lagi kan? iya kan? pastinya deh.


Kalau suka jangan lupa tinggalkan like, vote menggunakan poin ataupun koin. Tambahkan ke favorit bagi yang belum agar mendapat notifikasi ketika update next chapter.


Bagi yang belum lihat visual Bagas dan visual Rania, yuk segera cek di youtube. Jangan lupa subscribe juga agar mendapatkan notifikasi ketika visual mereka berdua di update.


Cepat lihat ya visualnya, emang gak penasaran? Bagas beneran tampan se-ASIA, Rania juga cantik banget tapi kelihatan lebih dewasa aja karena sifatnya yang penyabar dan tangguh.

__ADS_1


__ADS_2