Terpaksa Menikahi Tuan Tajir

Terpaksa Menikahi Tuan Tajir
Berusaha Membuka Hati


__ADS_3

Malam ini adalah malam minggu, seperti biasanya Iren meminta Reyhan untuk mengajak Devi jalan-jalan agar kedekatan mereka semakin lancar. Reyhan pun nurut saja, karena dia juga sudah berjanji pada Devi, mereka akan berjuang sama-sama sekuat mereka. Kalau akhirnya mereka tidak berjodoh, ya mau gimana lagi?


Reyhan membawa Devi ke tempat yang sering di kunjungi anak muda di setiap malam minggu. Kebetulan jaraknya pun tidak jauh dari rumahnya. Suasana tempat tersebut sangat ramai, di padati oleh para pemuda dengan pasangannya masing-masing.


"Dev, kamu tunggu di sini sebentar, ya! Aku mau beli minuman dulu ke sana!" pamit Reyhan meninggalkan Devi sendirian.


"Iya," jawab Devi tidak merasa keberatan, lagi pula Reyhan bilangnya cuma sebentar.


Tidak lama setelah Reyhan pergi melangkahkan kakai dari sana. Tiba-tiba ada dua pria yang mendekati Devi. Kedua pria tersebut duduk di samping Devi, sehingga gadis itu kini terhimpit oleh tubuh kedua pria yang sama sekali tidak dia kenal.


"Hai, cantik. Sendirian aja, nih?" goda salah satu pria yang duduk di sebelah kanan Devi.


Devi merasa sedikit waspada, takutnya mereka akan berbuat macam-macam pada dirinya.


"Kok gak di jawab, sih? Gak usah malu-malu, kita ini pria baik-baik, kok!" seru pria yang satunya lagi, Devi ketika merasa ketakutan ketika pria tersebut mencolek dagunya.


Devi langsung berdiri dari tempat duduknya. "Kalian jangan macam-macam, ya!" bentak Devi kepada kedua pria di hadapannya, entah dari mana dia mendapatkan kekuatan untuk bicara seperti barusan.


Bibir kedua pria itu menyeringai. "Cantik, aku kan sudah bilang, gak usah takut! Kita cuma mau mengajakmu bersenang-senang saja, kok. Iya, kan?" pria itu bertanya pada temannya.


"Iya, cantik. Gak usah takut sama kita. Kita senang-senang, yuk!" pria itu menarik lengan Devi dan langsung di tepis dengan kasar olehnya.


"Saya peringatkan sekali lagi sama kalian, jangan pernah macam-macam! Jangan kurang ajar sama saya! Kalau tidak, saya akan teriak dan kalian baru tahu rasa!" Devi mengancam kedua pria yang sudah bersikap kurang ajar kepadanya dengan bibir gemetar, dirinya sudah di landa ketakutan penuh.


"Hahaha... Ini nih, wanita malam yang kita cari. Lebih menantang!" ujar salah satu dari mereka.


Dari awal mereka datang, Devi sudah sangat curiga. Kalau dua pria tersebut memang bukan pria baik-baik, Devi bisa melihat dari kedua tatapan mereka yang nampak mesum.


"Biasanya, nih. Wanita malam seperti ini akan lebih agresif kalau sudah tahu rasanya mantap. Hahaha... Kita langsung bawa saja dia," balas pria satunya lagi.

__ADS_1


Kedua lengan Devi di tarik oleh kedua pria tersebut. Tentu saja Devi berontak, sekencang apapun Devi berteriak, tidak ada yang memperdulikannya. Karena tempat itu sangat bising, oleh suara musik yang menggelegar di sekitar tempat itu.


Dari kejauhan, Reyhan berjalan membawakan dua botol minum. Tiba-tiba saja botol minuman di tangannya dia jatuhkan, ketika melihat seorang gadis sedang di goda oleh dua pria sekaligus.


"Devi.." ucapnya lirih, Reyhan langsung lari dari tempat berdirinya saat ini.


Setibanya, Reyhan langsung mengambil ancang-ancang, mengayunkan lengannya dan langsung saja memukul kedua pria itu. Kedua pria tersebut sampai tersungkur ke tanah. Tidak hanya sampai di situ, kedua pria itu bangun.


"Devi, menjauh!" pinta Reyhan, Devi segera lari dan berdiri tidak jauh dari belakang Reyhan.


"Oh, jadi gadis itu milik kamu! Hah, masih segelan, gak? Jangan-jangan dia sudah kamu tindihin, yang membuat dia takut untuk untuk di tindihin pria lain. Hahaha..." ejek salah satu pria yang berdiri di hadapan Reyhan.


"Ya gitu lah, namanya juga wanita. Sok jual mahal, padahal sama pacarnya d buat gratisan. Hahaha.." balas pria satunya lagi.


Seketika Reyhan tersulut emosi, dia kepancing oleh kata-kata kedua pria di hadapannya. Reyhan merasa tidak terima, akhirnya Reyhan kembali memukuli pria tersebut sampai kedua pria itu memohon ampun dan memintanya untuk berhenti.


"Pergi..!" ucap Reyhan dengan nada tinggi, kedua pria itupun kabur, lari terbirit-birit.


"Kamu tidak apa-apa?" Reyhan memegang erat kedua bahu gadis di hadapannya.


Devi menggeleng, namun wajahnya masih di terpa ketakutan. Reyhan memeluk tubuh Devi, berusaha untuk menangkannya.


"Maafin aku, ya! Tadi aku ninggalin kamu sendirian di sini. Maaf juga agak lama, karena tadi aku antri!" ucap Reyhan, seraya membelai lembut rambut gadis di dalam dekapannya.


Devi pun melepasakan pelukannya pelan. "Iya, tidak apa-apa! Aku yang salah, aku tidak pernah bisa menjaga diriku dari pria yang ingin berbuat kurang ajar padaku," jawaban Devi membuat Reyhan paham akan ketakutannya.


Sepertinya Devi trauma, dengan apa yang dulu terjadi pada dirinya. Seperti yang pernah dia ceritakan sendiri, kalau papa Reyhan berbuat kurang ajar padanya.


Reyhan mendudukan Devi di tempat tadi. Dia menatap wajah gadis di hadapannya yang tengah menunduk.

__ADS_1


"Dev?" panggil Reyhan lirih, gadis itu mendongakkan kepala, sehingga mata mereka kini bertemu.


"Aku mau bicara sesuatu sama kamu," sepertinya Reyhan ingin bicara serius.


"Bicara apa?"


Reyhan menghela napas panjang. Berusaha mengatur deru napas yang tadi sempat tersengal-sengal. Dia meraih buah tangan milik Devi.


"Sebelumnya aku mau minta maaf, karena sampai sekarang aku masih belum bisa membuka hati untuk kamu. Tapi kamu tenang saja, aku akan berusaha lebih keras lagi supaya aku bisa suka sama kamu! Aku janji akan jagain kamu dari siapapun yang berani menyakiti kamu." Reyhan menatap satup wajah Devi.


"Kamu tahu, kan? Batu juga yang keras apabila terus menerus di tetesin air, akan ada saatnya batu itu berlubang. Begitu pun dengan hati aku dan kamu, akan ada saatnya pintu hati kita terbuka. Kamu percaya itu, kan?" tambah pria itu.


Devi terdiam, dia tidak bisa membalas ucapan pria di hadapannya. Karena dia sendiri pun tidak tahu perasaannya pada Reyhan seperti apa. Yang jelas, semakin kesini Devi mulai semakin merasa aman dan nyaman dekat dengan Reyhan. Mungkin ini, adalah awal yang baik bagi hubungan mereka. Semoga keduanya bisa saling membuka hati, untuk kebaikan mereka ke depannya masing-masing.


Reyhan menyandarkan Devi di bahunya, mereka berdua menatap indah langit malam dengan gemerlap cahaya bulan dan bintang.


.


.


.


Coretan Author:


Halo pembaca setia Bagas dan Rania, semoga selalu terhibur dengan novel ini, ya! Jangan lupa tinggalkan like, vote, serta komen di kolom komentar.


Jangan lupa buat baca Novel pertama saya yang judulnya KISAH KEKASIH DI SEKOLAH, siapa tahu bisa menghibur juga!


Buat yang belum lihat visual Sekretaris Frans, yuk tonton sekarang juga di Channel Windy Rahmawati. Jangan lupa untuk di Subscribe.

__ADS_1


Follow ig: @wind.rahma


__ADS_2