Terpaksa Menikahi Tuan Tajir

Terpaksa Menikahi Tuan Tajir
Lepaskan Behel


__ADS_3

Seperti biasanya, Rania harus menunggu di depan pintu kamar menunggu Bagas sampai selesai memakai pakaiannya. Rania melipat tanggannya di dada, membelakangi pintu. Hampir 15 menit ia berdiri di sana, tapi Bagas belum keluar juga.


Sudah seperti gadis remaja saja dia, memakai pakaian-pun lamanya minta ampun. Apa dia dandan dulu ya? Haha, bagaimana wajah kejamnya itu jika aku beri polesan lipstik dan blush on. Bahkan aku sudah ketularan gila dari orang itu.


Rania memijat perutnya pelan, merasakan rasa lapar yang tak kunjung di beri asupan.


Akhirnya pintu di buka juga oleh pemilik kamar. Dan pemilik kamar keluar sudah menggunakan stelan baju tidur yang di siapkan oleh Rania tadi.


Bagas melirik tangan Rania yang sedang memijat perutnya.


Ada apa gadis bodoh? Apa dia sedang hamil?? Tidak, tidak. Aku tidak pernah menyentuhnya, dan tidak ingin menyentuhnya. Gumam Bagas.


*****


Di ruang tamu, 2 orang sudah menunggu Bagas dan Rania untuk melaksanakan makan malam bersama. Rania menarik kursi tempat duduk Bagas biasanya. Bagaspun duduk. Dan Rania ikut duduk juga setelah menarik kursi untuk dirinya sendiri. Rania mengambil secentong nasi dan di taruh di atas piring yang sudah ada di hadapan suaminya.


Setelah itu mengambil beberapa lauk pauk yang tersedia di sana. Kali ini ia tidak memberikan ucapan selamat makan untuk suaminya itu. Karena ia tidak mau mereka sampai melihat gigunya yang sudah di behel.


Ayah mertua yang menyaksikannya tersenyum bahagia karena anaknya benar-benar sudah memiliki istri yang begitu perhatian. Sedangkan Arsilla selalu saja melemparkan pandangan kebenciannya.


Setelah Rania mengambil makanan untuk suaminya, ia pun mengambil makanan untuk dirinya. Mereka mulai memakan makanannya. Lagi-lagi Rania tertinggal makan oleh mereka.


Bagas yang sudah menghabiskan makanan dan minum setelah suapan terakhir ia telan, langsung kembali menaikki anak tangga untuk kembali ke kamar. Ayah mertua dan kakak iparpun ikut pergi meninggalkan Rania sendiri di meja makan.


Kali ini aku tidak perduli mereka selesai duluan. Aku begitu kelaparan tadi dan harus makan banyak. Aku harus menikmati makanan ini. Benar-benar enak masakan bi Asih ini. Seperti apa yang aku perkirakan tadi.


Rania menyuapkan suapan terakhirnya. Lalu minum setelah suapan terakhirnya ia telan.


HHEEEUU..


Suara Rania bersendawa, artinya ia sudah kenyang. Ia mengambil selembar tisu untuk membersihkan mulutnya. Setelah itu ia berdiri dari duduknya dan berjalan menaikki anak tangga untuk kembali ke kamar.


Rania membuka pintu kamar dan kembali menutupnya. Ia mendapati suaminya yang sedang asik memainkan jari untuk mengetik suatu pesan yang entah di kirim ke siapa.

__ADS_1


Rania membaringkan tubuhnya di atas karpet alas untuk tidurnya. Ia mengambil ponselnya di saku celana tidurnya. Membuka aplikasi youtobe dan memutar film drakor yang pernah ia tonton baru setengahnya


Rania menyaksikan adegan romantis dan selingi dengan adegan komedi lagi yang membuat Rania tertawa terbahak-bahak. Bagas merasa terganggu dengan apa yang di lakukan istrinya. Bagas langsung melempar ponselnya ke sembarang arah masih di area tempat tidur, dan melihat ke bawah. Tepatnya ke arah Rania yang sedang tertawa.


Bagas mengerutkan dahi, beberapa kali mengerjapkan mata. Ada sesuatu di gigi Rania.


"Hey gadis bodoh! Berhenti tertawa dan matikan ponselmu!"


Rania sontak kaget mendengar perintah dari suaminya, ia reflek dengan langsung menekan tombol kunci layar. Ia bangun dan duduk.


"Maaf, tuan."


Bagas menjentikan jarinya, "Kemarilah!"


Rania menganggukkan kepalanya, "Baik, tuan."


Apa lagi tuan kejam, apa aku melakukan kesalahan fatal?!


Rania berdiri dari duduknya dan melangkahkan kaki ke samping tempat tidur menghadap Bagas yang sudah duduk di pinggir ranjang tempat tidur.


"Buka mulutmu dan perlihatkan gigimu!"


Ah, apalagi yang akan ia lakukan dan apa rencana berikutnya. Ia sudah seperti dokter gigi saja yang tadi siang aku temui.


Rania mulai membuka mulutnya dan memperlihatkan deretan giginya yang sudah di behel.


"Kau makan apa tadi?"


"Saya makan dengan rendang, tuan. Memangnya kenapa? Apa saya harus membayarnya juga seperti makan di nasi padang?" jawab dan tanya Rania.


"Apa kau memakan daun singkongnya juga?"


Hah? Dia menanggapi pertanyaanku dengan serius. Gila kau! Memangnya aku benar-benar memakan masakan padang.

__ADS_1


"Tidak ada daun singkong di meja makan tuan tajir."


"Itu!" Bagas mengedikkan dagunya ke arah gigi Rania, "di gigimu banyak daun singkong yang berserakan."


Berserakan! Memangnya kau anggap aku sampah. Eh tunggu, kau memang menganggapku sampah yang tak berguna.


Bagas mengira sesuatu yang di gigi Rania itu adalah sisa daun singkong yang ia makan tadi. Padahal di meja makan tuan tajir tidak ada yang namanya daun singkong akan di hidangkan. Behel gigi Rania berwarna hijau. Mungkin itu yang menjadi penyebab Bagas mengira bahwa itu sisa daun singkong.


"Ini behel tuan. Bukankah kau menyuruh saya untuk memagar gigi?"


Bagas melepaskan lentikan jarinya di dagu Rania.


"Kau lebih baik terlihat seperti Vampire daripada menggunakan behel itu. Segera lepas kembali! Aku lebih tidak suka melihat kau tampil seperti itu. Merusak pandangan dan akan lebih memalukan diriku jika orang lain tahu. Segera lepaskan!"


Manusia sialan, bahkan tidak layak di sebut manusia. Aku bahkan lebih malu saat pergi ke dokter gigi itu untuk membehel gigi ini, ketika memasukkan password kartu kredit yang aku sendiri tidak tahu.


"Baiklah." jawab Rania pasrah.


"Apa saya boleh tidur, tuan. Saya sudah ngantuk sekali."


HUAAAHHH..


Rania menguap dengan mulut sengaja di buka sangat lebar untuk meyakinkan Bagas. Bagas memundurkan kepalanya sedikit, menghindari uap Rania yang baginya menjijikan.


"Terserah! Aku tidak perduli dengan rasa kantukmu. Kau mau tidur ataupun tidak itu bukan urusanku."


Bagas membaringkan tubuhnya dan menarik selimutnya. Sedangkan Rania masih berdiri di sana.


Heh, dasar makhluk aneh. Aku ingin sekali memukul pria gila sepertimu. Semoga virus gila-mu tidak menular kepadaku.


Rania melangkahkan kaki kembali ke karpet. Menarik selimut kemudian memejamkan mata. Mereka berdua tenggelam ke dalam dunia impian yang tidak tahu akan mimpi indah atau buruknya.


Bersambung...

__ADS_1


#CUAP-CUAP_AUTHOR


Hay Readers setia TUAN TAJIR. Selamat Hari Raya Idul Adha🙏 Minal 'aidzin walfaidzin😇 Mari saling memaafkan, karena jika saling mencintai antara Rania dan Bagas masih belum ada tanda-tanda deh😁 Saya masih ingin mengaduk-aduk perasaan para readers, maaf ya😄 Ingin membuat kalian semakin penasaran dengan cerita ini. Apakah akan berakhir tragis atau romantis😍 Terus ikuti kelanjutan episodenya. Jangan lupa tambahkan ke favorit untuk mendapat notifikasi ketika up. Like dan vote juga🤗


__ADS_2