Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Pesan Seorang ibu


__ADS_3

Mansion utama Ahem


beberapa hari setelah pertemuan Hayat dan nyonya Nadya


Nyonya Nadya terlihat cukup fokus menatap putranya sejak tadi, wanita tersebut bergerak membawa sebuah nampan berisi teh hangat dan buah-buahan, bergerak mendekati Ahem kemudian meletakkan nampan tersebut dimeja berbeda tepat disisi kanan Ahem.


"Jadi dia gadis yang kamu sukai?"


Mommy nya bertanya dengan cepat ke arah ahem ketika laki-laki tersebut cukup fokus dengan pekerjaannya di atas sofa ruang tamu tempat tinggalnya.


bola mata ahem yang tadinya terus tertuju ke arah laptopnya, Seketika pada akhirnya fokus bola matanya beralih dan seketika terpecah saat mommynya bicara dan bertanya dengan cepat hingga memecah keadaan.


"Apa mommy salah menebaknya?"


Tanya Nadya lagi, wanita tersebut kini mulai bergerak duduk keatas salah satu kursi sofa, membiarkan dirinya bersandar disana.

__ADS_1


Ahem sama sekali tidak menjawab, dia mencoba menatap mommy nya dalam.


"Katakan pada ku bagaimana pendapat Mommy soal Hayat?"


Tanya Ahem kemudian, dia menelisik bola mata mommy nya, menunggu jawaban dari wanita paruh baya lebih tersebut.


seulas senyuman mengembang dari balik bibir Nadia, wanita tersebut kemudian berkata.


"meskipun aku begitu menyukai hayat dan dulu pernah berkhayal satu diantara kalian baik itu Gao, Zoe atau kamu yang bisa mempersunting gadis tersebut, tapi semua tetap kembali kepada anak-anak ibu"


"seorang ibu selalu ingin yang terbaik untuk putra-putri mereka tanpa terkecuali diriku, mommy selalu menekankan kepada kalian jangan menikah karena pilihan mommy tapi menikahlah sesuai dengan apa yang kalian inginkan"


setelah berkata seperti itu Nadya tampak diam sejenak.


"Menikahlan dengan seseorang yang kamu cintai sepenuh hatimu. Seseorang yang dapat membuatmu lebih baik, secara emosional, intelektual dan secara seksual. Seseorang yang kamu pilih tidak dapat mengubahmu, tapi dia bisa membantu mengubah dirimu menjadi manusia yang lebih baik ketika kamu salah atau tersesat"

__ADS_1


"Menikahlah dengan seseorang yang bisa menjadi sahabat baikmu. Carilah wanita yang bisa berbagi hal-hal paling kecil, hingga rencana terbesar dalam hidupmu. Menikahlah dengan wanita yang tidak pernah bosan bersamamu, bahkan hingga akhir hayatmu nanti"


"Menikahlah di saat yang paling tepat untukmu, karena setiap manusia memiliki waktunya sendiri-sendiri. Jangan pernah menikah karena terpaksa atau apa kata orang. Menikahlah setelah kamu menemukan orang yang tepat."


"Carilah seorang wanita yang bisa membagi impian yang sama denganmu, tetapi dia juga memiliki impian sendiri yang juga kamu dukung. Hormati dia dan dukung apa impiannya. Selalu utamakan kompromi, namun jangan biarkan impian pernikahan kalian tersesat."


"Jika wanita ini lucu dan bisa membuatmu tertawa, pilihlah dia. Jangan nikahi wanita yang terlalu serius dengan hidupnya, karena hidupmu juga akan kacau. Tapi nikahilah wanita yang mau tertawa dan bercanda denganmu, karena hidup kadang terlalu keras, kamu butuh teman untuk tertawa bersama."


Setelah berkata seperti itu mommy Ahem terlihat menghentikan kata-katanya, dia menatap putranya untuk beberapa waktu lantas dia berdiri dari posisi duduknya, berjalan mendekati putranya tersebut dan memilih untuk berputar lantas memegang kedua bahu akhir secara perlahan.


"Jika kamu sudah menemukannya, jadikanlah dirimu sebagai suami dan ayah terhebat."


Ujar wanita itu pelan.


"Ingat son,....SEJATINYA ANAK-ANAK TIDAK MENURUTI APA YANG KAMU KATAKAN, TETAPI ANAK-ANAK MENIRU APA YANG KAMU LAKUKAN, Ahem"

__ADS_1


lanjut wanita itu lagi kemudian.


__ADS_2