
Disisi lain.
kembali ke masa kini.
Tuan Zuu terlihat mengendarai mobilnya sembari mengeratkan rahangnya, kemarahan jelas masih menghantam dirinya, sembari bola matamu tetap fokus ke arah depan tangannya terus sibuk mengendalikan setir mobilnya diantara jutaan kebencian di dalam hati nya.
Nyonya Bii berusaha menetralisir perasaan nya, dia tahu ketika suami yang sangat marah maka dia tidak memiliki daya upaya sedikitpun untuk bisa mengontrol emosi laki-laki yang ada di sampingnya itu.
wanita itu memilih untuk diam dan tidak mengeluarkan suara nya sama sekali, membiarkan suaminya mencoba untuk menetralisir perasaannya terlebih dahulu dan mencoba untuk menurunkan seluruh emosi nya.
dia paham kemarahan kali ini jelas tidak main-main, apalagi kemarahan kali ini menyangkut soal Putri kesayangannya, jangankan tuan Zuu, ayah manapun jelas akan marah besar jika tahu putrinya menikah dengan dia tanpa seizinnya belum lagi rupanya putrinya menikah dengan putra dari keluarga musuh terbesar keluarga Azzurra.
Dan berita berikutnya yang harus dia terima, putrinya hamil pada pernikahan yang baru seumur jagung.
Nyoya BII mungkin salah tapi dia tidak bisa untuk menghalangi cinta 2 orang karena pada posisi akhir dan hayat dia dulu pernah merasakan berada pada posisi yang sama di mana dia mencintai Zul bahkan mereka telah menikah dan keluarga Hillatop yang notabene nya adalah keluarga angkatnya yang mengambilnya sejak kecil begitu tahu dia menikah dengan penerus Azzura langsung membuat pilihan berat untuk Bii pada masa itu, tetap berada di keluarga Hillatop dan bercerai dengan Zuu atau melepaskan gelar kebangsawanannya dan melepaskan gelar menjadi anak juga bagian keluarga daripada Hillatop.
realitanya pada akhirnya cinta bisa mengalahkan segala-galanya, Bii hingga hari ini tetap bertahan dan memilih menjadi pendamping Zuu dan melepaskan seluruh gelar yang ada di dalam dirinya, dia melepaskan keluarga yang membesarkan dirinya, melepaskan nama Hillatop di belakangnya bahkan dia dibuang oleh keluarga Hillatop pada saat itu dan sama sekali tidak dianggap hingga masa kini.
dia tahu dia seolah-olah telah pergi khianat pada keluarga itu, tapi dia tidak bisa melepaskan orang yang dia cintai, dia tidak bisa hidup tanpa Zuu.
mungkin dia pikir ini seperti karma terjadi di mana pada akhirnya putrinya jatuh cinta kepada salah satu penerus kejayaan Hillatop, dan Bii mana mungkin dengan kejamnya menghancurkan impian putrinya dan memisahkan cinta Putri nya dengan putra Nadya, karena itu dia pikir terpaksa melakukan dan mengeluarkan sifat egoismenya mengulang kisah di antara cinta dirinya dan Zuu, membiarkan putrinya menikah dengan penerus Hillatop berikutnya.
__ADS_1
dia masih berharap Zuu akan berusaha untuk menerima dengan lapang hati apa yang terjadi pada putrinya mengingat bagaimana perjuangan cinta mereka dan pernikahan mereka, tapi realitanya laki-laki tersebut benar-benar marah luar biasa.
mungkin benar dia terdengar terlalu egois dan juga sangat memaksakan diri untuk menggelar pernikahan Ahem dan Hayat pada masa itu, dimana dia sudah membuat perencanaan yang paling matang pada masa itu karena dia pikir setelah menikah akan sangat sulit untuk memisahkan dua orang yang saling mencintai, apalagi jika ada bayi di antara mereka, para orang tua untuk memisahkan anak-anaknya atas keegoisan mereka.
cukup lama mereka berdua saling berdiam diri di mana tuan Zuu dan nyonya Bii terus sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing, ada berbagai macam rasa yang berkacamuk di dalam hati mereka saat ini yang membuat mereka memilih untuk belum membuka suara sama sekali sehingga pada akhirnya setelah sekian lama waktu berlalu tuan Zuu mulai mengeluarkan suaranya untuk pertama kali selama dalam perjalanan mereka.
"aku tidak tahu jika kamu mencoba untuk berkhianat di belakang ku"
suara laki-laki tersebut menurunnya kekecewaan seakan-akan berkata istrinya telah bermain di belakangnya dan berkhianat soal banyak hal.
mendengar ucapan suaminya perempuan tersebut seketika menoleh ke arah tuan Zuu.
"aku tidak pernah berpikir untuk menghianatimu, berapa puluh tahun kita bersama sekalipun aku tidak pernah melakukannya"
"menikahkan Putri kita pada laki-laki asing tanpa sepengetahuan ku dan tanpa meminta restuku apakah itu bukan dikatakan sebagai satu penghianatan?"
dia bertanya tanpa mau melirik ke arah istrinya sedikitpun, menggenggam setir mobil dengan kencang sembari tuan Zuu mengeratkan rahangnya dan mencoba untuk menahan amarahnya.
"jangan pikir itu sebuah penghianatan Zuu, tidak ada pengkhianatan dalam cinta dua orang yang saling menginginkan dan mengharapkan untuk bersatu, mereka saling mencintai dan mereka ingin bisa bersama di antara dua kubu dan dua keluarga yang saling berperang dingin selama puluhan tahun bahkan mungkin entahlah aku pikir sudah masuk pada masa berabad-abad"
secepat kilat perempuan itu bicara sambil terus menatap kearah suaminya, dia tidak setuju atas apa yang diucapkan oleh laki-laki yang ada di sampingnya itu, bagaimana bisa pernikahan antara dua orang yang saling mencintai bisa dikatakan sebagai sebuah pengkhianatan.
__ADS_1
"Kamu tahu permusuhan ini bukan aku yang memulainya, tapi yang memulainya adalah keluarga Hillatop sendiri, pada masa itu aku masih bertoleransi karena mengingat apa yang dilakukan oleh All zigra untuk mencari keberadaanku setelah menang kelamin terjadi puluhan tahun yang lalu di antara kita, ketika aku berada pada masa kritis untuk berjuang pak antara hidup dan mati sedangkan kamu mati-matian mencoba untuk mencariku, aku sangat berterima kasih pada ini membuat kita kembali menyatu dengan aku berusaha itu menyembunyikan jati diriku dan tidak lagi bertemu denganmu yang mungkin membenciku"
Ucap laki-laki itu cepat kali ini dia berusaha untuk melirik kearah istrinya, dia bicara soal mengingatkan mereka akan peristiwa yang terjadi pada masa lalu.
"aku berusaha untuk berdamai dengan banyak waktu dan melupakan dendam dari generasi ke generasi karena aku bukan tipe orang yang bodoh yang harus menyimpan dendam begitu lama tanpa pernah kita tertahan Dari mana asal muasalnya dan siapa yang sebenarnya bersalah di masa lalu, tapi pada masa itu dia membuang kamu dari kehidupan Hillatop, apakah tahu bagaimana hasilnya perasaanku dan apa kau tahu bagaimana tersinggungnya aku?"
setelah berkata seperti itu tuan Zuu membuang pandangannya dia sama sekali tidak ingin menarik nafasnya, kemarahan masih menjadi-jadi dalam dirinya.
"aku merasa harga diriku tercabik-cabik dan perasaanku seolah-olah di hempaskan dan jutaan kesedihan menghantam diriku, melihatmu menangis seharian bahkan berhari-hari atau mungkin aku lupa apakah berminggu-minggu atau entahlah, dan aku tahu kau menyimpan banyak luka dan beban meskipun aku tidak tahu apakah kamu menyesal atau tidak memilihku, tapi aku tetap merasa bersalah dan merasa sangat sedih hingga hari ini atas apa yang dilakukan oleh mereka terhadap kita"
dia menjeda kalimatnya sejenak, kemudian laki-laki tersebut mencoba untuk memejamkan bola matanya untuk beberapa detik.
"bahkan pada kelahiran putra pertama kita yang bersamaan dengan salah satu putra mereka, kau tahu bagaimana pandangan All Zigra? di rumah sakit yang sama kami memperdebatkan sesuatu yang tidak penting dan nyaris melakukan baku hantam pada masa itu, laki-laki mengerikan tersebut membuatku marah begitu luar biasa karena ucapannya"
setelah berkata seperti itu, tuan Zuu mencoba menarik nafasnya.
"aku tidak pernah bicara padamu atau menceritakannya selama bertahun-tahun hingga telingamu sendiri yang mendengarnya, karena aku tahu ada perasaan yang harus aku jaga dan juga hati yang harus aku lindungi, aku marah pada laki-laki itu karena bagiku ucapannya melukai harga diriku"
"lalu kemarahanku semakin membuncang karena pada kejadian di masa lalu yang melibatkan Putri kita seolah dia berkata semuanya salah Hayat, padahal pada dasarnya aku tahu putranya lah yang membawa Putri kita untuk melakukan pertemuan di panti asuhan tersebut"
mendengar ucapan suaminya sejenak membuat nyonya Bii terdiam, wanita itu memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu sembari mencoba untuk menetralisir detak jantungnya.
__ADS_1
"Bahkan kau tahu dia mengacungkan senjata pada Putri kita juga padaku? dan pada masa itu kemarahanku benar-benar meledak-ledak, aku bersumpah pada hari itu dengan nama Allah SWT, aku tidak akan pernah memberikan sedikit mencela pada salah satu keluarganya untuk mau dan bisa terhubung dengan keluarga kita, sampai mati pun aku tidak akan pernah memaafkan laki-laki tersebut dan tidak akan pernah membuat ikatan darah di antara keluarga kita berdua meski dalam keadaan apapun"
setelah berkata seperti itu tuan Zuu tidak mau lagi melanjutkan ucapannya, nyonya Bii terlihat diam, mencoba untuk menetralisir perasaannya.