
Ya ampun.
Hayat berusaha untuk menahan nafasnya, Alih-alih peduli pada mobil yang dia tabrak dia buru-buru menatap motor kesayangan nya.
"Oh god..."
Dia seketika menjongkok kan tubuhnya, mencari bagian-bagian yang membuat dia resah dengan keadaan.
Di ujung sana Lucas terlihat kesusahan untuk berdiri, kepalanya terasa berdenyut dan tubuh nya Seolah-olah habis di hajar masa.
Ahem yang keluar dari mobil nya seketika langsung melihat apa yang terjadi, dia menaikkan ujung alisnya saat sadar sebuah motor besar GP menabrak Mobil nya tanpa perasaan.
Tidak tahu siapa yang mengendarai nya, yang jelas dia sama sekali tidak bisa melihat wajah sang penabrak karena ditutupi oleh full helm dengan pakaian ketat yang menampilkan lekukan tubuh sang empunya.
Terkutuklah Ahem pikir itu seorang perempuan.
Kini bola mata laki-laki tersebut menatap ke arah mobilnya, bagian kap belakang jelas penyok, dan jangan ditanyakan bagaimana selanjutnya, bisa di bayangkan berapa yang harus dikeluarkan untuk mendandani mobil tersebut saat ini.
Alih-alih meminta maaf, dia pikir bagaimana bisa yang pengendara Motor lebih memikirkan motor nya dari pada mobil yang ditabrak nya.
Laki-laki tersebut seketika menepuk pundak gadis tersebut.
Mendapat kan sebuah tepukan di bahu nya, seketika Hayat terkejut, dia terlihat panik, berusaha untuk menutup helm nya dan sana sekali tidak berani untuk membuka helm nya.
Tapi tidak dipungkiri dia menatap sosok laki-laki dihadapan nya itu dengan seksama, cukup membuat dia terpesona karena....
Otot kekar nya.
Oh my god, kenapa dia benar-benar berotot? jika di sentuh bagaimana isi dalam pakaian nya?!.
Eh salah.... bagaimana isi dalam baju nya? maksud ku dada nya?!.
Batin Hayat sembari menatap otot kekar laki-laki dihadapan nya, seketika rasa gemas menghantam dirinya.
__ADS_1
Aiyooooo kenapa aku harus bertemu dengan manusi bertubuh se seksi diri nya?!.
Gadis tersebut terus membatin dengan sempurna.
"Bibi apakah anda mabuk saat mengendarai motor? tidak bisakah melihat dengan jelas lampu sein atau lampu traffic 🚦 yang bergerak di persimpangan?"
Ahem bertanya dengan cepat, sebenarnya dia cukup kesal tapi mencoba menahan bentuk kesabaran nya melihat lawan nya adalah seorang perempuan.
Tidak paham kenapa perempuan tersebut enggan membuka helm.
"Ya? bi..bi?"
Hayat seketika membulatkan bola matanya.
Bibi? yakkk kau pikir aku setua itu?!.
Rasanya darah hayat terasa begitu mendidih saat laki-laki tersebut memanggil nya bibi.
Oh god, Kau tidak melihat kecantikan ku dulu? aku bahkan jauh lebih muda dari pada kamu tuan, bagaimana bisa kamu memanggil ku bibi.
Dia sangat keterlaluan sekali.
Keluh Hayat lagi.
"aku tidak tahu berapa usia mu bibi, tapi yang jelas ini benar-benar sangat merugikan dikala waktuku benar-benar sangat menyempit, so... mari kita selesaikan semua nya sekarang juga tanpa harus terlalu banyak basa-basi"
Ucap Ahem cepat, laki-laki tersebut terus melirik ke arah jam tangannya dia pikir ini benar-benar sangat, Nadine jelas sudah menunggu nya dengan gelisah sejak tadi.
"Begini tuan aku pikir.... bisakah anda.. maksud ku aku lupa membawa dompet ku... bisakah membayar ganti ruginya nanti? sebab aku sangatttt terburu-buru saat ini"
Hayat bicara sedikit panik, dia jelas saja bingung, baru ingat tidak membawa dompet nya sama sekali.
"Oh god, bibi pikir siapa yang akan mempercayai ucapan orang lain? meninggalkan tempat kejadian perkara tanpa jaminan apapun? tidak membawa dompet Benar-benar lagu lama bibi"
__ADS_1
Ahem terlihat menatap tidak percaya pada perempuan dihadapan nya.
Mendengar laki-laki tersebut kembali memanggil nya bibi ssksguu membuat ekspresi masam wajah Hayat.
"Yakkk aku bukan bibi-bibi, aku ini bahkan bisa jadi lebih muda 10 tahun dari mu paman"
Jawab hayat kesal.
Mendengar Hayat meneriaki nya seketika membuat Ahem menaikkan ujung alisnya.
"Masih anak-anak? tanpa kartu identitas? apa kita harus membawa kasus nya ke polisi? aku pikir mereka bergerak mendekat kemari!"
Saat Ahem berkata begitu, seketika bola mata Hayat membulat.
Oh my god.
Gadis tersebut seketika terbelalak kaget, kebetulan atau tidak sebuah mobil polisi mendekati mereka.
Lucas berjalan sedikit sempoyongan dari ujung sana, masih sambil memegang kepalanya dan merasakan nyeri di sekujur tubuh nya, laki-laki tersebut berjalan mendekati Hayat dan Ahem.
Oh demi dewa Neptunus atau bahkan demi Spongebob Squarepants serta seisi bikini bottom please maafkan aku.
Hayat secepat kilat menarik lengan Lucas, gadis tersebut kemudian berkata.
"Paman dia yang akan menyelesaikan semua nya, percayalah dia Sangat kaya raya dan bisa menggantikan semua kerugian anda tanpa sisa"
Ucap hayat cepat kemudian tanpa harus berpikir dua tiga kali gadis itu pikir dia harus kabur sejuta langkah sekarang juga.
Apa?.
Lucas yang mendengar ucapan Hayat seketika langsung terkejut dia sedikit bingung kemudian menoleh karena laki-laki yang ada di hadapannya.
Alih-alih sempat bicara kepada Hayat, tiba-tiba gadis tersebut lari dengan secepat kilat meninggalkan kedua orang itu dengan keterkejutan yang begitu mendalam.
__ADS_1
"Apa... Heim Hazal...yakkkk... Heim Hazal......"
Lucas seketika berteriak panik melihat Hayat yang tiba-tiba kabur dan lari tunggang langgang.