
Hotel xxxxxxx
pusat kota
Setelah selesai dengan sesi mandi nya, Hayat seolah-olah menyadari soal sesuatu, gadis tersebut menepuk jidatnya sejenak karena lupa membawa pakaiannya sebab tadi terburu-buru masuk kekamar mandi cuma bawa Linge..rie yang diberikan mommy Nadya di tangan nya tadi.
Dia gusar dan gelisah, menggunakan nya dengan cepat karena dingin.
"alamakkkkk?'
Tanda tanya begitu banyak di atas kepalanya, baru sadar bagaimana rupa dia memakai nya.
"Ini terlalu seksoi"
Ucap nya dengan bibir melengkung, berpikir untuk melepas kan nya dan menggunakan handuk mandi, mungkin sebaiknya keluar dari kamar mandi dan mencari pakaian ganti.
"Hmmm Hmmmm tunggu dulu kan tidak ada pakaian ganti?."
Dia galau setengah mati.
"Ahhh baju Ahem"
Lampu di kepalanya menyala, dia pikir baju Ahem jelas akan jauh lebih nyaman dari pada Linge..rie.
Hayat buru-buru hendak melepaskan pakaian nya tapi keburu Ahem mengetuk pintu dan menyembulkan kepalanya.
"Aiyooooo?"
__ADS_1
Hayat terkejut, membalikkan tubuhnya dengan spontan, dia mengedipkan bola mata nya berkali-kali.
"Mau makan apa? aku pikir...."
Ahem baru akan bicara, menatap kearah Hayat sejenak tapi seketika bibir nya bungkam saat melihat penampilan istrinya.
Bayangkan bagaimana ekspresi Ahem saat melihat Hayat menggunakan Linge..rie merah menyala, menampilkan seluruh permukaan kulit dan lekuk tubuhnya, terlalu menyilaukan mata, sejenak laki-laki tersebut menelan salivanya.
"Hahahaha aku dapat dari mommy Nadya..."
Si somplak menjawab dengan polos, sudah tau Ahem tidak bertanya, bisa-bisa nya bibirnya dengan spontan berkata begitu.
"Hadiah pernikahan"
Lanjut nya lagi, cukup tegang, mencoba mengangkat handuk ditangan nya, terlihat malu-malu dan berusaha menutupi tubuhnya.
Hayat bicara sambil berusaha bergerak keluar dari kamar mandi, mendekati Ahem dengan wajah memerah.
"Aku tidak tahu harus pakai baju apa, semua barang-barang ku di bongkar oleh seseorang, di koper hanya ada pakaian kamu, apa aku harus pakai pakaian kamu?"
Hayat terus bicara sambil bertanya, mencoba tidak menatap Ahem karena tidak enak, pakaian nya benar-benar mengganggu.
"Benarkah?"
Ahem bertanya sambil menaikkan ujung alisnya, dia pikir itu pasti ulah mommy nya, wanita itu pasti ingin mengerjai mereka.
"Ini jelek yah?"
__ADS_1
Hayat kembali bertanya.
"Tidak, itu cantik, gunakan untuk ku bukan masalah, tapi tidak untuk yang lain"
"Yah mana mungkin aku menggunakan nya didepan orang lain"
Monyong Hayat munyung-munyung.
"Dia bergerak mendahului Ahem, tidak tahu jika laki-laki tersebut berulang kali menelan salivanya.
"Mau makan apa?"
Ahem mengikuti langkah Hayat, bertanya dengan cepat, sembari bola matanya menatap kearah seluruh bagian tubuh belakang istrinya.
kepalanya terasa berdenyut-denyut secara tiba-tiba, dia pikir sepertinya dia terserang demam, demam mendadak di malam hari, mungkin dia butuh minyak angin dan juga alat kerokan untuk meredakan demam nya yang menghantam tiba-tiba.
"bisakah aku memilih masakan Korea? aku pikir aku ingin makanan panas dan pedas yang berkuah, bisa meningkatkan naf.su makan dan cukup mengenyangkan jika di konsumsi malam hari"
lanjut gadis tersebut lagi.
tidak tahu kenapa saat dia mendengar Hayat bicara, sepertinya otak ayam sedikit ngeblank dan tidak nyambung dengan apa yang diucapkan oleh Hayat, pemikirannya berkelana entah ke mana-mana.
sejenak laki-laki tersebut menggeleng-gelengkan kepalanya.
"aku akan memesannya dengan cepat"
jawab laki-laki tersebut kemudian, mencoba untuk menyingkirkan pemikiran-pemikiran aneh di kepalanya, dia buru-buru langsung menyambar telepon dan mencoba untuk memesan beberapa makanan sesuai dengan kemauan sang istrinya.
__ADS_1