Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Tempat yang sama lagi


__ADS_3

Kediaman sementara Ahem


pagi


Hayat terlihat menggeliat di dalam tidurnya untuk beberapa waktu, rasa lelah dan pening menghantam dirinya menjadi satu, dia mencoba untuk membuka bola matanya ketika dia merasa sinar matahari menerjang wajahnya dan membuat panas bagian wajah dan matanya.


gadis tersebut mencoba untuk menggeliat sembari membiarkan tangan kanannya sedikit menutupi pipi nya dan juga bola matanya.


Gadis itu dengan perasaan berat mencoba membuka bola matanya tapi rasanya sulit sekali untuk terbuka, sakit di kepalanya terus menghantam dirinya dan dia pikir dia cukup haus saat ini.


gadis tersebut kembali mencoba untuk meminjamkan bola matanya sembarinya tangan kanannya mencoba meraba-raba segala sesuatu yang ada di sekitarnya, dia mencoba untuk mencari air minum membutuhkan sesuatu untuk melegakan tenggorokannya.


namun saat dia marah-marah ke sisi sebelah kanan kasurnya, gadis tersebut langsung mengerutkan keningnya, dia pikir dimana cangkir khusus air minumnya dan botol khusus air minumnya?.


Sebab seingatnya para pelayan atau bahkan terkadang dirinya sendiri meletakkan botol air minum dan cangkir itu di sana, hingga akhirnya dengan perasaan malas dan juga diiringi resep pusing yang menghantam dan melanda Hayat memaksa dirinya untuk membuka bola matanya.


Satu detik,


dua detik,


tiga detik.


Hayat membuka bola matanya sembari berusaha mengedip-ngedipkan bola matanya untuk beberapa waktu.


sejenak dia membeku, namun di detik berikutnya dia langsung bangun dari tempat tidurnya tanpa berpikir dua tiga kali.


Hahhhhh??Haiyaaaaaa dimana ini?!.


seketika gadis tersebut menjadi panik, dia jelas langsung bangun dari posisi tidurnya dengan cepat.


Mommy...ada apa ini?!.

__ADS_1


Hayat secepat kilat bergerak dari sana, mencoba berlarian ke arah depan menuju pintu kamar, namun di detik berikutnya tiba-tiba dia ingat Handphone nya.


tunggu dulu.


gadis tersebut kembali berbalik dan berlarian menuju ke arah kasur, mencari handphone nya dengan cepat.


meskipun dalam keadaan apapun itu, Handphone tetap menjadi prioritas utamanya, dia mencari di sepanjang bagian kasur, menari selimut bantal dan lain sebagainya hingga akhirnya Gadis tersebut menemukan handphonenya.


setelah mendapatkan handphone nya, dia langsung buru-buru kembali lari menuju ke arah pintu, mencari tahu sebenarnya ada di mana dia saat ini.


bola Hayat mencoba menelisik di sekitar kiri, kanan dan depannya. seketika garis tersebut tercekat dan seolah-olah dia ingin akan sesuatu.


Hahhh tempat ini lagi?!.


dia ingat, dia pernah berada di tempat ini sebelumnya, dia lagi-lagi dia berpikir kenapa dia berada di tempat ini, ayat mencoba untuk menggerak-gerakan tubuhnya dan juga kedua belah pahanya, dia pikir apa dia melakukannya lagi?.


siapa pemilik tempat ini?!.


Hayat mencoba untuk menebak-nebak.


seketika sekelebat ingatan di mana dia mabuk dan pergi dengan laki-laki bertopeng menghantam dirinya, tapi Hayat pikir bukankah semalam dia pergi bersama mister Ahem?!.


gadis itu mencoba menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, ketika bola matanya berbulan saat dia melihat seorang pelayan bergerak dari lantai bawah menuju ke atas.


"Bibi?"


dia pikir bukankah itu wanita yang sama saat dia berada di tempat ini?!.


"katakan padaku kenapa aku ada di sini dan siapa yang membawaku ke sini?"


gadis tersebut bertanya dengan sedikit panik, dia mencoba untuk melacak-acakan rambutnya.

__ADS_1


"semalam anda mabuk nona, dan tuan membawa anda kemari lagi"


oh god benar bukan? lagi? artinya ini menang tempat kemarin.


batin Hayat.


gadis tersebut mencoba untuk mengingat-ingat apa yang terjadi semalam.


Sekelabat ingatan menghantam dirinya, di mana dia mengecoh Ahem dengan dirinya dan saudara kembarnya, dia panik dan minum cukup banyak, dia pikir dia mabuk, dibawa oleh laki-laki tersebut pergi dan..


demi apapun tiba-tiba samar-samar dia mengingat sesuatu, dia yang nakal, mencoba menggoda Ahem dan...


"Akhhhh my god"


seketika Hayat langsung berteriak histeris dia menutup mulutnya dengan panik.


wanita yang ada di hadapannya jelas saja menatapnya dengan perasaan bingung.


Aku mencium nya.


Oh no....!!!.


bayangkan bagaimana ekspresi wajah Hayat saat ini.


"katakan padaku di mana laki-laki itu, Bi?"


seolah-olah sadar dengan keadaan dia mencoba bertanya di mana laki-laki tersebut saat ini.


"Tuhan meninggalkan sebuah surat untuk Nona, anda bisa melihatnya dan membacanya saat turun ke bawah dan menikmati sarapan pagi anda, nona"


ucap wanita tersebut sembari menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Hah?"


Mendengar ucapan wanita tersebut langsung membuat Hayat langsung mengerutkan keningnya.


__ADS_2