
"Tidakkah bisa kamu berhenti memanggilku,mister?"
tiba-tiba suara ahem memecah keadaan, membuat gadis tersebut langsung berhenti memunyungkan bibirnya.
Bagaikan gulungan kaset jaman baheulak yang kembali ke rekaman awalnya, seketika Hayat membuka bola matanya dan langsung mengerutkan keningnya.
"Ah?"
Seperti orang bodoh dia bertanya.
"Kata mister benar-benar mengganggu ku, Hayat"
Ucap Ahem lagi.
Dan realita nya kenyataan tidak Sesuai ekspektasi, dia sudah berharap mendapatkan ciuman dari laki-laki tersebut, nyata nya hanya protes yang berkata laki-laki tersebut keberatan atas panggilan nya pada Ahem.
Wajah Hayat seketika memerah karena malu.
"Hahahahaha baiklah"
Gadis tersebut buru-buru membuang wajah nya, berusaha menghadap ke arah pintu mobil sambil berusaha memejamkan bola matanya karena malu.
Aiyooooo apa yang kau pikirkan Hayat? ini sungguh memalukan.
Batin Hayat sambil memegang pintu mobil dengan perasaan yang sangat terluka.
Ditengah rasa malu dan perasaan terluka nya, tiba-tiba saja Ahem muncul disampingnya, membuka pintu mobil dan mengulurkan tangannya secara perlahan.
"Come"
Ucap Ahem sambil mengembangkan senyuman nya.
Hayat pada akhirnya menyambut uluran tangan laki-laki tersebut sembari dia menatap ke arah depan nya,
laki-laki tersebut membawa nya untuk makan ke restoran xxxxxxxx pusat kota yang menyajikan menu masakan minang.
__ADS_1
Hal tersebut jelas membuat Hayat bingung.
"Kamu tahu kesukaan ku?"
Bayangkan bagaimana ekspresi wajah Hayat saat ini, dia terlihat begitu bahagia saat Ahem tahu apa yang paling dia suka.
"Tentu saja, aku bisa menerawang nya"
Jawab Ahem sedikit usil.
"Aihhh menerawang?"
Lagi kepalanya jauh melanglang buana kemana-mana.
"Aku sedang memikirkan soal menerawang"
Ucap Hayat cepat.
"Oh sayang please, berhenti berpikiran yang tidak-tidak"
"Hehehe"
Hayat seketika tertawa kecil.
*****
Disisi lain
Tuan Allzigra terlihat membawa mobil nya dengan cepat menuju ke arah depan, dia sesekali melirik kearah jam limited edition di tangannya.
"Sayang kendalikan kecepatan mu"
Nyonya Nadya mommy Ahem terlihat berusaha mengingatkan suaminya ketika dia melihat laki-laki tersebut mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tidak normal menurut nya.
"Kamu bukan lagi muda seperti dulu sayang"
__ADS_1
Lanjut wanita itu lagi.
mendengar ucapan istri nya seketika membuat Allzigra terkekeh kecil.
"Aku lupa jika tidak muda lagi"
Ucap nya cepat.
Mereka harus cepat bergerak menuju kearah restoran xxxxxxxx, karena dia memiliki janji temu dengan relasi bisnis nya saat ini, Allzigra type orang yang selalu tepat waktu dan dia paling enggan membuat janji dengan mengulur waktu.
Begitu tiba di depan sebuah restoran yang terletak di sisi kanan mereka, seketika laki-laki tersebut membelokkan mobilnya secara perlahan kearah sisi kanan tersebut, mencari posisi terbaik untuk memarkirkan mobilnya dengan cepat.
Begitu mobil telah terparkirkan dengan sempurna, laki-laki tersebut segera turun dari mobilnya kemudian langsung memutar ke arah pintu mobil di mana istrinya berada, mendapatkan perlakuan manis dari suaminya yang sejak dulu hingga kini tidak pernah berubah, seketika membuat wanita tersebut mengembangkan senyuman bahagia nya.
"Mungkin aku akan sedikit lama membahas pekerjaan dengan mereka, kamu tidak Masalah menunggu sejenak di kursi yang berbeda, sayang?"
Tuan Allzigra bertanya cepat.
Mendengar ucapan suaminya, Nadya buru-buru mengangguk kan kepalanya.
Dia baru akan menjawab ucapan suaminya, namun tiba-tiba bola mata nyonya Nadya tertuju pada satu pemandangan yang cukup mengejutkan.
Ahem? Hayat?!.
Dia mengerutkan keningnya.
Apa yang mereka lakukan disini?.
Dia membatin.
tidak tahu kenapa tiba-tiba hati nya menjadi gelisah.
Apa mereka berkencan?!.
Kembali sebaris tanya melesat didalam pikirannya.
__ADS_1
Mungkin jika iya dia akan bahagia, tapi hubungan kedua orang tersebut jelas tidak mungkin terjadi, suaminya Allzigra tidak mungkin menyetujui nya, mengingat bagaimana permusuhan generasi demi generasi terjadi di masa lampau hingga masa kini yang tidak pernah meredam bagaikan bara api yang semakin lama semakin berkobar dan menyala-nyala tanpa solusi.