Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Tanggung jawab dan bakti


__ADS_3

Disisi lain


"Mom?


dengan napas tersengal-sengal laki-laki tersebut baru saja tiba di rumah sakit xxxxxxx pusat kota.


Netranya beradu dengan netra mommy nya, gurat kekhawatiran Menghantam dirinya, di sepanjang perjalanan tadi yang dia pikirkan adalah jangan sampai sesuatu yang buruk terjadi pada laki-laki tua dalam keluarga Hillatop tersebut, sejujurnya semua orang masih membutuhkan seorang All Zigra di antara mereka, dan semua orang masih ingin daddy nya baik-baik saja hingga putra-putri mommy dan daddy nya sudah membina rumah tangga dan juga memiliki anak-anak mereka.


panjang umur menjadi harapan satu-satunya dari Ahem untuk daddy nya.


Ahem langsung memeluk erat tubuh mommy nya ketika dia telah tiba di rumah sakit dan masuk ke ruangan di mana daddy nya dirawat, seperti ketakutan di awal terngiang jutaan kekhawatiran yang menghantam laki-laki tersebut, bisa dilihat rona cemas menghiasi wajah tampan Ahem saat ini.


"Son"


Begitu melihat putranya mommy Nadya langsung memeluk balik putranya tersebut untuk beberapa waktu, menenggelamkan dirinya ke dalam dekapan laki-laki itu, mencoba untuk menetralisir emosi naik turun dalam kekhawatiran yang menghantam dirinya sejak tadi.


meskipun dia terkejut dengan kehadiran Ahem namun tidak dipungkiri putranya lebih pintar daripada dirinya dalam mencari informasi, meskipun dia tidak ingin membicarakannya pada Ahem soal kondisi suaminya, cepat atau lambat putranya tersebut pasti akan tahu juga.


"kenapa tidak mengangkat panggilanku dari handphone Daddy mom?"


Ahem bertanya begitu lembut pada mommy nya, melepaskan pelukannya dan menatap dalam bola mata wanita paruh baya lebih tersebut.

__ADS_1


"Mommy tadi meninggalkan nya tas mommy, Enrico baru saja mengambil nya"


Bohong nya dengan cepat.


realitanya dia memang sengaja tidak mengangkat panggilan Ahem, tidak ingin membuat putrinya khawatir dan datang menemui mereka, rupanya apa yang dia rencanakan tidak berjalan lancar sesuai kemauannya.


Mendengar Jawaban mommy nya Ahem tampak diam, memilih menoleh ke arah sisi kanannya dimana sang daddy tengah berbaring Lemah di atas ranjang rumah sakit.


laki-laki tersebut terlelap di dalam tidurnya karena baru saja melewati proses cukup panjang berkutat dengan nyawa antara hidup dan mati.


"Apa semua buruk?"


Ahem tidak ingin menanyakan berita baiknya, iya lebih suka mendengarkan berita buruknya terlebih dahulu.


Nyonya Nadya bercerita, berjalan mengikuti langkah putra nya yang bergerak mendekati ranjang dimana suami nya berbaring dan terlelap.


"Jantung nya tidak baik-baik saja"


Lanjut Mommy Nadya lagi.


mendengarkan ucapan mommy nya, Ahem terlihat diam, sejak dulu mereka sudah tahu jika laki-laki tua itu memiliki masalah dengan jantungnya, seiring berjalannya waktu dan menuainya umur sesehat apapun seseorang pada akhirnya akan ada saja penyakit yang menghantam karena termakan usia.

__ADS_1


Ahem memejamkan sejenak bola matanya, dimana mommy nya secara perlahan duduk di kursi besi disamping ranjang daddy nya berbaring.


"Apa Gao dan yang lainnya sudah tahu?"


Dia bertanya sambil menoleh kearah Mommy nya tersebut, berharap jika semua orang saat ini belum tahu kondisi laki-laki tersebut.


"Belum"


Mommy nya menggelengkan kepalanya secara perlahan.


"jangan beritahukan pada mereka tentang kesehatan daddy, biar aku yang akan menghandle semuanya tanpa terkecuali"


Jawab Ahem kemudian dengan cepat.


Mendengar ucapan putranya, mommy Nadya terlihat diam, dia kemudian meraih tangan Ahem lantas meletakkan telapak tangan Kokoh tersebut ke pipi kanan nya.


"Pada akhirnya kamu lagi yang mengambil semua beban kami"


Ucap nya pelan sambil memejamkan bola matanya.


"Ini bukan beban mom, ini tanggung jawab dan bakti seorang anak pada kedua orang tuanya, jasa dan pengorbanan kalian tidak sebanding dengan apa yang aku lakukan untuk kalian"

__ADS_1


Laki-laki tersebut menjawab, membiarkan dirinya memeluk tubuh Mommy nya dari arah belakang dengan cara sedikit menjongkok.


"Ini bakti ku mom sebagai putra tertua di kekuarga Hillatop". Lanjut nya lagi kemudian.


__ADS_2