Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Jangan khawatir soal apapun


__ADS_3

Mansion utama Ahem


Kamar utama Ahem dan Hayat.


Sang istri menatap suaminya sejak tadi, dimana bisa Hayat lihat Ahem baru selesai dari sesi membersihkan dirinya dan bergerak menuju ke arah kasur dimana dia telah menyiapkan pakaian untuk suaminya tersebut.


Dia menghela pelan nafasnya, bergerak mendekati Ahem kemudian memeluk laki-laki tersebut secara perlahan dari belakang, dia membiarkan pipinya menyentuh punggung te.lanjan.jang tersebut secara perlahan.


Ahem yang baru meraih pakaiannya langsung menghentikan gerakan tangannya, memilih mengurungkan diri mengambil pakaian nya, menyentuh lembut tangan Hayat secara perlahan.


"Ada apa hmmm?"


Laki-laki tersebut bertanya lembut, mengelus punggung tangan istrinya untuk beberapa waktu.


"Sudah yakin dengan semuanya?"


Hayat bertanya khawatir, membiarkan dirinya tenggelam dalam punggung kokoh tersebut, dia jelas saja khawatir karena bagi nya keputusan Ahem bertemu papa nya jelas keputusan gila yang cukup membuat dia takut dengan keadaan.

__ADS_1


Daddy Zuu memang bukan tipikal laki-laki yang gampang marah, papa nya merupakan sosok laki-laki yang selalu bergerak tenang tanpa banyak bicara tapi tidak dipungkiri jika laki-laki tersebut bisa menghancurkan siapapun yang ada di hadapannya ketika dia merasa tidak suka dengan apa yang dirasakannya apalagi itu menyangkut dirinya.


Dia dan papa nya seolah-olah sejak kecil memang telah memiliki ikatan batin yang kuat antara satu dengan yang lainnya, dan papanya jauh lebih menyayangi dirinya daripada kakak laki-lakinya, sedikit saja tubuh hanya terluka laki-laki tersebut bisa menggila bahkan tidak segan untuk menghancurkan siapapun yang ada di sekitarnya.


pada masa lalu saat tragedi di masa kecilnya terjadi laki-laki tersebut pernah begitu marah dan hampir membunuh siapapun yang ada di sekitarnya, bahkan menyatakan peperangan besar dengan keluarga Hillatop atas nyawa Hayat yang hampir menghilang karena dia mencoba menyelamatkan Ahem pada masanya.


"Jika aku melihat putra Hillatop ada yang berani mencoba mendekati putri ku, maka aku akan memastikan akan melenyapkan siapapun di antara mereka dengan tangan ku sendiri tanpa berpikir dua tiga kali"


Dia ingat betul bagaimana papa nya memperingati keluarga tersebut pada masa itu.


"Dan Jika aku melihat putri mu bertemu dan berteman dengan salah satu keluarga Hillatop dan dia menyebutkan pada ku dari mana dia berasal, akan aku pastikan akan melenyapkan dia juga tanpa berpikir dua tiga kali"


Karena nya saat dia berteman dengan putri Hillatop, dia tidak pernah mau menginjakkan kakinya ke kediaman Hillatop, bahkan dia tidak pernah menyebutkan nama nya depan nya atau nama belakang nya pada siapapun tanpa terkecuali, dia pikir siapapun yang bertemu dengan nya seolah-olah merupakan bagian dari keluarga tersebut.


meskipun tidak dia pungkiri Untie Nadya begitu menyukainya dan selalu menggoda nya setiap mereka bertemu, dia tetap takut terhubung dengan keluarga tersebut secara terang-terangan.


Bahkan dia dan Nadine menyimpan rapat-rapat hubungan mereka, dan dia hanya tahu pada kakak Nadine yang ke-dua karena Ahem memang tidak pernah tinggal di Indonesia setelah kejadian di masa lalu yang menimpa mereka.

__ADS_1


Lalu siapa sangka sejauh perpisahan mereka, pada akhirnya takdir tetap mempertemukan mereka, dan Hayat tidak bisa menghindari takdir yang digariskan oleh tuhan atas jodoh mereka berdua.


"Kamu tahu sayang?"


Tiba-tiba Ahem bicara, membalik tubuhnya secara perlahan, menatap dalam wajah Hayat sembari dia menyentuh lembut pipi istrinya.


"Sebuah persoalan jika di diamkan pada akhirnya tidak mendapatkan sedikit pun penyelesaian, semua akan semakin pelik dan rumit dan semakin membuat persoalan tersebut melebar tanpa pemecahan permasalahan nya, tapi ketika kita bergerak mencari jalan keluar nya, semua akan mengerucut meskipun awalnya kita harus mati-matian lebih dulu untuk menyelesaikan nya, dalam hidup ini yang paling sulit menyelesaikan masalah, hanya orang-orang pengecut yang suka lari dari masalah mereka"


Laki-laki tersebut bicara, mencoba menyakinkan Hayat atas segalanya.


"Aku yakin papa Zuu tidak akan membunuh ku jika kami bertemu, mungkin aku hanya sedikit terluka karena terkena bogem mentah, tapi itu tidak akan membuat ku jadi seorang laki-laki pengecut yang mengambil seorang nanak gadis tanpa izin dari pemilik nya bukan?"


Lanjut laki-laki tersebut sambil mengembangkan senyuman nya.


"Satu hari jika kita dipercaya, aku akan jadi seorang ayah, dan aku tidak ingin hukum karma berjalan karena kebodohan ku atas apa yang aku lakukan pada masa ini hmm"


Setelah berkata begitu, Ahem memeluk erat tubuh istrinya, membiarkan Hayat memikirkan ucapan nya.

__ADS_1


"Maafkan aku,aku hanya takut dengan seluruh keadaan ini"


Ucap Hayat pelan sembari memejamkan bola matanya, menenggelamkan dirinya dalam pelukan Ahem untuk waktu yang cukup lama.


__ADS_2