
Hotel xxxxxxx
pusat kota
Paris.
"Aahhhhhh"
begitu pintu kamar hotel terbuka seketika Hayat langsung membulatkan bola matanya, gadis tersebut terpakik kaget dan langsung berbalik menuju ke arah Ahem, dia memeluk laki-laki yang berdiri di belakangnya tersebut dengan cepat.
"Sayang?"
Ahem bingung.
"Ahhhhh ini membuat ku kehilangan kata-kata"
Ucap Hayat cepat.
"Barusan kamu bicara"
Goda Ahem kemudian.
Wajah Hayat langsung memerah.
"Aiyooooo ishhhh"
Hayat langsung mencubit pinggang Ahem, tidak mau melepas kan pelukan nya karena bahagia.
"Ini terlalu Indah, aku takut kehilangan tiap moment berharga nya satu hari nanti"
Seketika Hayat berkaca-kaca, ketakutan menghantam dirinya, takut semua berubah dan takut Ahem tidak seperti ini lagi kedepan nya.
__ADS_1
"Kalau begitu kita bisa terus membuat nya, dk acara universary atau bahkan hari-hari tertentu saat kesibukan tidak memadat, menumbuhkan kembali cinta ketika kita sampai pada titik dimana kita takut mulai berubah"
Ahem bicara dengan cepat, mencoba bicara dan mengingatkan Hayat.
"Beritahu aku saat lupa, jangan takut memberikan pendapat karena itu adalah Salah satu konsep dalam berumah tangga"
Lanjut laki-laki tersebut lagi.
Hayat menganggukkan kepalanya dengan cepat, gadis tersebut pada akhirnya langsung melepaskan pelukannya, iya kembali berbalik atas menata suasana kamar hotel ini dibooking oleh Ahem.
ini adalah kamar hotel untuk malam pertama mereka.
Ah tidak, lebih tepatnya malam kedua, setelah malam tragedi memalukan dulu.
Ohhhhh.
seketika Hayat menggeleng kan kepala karena malu jika ingat apa yang dilakukan nya dulu.
Hayat berjalan perlahan melewati banyaknya taburan bunga di sisi kiri kanan depan belakang kamar hotel tersebut, seketika rasa malu menyuruh waktu dalam dirinya mereka telah sampai sejauh ini pikirnya.
tiba-tiba ingatan pertemuan mengingatkan Hayat ketika gadis tersebut melangkah secara perlahan ke arah depan, rasanya cukup lucu pertemuan kembali mereka kala itu.
mana dia tahu jika Ahem adalah laki-laki di masa lalunya, insiden tabrakan pada saat itu menghantarkan mereka pada hubungan yang tak terduga, membuat ahem secara perlahan mengenali dirinya.
dan pada akhirnya mereka sampai pada titik ini,telah mengikat sumpah janji setia sehidup semati bersama, dalam keadaan apapun dan dia berharap semua akan dipermudah.
gadis tersebut melangkah menuju ke arah sisi kanannya di mana terdapat ranjang yang kasurnya mendominasi berwarna putih dan di tengah-tengahnya telah di kelilingi kelopak bunga mawar dengan gambar hati lilin aromaterapi memenuhi ruangan tersebut menambah suasana romantis semakin mendalam.
Ahem ikut melangkah maju ke depan mendekati Hayat, memilih duduk tepat di samping gadis tersebut kemudian laki-laki itu berkata.
"aku harap kau menyukainya"
ucap Ahim pada Hayat.
__ADS_1
yang diajak bicara langsung menganggukkan kepalanya kemudian menjawab.
"tentu saja aku suka, ini begitu cantik dan luar biasa"
ucapnya sembari mengembangkan senyuman terbaiknya.
"aku pikir Tuhan aku tidak mungkin membuat kejutan yang begitu indah"
gadis tersebut menggoda akhir sembari bola matanya terus menatap laki-laki tersebut begitu dalam dan hangat.
tentu saja dia terkejut saat dia tahu Ahem rupanya memiliki sisi romantis yang tersembunyi, padahal ahem tipe laki-laki yang datar-datar saja, senyumannya pun begitu putus dan apa adanya, mana dia tahu laki-laki tersebut memiliki sisi romantis dan bahkan mampu membuat kejutan-kejutan tidak terduga untuk dirinya.
mendengar ucapan hayat laki-laki itu tampak mengulum senyumannya.
"aku tidak bisa memikirkan dengan banyak bagaimana cara membuat kejutan untuk seseorang, masih sedikit membutuhkan bantuan Ayana untuk melakukan nya"
Jawab Ahem kemudian.
"Aku menelpon nya dan bertanya, cukup memalukan karena dia malah tertawa saat aku bertanya soal kejutan"
"Benarkah?"
Hayat jelas membulatkan bola matanya, cukup terkejut dengan pengakuan Ahem.
Laki-laki tersebut menganggukkan kepalanya.
Bayangin bagaimana perasaan Hayat mendengar pengakuan laki-laki yang telah menjadi suaminya tersebut.
Mereka pada akhirnya diam sesaat, seketika bola mata mereka bertemu antara satu dengan yang lainnya, Jantung Hayat tiba-tiba berdetak dengan begitu kencang diikuti Ahem yang serba salah.
"Aku pikir sebaiknya aku mandi dulu"
Bisa-bisanya Ahem Berkata begitu sambil mengusap-usap tengkuknya untuk beberapa waktu.
__ADS_1