Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Dua keluarga yang tidak saling menyukai


__ADS_3

Semua belum benar-benar mereda saat Hayat menyentuh lembut bahu Ahem, Gao masih terlihat marah tapi Ayana mampu menjinakkan sang ular berbisa.


Luar biasa.


itu yang ada di kepala Hayat saat sahabatnya mampu meluluh lantakkan sifat keras kepala Gao Han Hillatop, siapa yang tidak kenal sifat laki-laki tersebut? semua tahu jika Gao manusia yang sulit dihadapi, dia sama sekali tidak mengenal Ahem, lebih tepatnya tidak pernah bertemu karena Ahem memang tidak tinggal di Indonesia, meskipun berteman dengan Nadine, tidak pernah dia mendengar cerita laki-laki tersebut.


Tapi Gao jelas dia tahu betul, laki-laki itu terkenal sebagai Casanova pemain handal perempuan, klub malam mana yang tidak pernah dia datangi? perempuan mana yang tidak dia sentuh?!.


Keburukan nya dia tidak bercinta dengan satu perempuan secara berulang, pakai, habis, buang.


bahkan Gao tidak memiliki kepercayaan, hanya pernah memilih mengkhitan diri di usia muda, tapi menolak mendalami agama Islam, tidak juga percaya pada Yesus apalagi berdoa dihadapan Dewi Kuan in atau menyembah berhala lainnya, laki-laki tersebut bebas dengan kepercayaan nya.


Tapi tiba-tiba laki-laki tersebut melamar seorang gadis bernama Ayana, menerima syariat Islam sebagai syarat pernikahan mereka, melamarnya dan menikahi nya.


Dia tidak paham kenapa cinta bisa membutakan seseorang.


Hayat menghela pelan nafasnya.


Begitu tangan Hayat menyentuh lembut bahu Ahem, laki-laki tersebut menoleh kearah sisi kanan Hayat, dia mengembangkan senyuman nya sambil membiarkan telapak tangan nya meraih telapak tangan Hayat kemudian membiarkan telapak tangan gadis tersebut menyentuh lembut wajahnya.


"Sunshine?"


Dia ingin tahu apakah semua baik-baik saja,apa mungkin akan terjadi ketidak cocokan dan percekcokan lagi antara Ahem dan Gao atas kasus Freya dan Zoe.

__ADS_1


"Kemarilah"


Ahem bicara secara perlahan dan meminta gadis itu untuk duduk di sampingnya, Gao dan Ayana mendiskusikan sesuatu di ruangan yang berbeda, Freya dan Zoe berada di kamar masing-masing tidak di izinkan Ahem untuk keluar sementara waktu.


Hayat menurut, dia duduk tepat disamping Ahem, membiarkan dirinya berada tepat disamping kanan nya.


"Punya banyak saudara rupanya tidak seindah yang dibayangkan saat konflik saling datang menerjang"


Ucap Hayat pelan.


"Hmmm"


Ahem menganggukkan kepalanya.


Ucap Ahem pelan, dia membiarkan dirinya memiringkan tubuhnya, menaikkan tangan kanan nya ke sandaran kursi dan menatap hangat kearah Hayat.


"Benarkah?"


Gadis tersebut bertanya sambil balik menatap Ahem.


"Yang pertama kali kamu lihat di antara kami konfliknya, tapi saat melihat keharmonisan nya kamu akan bilang aku merindukan kebersamaan dengan para Anggota keluarga dan ini membuat ku iri, percayalah dibandingkan konflik keluarga sebenarnya keluarga Hillatop lebih banyak mengandung keharmonisan nya"


Lanjut Ahem lagi, menyakinkan Hayat soal kelurga mereka yang sesungguhnya.

__ADS_1


"Aku jadi penasaran dan ingin masuk didalam nya"


Hayat menjawab dengan tenang, menelisik bola mata indah Ahem untuk beberapa waktu.


"Kalau begitu mari menikah dan perlahan masuk kedalam keluarga Hillatop bersama ku"


Ucap laki-laki tersebut kemudian.


Hayat terlihat diam, dia kemudian menyentuh lembut wajah Ahem.


"Jika aku bilang aku menerima pernikahan kita, lalu katakan pada ku bagaimana caranya aku masuk menjadi keluarga Hillatop sedangkan para orang tua tidak pernah saling menyukai antara satu dengan yang lainnya sejak dulu?"


Saat Hayat menanyakan hal tersebut seketika Ahem membulatkan bola matanya, laki-laki tersebut sedikit tercekat.


'Kamu ingat?"


Tanya nya sedikit menegang.


"Bukankah tragedi di masa lalu menjadi salah satu bagian dari membayar kesalahpahaman masa lalu? aku menyelamatkan kamu untuk membayar hutang nyawa kakek buyut yang meninggal dimasa lalu"


Hayat bicara dengan cepat, melepas kan tangan nya dari pipi Ahem.


"Hayat?"

__ADS_1


__ADS_2