Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Butuh konsultasi


__ADS_3

Rumah sakit xxxxxxx


Beberapa hari kemudian.


begitu hayat memarkirkan mobilnya di bagian parkir depan rumah sakit xxxxxxx, perempuan tersebut langsung turun dari mobilnya dengan cepat kemudian dia langsung bergerak cepat masuk kedalam rumah sakit xxxxxxx dihadapan nya tersebut, dia mencoba untuk menemui teman nya disana, ada beberapa hal yang ingin dia konsultasi kan soal dirinya.


Ahem berkata agar mereka jangan menunda untuk mendapatkan momongan, tapi dia juga cukup takut jika target waktu kehamilan akan diluar kemauan.


dia pikir mungkin dia harus mengkonsultasikan tentang beberapa hal pada salah satu temannya yang berprofesi sebagai dokter yang ada di sana, mengingat pernikahan yang dijalani bersama ahem masih menjadi rahasia, karena itu dia harus benar-benar pilih-pilih orang yang boleh mengetahui hubungan mereka.


begitu dia masuk ke dalam rumah sakit tersebut, perempuan itu memilih untuk naik menuju ke lantai atas, mencari satu ruangan di mana tempat temannya tersebut berada.


sembari tangan kanannya memegang handphonenya, Hayat mencoba untuk menghubungi temannya tersebut untuk beberapa waktu.


agak lama dia menunggu panggilannya terangkat, maklum mungkin temannya tengah melayani pasien yang lainnya, perempuan itu telah berkata setelah tiba di rumah sakit sebaiknya menghubungi dirinya dulu agar tidak terjadi miskomunikasi di antara mereka.


karena itu Hayat langsung menghubungi temannya tersebut.

__ADS_1


pada akhirnya panggilannya tersambung juga dan bisa dia dengar sahutan dari seberang sana.


"Aku sudah disini"


hayat memberitahukan keberadaannya kepada temannya tersebut, berkata jika dia telah berada di rumah sakit itu.


"apakah daftar antrian ku masih jauh?"


Dia bertanya cepat, memastikan siapa tahu antriannya masih cukup jauh, meskipun teman, setidaknya dia harus tahu tata etika antar pasien dan dokternya.


perempuan itu kembali bertanya untuk meyakinkan diri dan mencoba untuk menghitung waktu, berapa lama dia harus menunggu apakah dia bisa menunggu di tempat lain misalnya di luar rumah sakit atau pergi ke kantin terdekat untuk duduk minum teh hangat dan lain sebagainya atau dia tetap berada di bagian kursi antrian untuk menunggu giliran.


bisa dia dengar sahutan dari seberang sana hingga membuat perempuan itu mengangguk kan kepalanya.


"Baiklah aku akan menunggu di depan, Hmmmm baiklah"


setelah berkata seperti itu Hayat langsung mematikan panggilannya, kini dia berada tepat di lantai di mana temannya bekerja, perempuan tersebut memilih berbagai macam barisan antrian untuk beberapa dokter spesialis juga ada di sana.

__ADS_1


begitu dia menemukan kursi kosong Hayat langsung mendudukkan pantatnya di sana, mencari posisi paling nyaman dan paling terbaik untuk dirinya.


dia tahu menunggu bukanlah pekerjaan yang menyenangkan, jadi tidak salah mencari posisi terbaik untuk menunggu hingga membuatnya cukup nyaman dengan keadaan.


cukup lama dia menunggu sembari sesekali dia memainkan handphonenya, memilih untuk mengabaikan orang-orang di sekitarnya mengingat tidak ada satupun orang-orang yang dia kenal di sana.


sesekali pula dia menoleh ke arah ruangan dokter yang akan memeriksanya tersebut, mendengarkan nomor antrian yang disebutkan pada bagian meja petugas yang ada di ujung sana.


hingga pada akhirnya tiba-tiba saja sebuah suara mengejutkan dirinya.


"bukankah kebetulan sekali kita bertemu lagi di sini, nak?"


tepat di sisi kanannya satu suara bariton terdengar menyapa dirinya, Hayat jelas terkejut dan dia langsung menoleh ke sisi kanannya.


"Aiyooooo?"


perempuan itu langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat tahu siapa yang duduk tepat di sampingnya.

__ADS_1


__ADS_2