
Hayat berulang kali menghela nafasnya dengan berat, dia duduk di atas kursi sofa sembari mengeluarkan ekspresi wajahnya yang begitu lucu dan imut tapi juga menyedihkan, sesekali dia memonyongkan bibirnya sembari gadis tersebut menatap tidak berdaya ke arah All Zigra.
Dia sama sekali tidak tahu siapa laki-laki di hadapannya tapi demi apapun ternyata berhadapan dengan laki-laki tua itu membuat kepalanya pusing.
Sebenarnya rencana awalnya sih bukan seperti itu, dia pikir dia bisa melarikan diri dengan cepat, sial nya dia lupa kalau disebelah ruangan nya adalah ruangan orang lain, padahal jelas-jelas harapannya adalah ketika dia melarikan diri kabur dari mommy Lucas mungkin dia akan menghubungi Ahem dan meminta laki-laki tampan tersebut menjemputnya dan mengantarnya ke satu tempat dimana bisa membuat kepalanya tidak berasap-asap seperti saat ini.
Tapi rupanya belum juga apa yang diharapkan terjadi dia malah terkurung di dalam ruangan laki-laki tua dihadapan nya tersebut, sebenarnya sih semua bukan salah laki-laki tua itu melainkan salahnya kenapa juga dia bilang soal gorila.
Tapi memang itu julukan yang paling tepat untuk mommy Lucas, saat wanita itu marah dia benar-benar persis seperti gorila, meskipun sebenarnya wanita itu sebenarnya baik dan juga hangat serta cukup Royal terhadap dirinya tapi tetap saja saat marah wanita tersebut persis seperti gorila 🦍.
Sesungguhnya dia benar-benar belum siap untuk bertemu dengan wanita itu saat ini mengingat konflik antara dirinya dan Lucas yang belum juga mampu diselesaikan.
Hayat tahu sepertinya nyonya Alexander sudah tahu sesuatu di antara dirinya dan Lucas saat ini, karena dia dan Lucas sebelum nya sudah membuat sebuah kesepakatan untuk membatalkan pernikahan mereka dan membiarkan laki-laki itu mengejar Karla.
oleh sebab itu dia pikir dia harus segera juga keluar dari rumah sakit saat ini, karena dia yakin laki-laki tersebut pasti telah menemukan Karla, dan Lucas jelas membutuhkan bantuannya saat ini untuk bicara dengan Karla.
fuhhhh.
Hayat menghela nafasnya untuk beberapa waktu sembari dia kembali menatap laki-laki yang ada di hadapan tersebut.
"katakan pada Paman siapa namamu"
__ADS_1
tanya Allzigra cepat pada Hayat.
demi apapun hanya pikir dia tidak mungkin memberikan nama depannya.
"Heim Hazal, paman bisa memanggil ku Hazal, nama itu terdengar cantik bukan?"
Dan dengan PD nya dia bicara sambil mengedip-ngedipkan bola matanya ke arah Allzigra.
"Secantik wajah ku wakakak"
Hayat kembali bicara dengan penuh percaya diri.
Laki-laki tua itu hanya bisa mengelus dada, dia pikir kenapa ada gadis model begini di muka bumi ini.
Allzigra bicara dengan cepat mencoba untuk menebak-nebak.
"Tentu saja tidak"
gadis itu menjawab dengan semangat.
"Kenapa bisa begitu?"
__ADS_1
"Aku akan menceritakan nya pada paman, ini terlalu unik, saat hamil mommy ku bilang daddy ku tidak akur dengan seorang laki-laki kaya raya yang tingkat kepercayaan dirinya sangat tinggi, dia keras kepala dan baik hati"
Hayat mencoba mengingat-ingat cerita versi Mommy nya di masa lalu.
"Daddy ku sangat benci dengan laki-laki tersebut yang memiliki karakter percaya diri berlebihan"
Lanjut Hayat lagi.
"Untungnya paman, aku hanya menuruti sifatnya dengan memiliki kepercayaan tingkat tinggi, tidak aku bayangkan jika aku ini terlahir angkuh, keras kepala dan sangat suliitttt untuk di bujuk"
Hayat terus bercerita panjang lebar pada Allzigra, membuat laki-laki dihadapan nya tersebut sejenak diam.
Di pikir kenapa sifat yang dijabarkan sedikit membuat nya tersinggung, agak-agak mirip dengan dirinya.
"Itu terdengar mengerikan"
Laki-laki tua tersebut bicara sambil mencoba berpikir dengan keras, bagaimana bisa istri seseorang yang hamil dan suaminya benci pada orang lain tapi anak nya punya watak seperti orang yang dia benci.
Itu benar-benar membuat nya sedikit bingung.
Allzigra menggaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Katakan pada ku siapa nama daddy mu dan laki-laki yang dibencinya itu?"
Laki-laki tersebut kemudian bertanya dengan perasaan penuh penasaran.