
Hayat Seketika terkejut saat diri nya di tarik dengan cepat oleh seseorang, dia terbelalak kaget karena secara refleks hampir terjatuh kebelakang namun karena pinggang nya di tahan oleh seseorang jadi dia dengan gerakan cekatan memegang bahu sosok tersebut.
Dan bayangkan bagaimana ekspresi Hayat saat dia sadar siapa yang menarik diri nya saat ini.
"Ben?"
Dia adalah Benard laki-laki itu putra dari pemilik universitas dimana dia menyelesaikan kuliah nya di tahun kemarin.
"Apa kabar mu dalam beberapa waktu ini, baby?"
Perlakuan dan pertanyaan laki-laki tersebut yang tiba-tiba membuat Hayat seketika menjadi tidak nyaman, dia dengan cepat meletakkan kedua tangannya ke pinggang nya dan mencoba melepaskan pelukan Benard dari dirinya.
"Kamu membuat ku tidak nyaman dan terkejut Ben, lepaskan pelukan mu, semua orang melihat kita"
Dia jelas protes, beberapa teman nya menatap kesal dengan keberadaan Benard, tapi tetap saja mereka cukup takut dengan sosok laki-laki tersebut, siapa yang tidak tahu dengan reputasi laki-laki itu selama ini.
"Aku sangat merindukanmu, hampir 4 hari tidak bertemu, membuat ku cukup tersiksa dengan keadaan"
Alih-alih peduli dengan ekspresi Hayat yang menatap nya dengan keadaan kesal, Benard terus mencoba mengeratkan pelukannya.
"Ben, lepaskan"
Hayat jelas semakin melebarkan bola matanya, dia menatap kesal kearah Benard, laki-laki tersebut selalu bersikap kurang ajar.
Dan Karla jelas langsung mencoba menarik lengan Benard dari tubuh Hayat.
"Oh come Ben, tidakkah itu terlihat sangat tidak sopan? berhentilah bersikap seolah-olah Hayat adalah milik mu, apa kau lupa dia milik siapa?"
Karla langsung melotot tajam kearah Benard, dia menatap kesal kearah laki-laki tersebut dan memaksa laki-laki itu melepaskan Hayat dimana tangan Karla dengan kencang memelintir tangan kiri Benard.
"Oh shi..t, baby berlaku lah dengan sopan"
__ADS_1
Laki-laki tersebut meringis, dia merasa kan rasa sakit di pergelangan tangan nya, Benard cukup sulit tiap kali dia berhadapan dengan Karla.
Begitu tubuh Hayat terlepas dari pelukan nya, Karla langsung bergerak memajukan tubuhnya dan berkata.
"Aku benci mengatakan nya, berhentilah berlaku seolah-olah kamu bisa melecehkan gadis manapun yang kamu mau Ben, jangan sampai batas kesabaran ku hilang"
Mendengar ucapan Karla, Benard terkekeh kecil.
"Come Karla, apa aku terlihat seperti tukang leceh? aku ini mana mungkin melakukan itu terhadap para gadis terutama kamu dan Hayat, aku tidak memiliki keberanian"
Jawab laki-laki itu sambil menyeringai tipis.
dan siapa yang akan percaya dengan mulut busuk seorang Benard? persetan dengan laki-laki tersebut pikir Karla.
"Tidak melakukan nya? kau tahu Ben, apa yang kau lakukan tadi membuat ku sedikit tersinggung"
Oceh Hayat kemudian, dia mencoba menghela kasar nafasnya.
"Berhenti menarik ku dan memeluk pinggang ku sialan, kau pikir aku ini kekasihmu?"
"Kau pikir aku diam selama ini karena aku suka? aku melakukan nya karena aku butuh lulus dari universitas ayah mu yang sialan itu"
Setelah berkata begitu, Hayat secepat kilat menghantam kaki nya ke tulang kaki Benard.
Duggggg.
"Akhhhh"
Laki-laki tersebut meringis.
"Kauuuu"
__ADS_1
"Persetan dengan kamu dan universitas brengsek ayah mu, aku tidak butuh lagi nilai bagus, wisuda bagus atau hal lainnya karena aku telah menyelesaikan nya tahun kemarin brengsek"
Umpat Hayat penuh penekanan, dia menyeram sembari mendengus kesal.
mendengar ucapan Hayat seketika membuat Benard terbelalak kaget.
"Apa?"
"Kau pikir hanya kau yang bisa memanfaatkan orang lain huh? aishhhhh dasar laki-laki mesum"
setelah berkata seperti itu gadis itu langsung menarik tangan karena sembari dia mengacungkan tangan kanan nya Kearah Benard.
"Hati-hati dengan kelakuan mu lain kali"
Ucap Hayat kesal sembari berlalu meninggalkan laki-laki itu yang menatap mereka dengan perasaan dongkol.
Kau...jangan sebut nama ku jika aku tidak bisa menundukkan mu di bawah selang..kangan ku, sialan.
Umpat laki-laki itu penuh kemarahan.
"What?"
Laki-laki tersebut langsung melotot kearah para gadis yang berbisik-bisik antara satu dengan yang lainnya di samping dirinya.
Di ujung sana bola mata Ahem terlihat menatap tajam kearah Benard, laki-laki tersebut kemudian mengeluarkan handphone nya dan menunggu jawaban dari seberang sana.
Cukup lama hingga akhirnya panggilan nya terhubung.
"Aku ingin kau melakukan sesuatu untuk ku"
Ucap Ahem cepat Sembari tatapan nya tidak lepas dari depan sana.
__ADS_1
"Aku ingin kamu memberikan pelajaran pada seseorang, kau bisa melakukan apapun untuk nya, membuat wajah nya hancur, babak belur bahkan patahkan tangan dan kaki nya juga itu tidak jadi Masalah, pastikan dia ada di rumah sakit besok pagi dan biarkan dia bahkan keluarga nya meminta maaf pada ku karena dia telah berani menyentuh milik ku"
Setelah berkata begitu, Ahem langsung mematikan panggilannya, laki-laki tersebut kemudian membuang pandangannya dan bergerak melangkah ke arah sisi kanan nya.