
Kediaman sementara Ahem
06.30 Am
Hayat mencoba menggerakkan tangannya secara perlahan ketika dia merasa sinar matahari menerpa wajahnya, rasa pusing masih menghantam dirinya, bahkan rasanya tubuhnya menjadi sangat berat sekali bersamaan dengan kepalanya yang terus berdenyut-denyut tidak karuan'an.
Dia mencoba kembali memejamkan bola matanya sembari sejenak gadis tersebut mencoba menggeliat perlahan dengan enggan.
Tiba-tiba suara dering handphone terdengar memecah suasana, membuat gadis tersebut mau tidak mau mencari asal suara di mana handphonenya berada, cukup lama dia mencoba meraba di sekitar tempatnya tidur hingga akhirnya dia menemukan handphonenya tersebut.
"Halo?"
dengan nada malas dan enggan hayat bertanya Sembari memijat-mijat kepalanya yang masih terasa begitu sakit berdenyut.
Oh god apakah aku benar-benar mabuk semalam?.
Dia membatin.
belum juga terjawab pertanyaan di dalam hatinya tiba-tiba suara di seberang sana mengejutkan dirinya hingga membuat gadis tersebut langsung terbelalak aja saking tidak percaya dengan pendengarannya.
"Ya?"
Hayat langsung membuka bola matanya dengan cepat.
"Ma...aku.."
Wait...?!.
yang membuat panggilan jelas adalah sang mama nya, iya bener-bener lupa jika ada pertemuan dengan investor hari ini dan itu jelas mengajarkan dirinya namun ada satu hal lagi yang jauh lebih mengejutkan dirinya di mana saat dia menyadari jika dewa tengah berada dalam satu ruangan asing yang sama sekali tidak dia kenali.
Tunggu dulu? ohhh dimana ini?! Oh ya ampun.
gadis itu langsung bangun dari posisi tidurnya dengan kepala sempoyongan, dia bingung harus menetralisirkan jantung nya seperti apa.
"Ma...yah aku akan pergi sekarang, no...aku di rumah...."
__ADS_1
Aku dimana? oh ya Tuhan, apa yang terjadi?!.
"Aku di rumah Karla Mom..."
Oh terkutuk lah diri ku karena berbohong.
tanpa berpikir dua tiga kali Hayat langsung menutup panggilannya, dia terlihat sangat panik mencoba untuk berlarian kesana kemari.
Tuhan aku tersesat.
Pekik nya dalam hati.
Apakah aku sedang berada di surga tuhan? dimana pintu keluar nya? oh ayolah apakah Sammy membàwa ku semalam?!.
gadis tersebut tidak bisa menetralisir detak jantungnya,dia benar-benar panik dengan keadaan, berbagai macam dugaan demi dugaan bercampur aduk menjadi satu saat ini, tidak dipungkiri ketakutan juga terjadi dalam dirinya saat dia berpikir apa mungkin saling membawanya dan....
wait....
Hayat mencoba menggerakkan kedua belah pahanya, merenggangkan nya sejenak dan mencoba bergaya ala senam tidak beraturan.
Ini teknik mengecek keperawanan.
Tidak sakit, tidak nyeri, belum terjadi robekan, masih aman dan tentram.
Aku masih perawan.
Batin nya Sembari menganggukkan kepalanya senang.
Tapi kemudian dia kembali sadar, mencoba menelusuri rumah besar seperti villa tersebut bola mata nya seketika membulat saat dia melihat dua perempuan bergerak naik dari arah bawah menuju ke lantai atas di mana dia berada.
"Haiyaa....bibi....ah tidak Kakak...ah apapun itu, katakan pada ku dimana ini?"
Dia bertanya panik sembari berlarian menuju ke arah dua orang tersebut dengan cepat, melihat ada gadis yang mendatangi kedua orang tersebut, mereka langsung menundukkan kepala mereka secara perlahan.
"Selamat pagi nona"
__ADS_1
"Yah yah aku tahu ini pagi kakak, katakan pada ku ini dimana? maksud ku aku tinggal dimana ini? oh ya ampun apa yang terjadi pada ku?"
Alih-alih menjawab pertanyaan dari gadis cantik yang ada di hadapan kedua orang tersebut, salah satu dari perempuan itu mengembangkan senyumannya kemudian berkata.
"Sarapan pagi Anda bisa dinikmati sekarang juga, jika anda ingin pergi maka sopir kepercayaan tuan akan mengantar Anda ke tempat tujuan anda"
salah satu perempuan itu bicara sembari menuju ke arah bawah di mana terdapat satu ruangan yang merupakan dapur di mana Hayat bisa menikmati sarapan paginya di belakang sana.
"Tuan?"
Hayat langsung bertanya sembari mengerutkan keningnya.
"Apakah itu Sammy?"
Dia terus bertanya dengan tidak sabaran.
Ketika gadis tersebut menyebutkan nama Sammy, kedua orang itu terlihat menatap kearah Hayat kemudian mereka saling menoleh antara satu dengan yang lainnya.
seketika mereka menggelengkan kepala mereka.
"Kami tidak mengenal nama tersebut nona"
Ohhh God.
Hayat terlihat bingung.
Tunggu dulu...!.
Dia mencoba mengingat-ingat soal kejadian semalam.
Hahhhh?!.
Laki-laki bertopeng yang dia cium.
Seketika Hayat menutup mulutnya dengan kedua belah telapak tangan.
__ADS_1
Aku pasti sudah gila.
Dia membatin sembari memejamkan bola matanya.