
Ahem tampak menunggu Hayat dengan perasaan berdebar-debar dia sengaja menyiapkan semuanya untuk gadis tersebut saat ini, makan malam menjadi alasan dia untuk bisa membawa gadis tersebut keluar dari rumah berbincang-bincang untuk waktu yang cukup lama sembari berbagi cerita, dia ingin tahu soal kisah masa lalu gadis tersebut dan beberapa hal yang mungkin banyak tidak dia ketahui selama ini dan ingin dia selidiki.
sebenarnya Ahem merasa cukup lucu ketika dia mengingat tingkah laku gadis tersebut, gadis itu memiliki sifat yang begitu ceria dan riang bahkan tidak pernah mau ambil pusing soal sesuatu dan memikirkan hal yang berat di dalam hidupnya, bagi Hayat hidup hanya sekali maka dia akan menikmati hidup tersebut dengan caranya sendiri.
dia tidak suka tekanan atau menekan seseorang, bagi Hayat dia benar-benar menikmati kehidupan nya, menikmati nafas yang diberikan Tuhan dan juga menikmati segala sesuatu yang diberikan tuhan kepada dirinya saat ini.
Saudara kembar?!.
sungguh terkutuk dirinya yang mencoba menggoda gadis tersebut agar dia membawa kembarannya.
Ahem mencoba membayangkan bagaimana rupa kembaran Hayat yang akan di bawa nya nanti untuk menemui dirinya.
"Tuan"
tiba-tiba suara seseorang mengejutkan dirinya, ahem langsung menoleh ke arah asal suara di mana sang sekretarisnya terlihat menundukkan kepalanya.
"Bagaimana?"
laki-laki tersebut bertanya pada Rich, menatap laki-laki tersebut dengan tatapan yang begitu serius.
"semua sudah siap seperti yang anda inginkan"
__ADS_1
Rich menjawab cepat ke arah sang tuan nya tersebut.
"mereka sudah mengaturnya dengan begitu sempurna sesuai dengan apa yang sudah anda minta sebelumnya, apakah masih ada yang ingin anda tambahkan untuk pesanannya?"
laki-laki itu bertanya ke arah Ahem, memastikan apapun yang diinginkan tuannya telah terpenuhi semuanya tanpa terkecuali.
Mendengar pertanyaan Rich, Ahem terlihat berpikir sejenak, dia mencoba menimbang apakah masih ada yang kurang pada persiapan nya malam ini.
"Pastikan semua sesuai dengan selera nya"
ucap laki-laki itu kemudian.
"Baik tuan"
Ahem terlihat berpikir sejenak kemudian laki-laki tersebut mengeluarkan handphone nya secara perlahan, dia lantas mulai mengetik sesuatu dari handphone nu, mencoba mengirimkan sebuah pesan kepada Hayat.
"Apakah sudah siap untuk pergi?"
laki-laki tersebut mengirimkan pesan nya dengan cepat.
Dia menunggu jawaban dari seberang sana cukup lama, sedikit bersabar menunggu Jawaban dari Hayat.
__ADS_1
laki-laki tersebut mengerut kan keningnya, berpikir apakah gadis itu tidak jadi datang.
Pada akhirnya tidak lama kemudian sebuah pesan masuk ke dalam handphonenya.
jawaban awal nya cukup memuaskan, gadis tersebut sudah bergerak meluncur menuju kearah tempat yang telah dia tentukan, Ahem seketika mengembangkan senyumannya.
Dia berpikir untuk meletakkan handphone nya keatas meja untuk beberapa waktu, namun tiba-tiba lagi-lagi sebuah pesan masuk.
dia melirik ke arah handphonenya, mencoba membuka pesan tersebut yang rupanya dari Hayat. laki-laki tersebut agak kaget saat mendapatkan sebuah foto yang dikirim oleh Hayat. itu adalah foto gadis tersebut.
seketika Ahem merasa kedua pipi nya memerah, entah lah dia merasa bersemu-semu melihat foto gadis tersebut.
Ahem mencoba mematikan handphone, namun lagi-lagi satu pesan kembali dikirimkan oleh Hayat.
laki-laki tersebut mengerut kan Kening nya, mencoba untuk melihat apa yang dikirim gadis tersebut, awalnya Ahem tidak mengeluarkan ekspresi apapun, namun didetik berikut nya tiba-tiba laki-laki tersebut mengeluarkan kekehan kecilnya.
Oh my god.
ucap laki-laki tersebut didalam hatinya.
*****
__ADS_1
Catatan \= hari niat y update 3 episode, sinyal jelek benar Mak sebab mati lampu sejak sore ada perbaikan gardu PLN, sinyal menghilang dari sore dan baru nongol hampir tengah malam😭🤧🙏🏻.