
Paris
06.45 AM
Mansion utama Allzigra Hillatop
Masih terlalu pagi untuk semua orang melangkah kan kaki mereka untuk pergi, tapi untuk keluarga besar Hillatop sejak 1 jam 45 menit yang lalu hal ini jelas sudah menjadi tradisi berabad-abad untuk memulai segala aktifitas para penghuni nya.
Pukul 5 pagi anak-anak harus terbiasa bangun dari tidur lelap mereka, menikmati aroma udara pagi dan bersyukur atas karunia-Nya karena masih diberikan nafas ketika pertama kali membuka mata.
Ketika anak-anak lain masih terlalu sibuk menarik selimut dan menggenggam bantal mereka, orang tua mereka mengajarkan anak-anak nya untuk meregangkan tubuh dan mulai membersihkan diri untuk mensyukuri hari.
Rejeki itu datang di mulai dari pagi hari sebelum matahari terbit menyapa semua umat nya.
Itu yang selalu di ucapkan daddy dan mommy mereka.
Jangan berharap menjadi orang kaya ketika kamu saja enggan bangun lebih awal daripada hewan para tetangga.
Dan dulu kicauan itu selalu dia dengar dari mulut ibu mereka.
Ahem Zigaz Hillatop menatap matahari pagi yang masih enggan menyembul dibalik awan putih pagi di atas sana, dia menikmati secangkir kopi hangat dengan gula murni sembari menunggu sunrise menampilkan cahayanya.
Masih cukup lama, tapi bukan masalah besar sebab dia hanya berpikir menunggu sejenak tanpa benar-benar ingin berlama-lama duduk di kursi yang menghadap ke arah timur mansion utama milik kedua orang tua nya demi melihat sunrise yang dia tahu tidak akan segera datang seperti keinginan nya.
Setelah menyesap kopi terakhir didalam gelas Mendominasi berwarna putih ditangan nya yang terbuat dari keramik no. 1 di dunia tersebut, Ahem mulai meletakkan gelas tersebut di atas meja kecil di sisi kanan nya, laki-laki tersebut perlahan berdiri dari posisi nya, dia sengaja memasukkan kedua tangan miliknya ke dalam kantong celana kerja.
Laki-laki tersebut berjalan dengan gaya yang begitu dingin dan datar menuju kearah dalam rumah sembari bola matanya mulai melihat seorang gadis sibuk hilir mudik didalam sana.
Seorang gadis cantik terlihat sibuk membenahi anting-antingnya, setelah itu gadis tersebut sibuk menggunakan heels 👠nya dengan cepat.
Detik berikutnya dia mencoba mencari sesuatu di sepanjang laci di ruangan tamu mansion tersebut.
__ADS_1
"Oh my god"
Gadis cantik tersebut terlihat menyentuh keningnya dengan cepat.
"hey kak?"
Dia kemudian menoleh, mendekati Ahem lantas langsung mencium pipi laki-laki tersebut dengan cepat.
"God morning kak, aku dengar kakak akan pergi ke Indonesia? itu benar?"
setelah memberikan ciuman di pipi kiri Ahem, gadis cantik itu secepat kilat bertanya sembari kembali berjalan menuju ke arah sisi kanan laki-laki tersebut.
Alih-alih dia mendengar jawaban dari Ahem gadis tersebut secepat kilat naik ke lantai atas.
"aku pikir aku meletakkan kunci mobilku di kamar ku"
dia bicara sembari terus bergerak menuju ke lantai atas dengan langkah yang sedikit tergesa-gesa, Ahem hanya menatap kepergian gadis tersebut melangkah menuju ke lantai atas dan mulai menaiki tangga satu persatu secara perlahan.
Dia mengetuk pintu kamar tersebut secara perlahan.
"Mom, dad?"
cukup lama dia berusaha menunggu sahutan dari dalam sana, dia pikir mungkin daddy nya masih tengah bersiap untuk pergi ke perusahaan, hingga akhirnya seorang wanita cantik berusia lebih dari setengah abad membuka pintu kamar tersebut.
seulas senyuman cantik terlihat dari wajah yang mulai keriput tersebut.
Dia baru akan bicara namun tiba-tiba adiknya menyeruak masuk dengan gerakan cepat.
"Maafkan aku, kunci mobil ku ternyata tertinggal di kamar daddy dan mommy"
Gadis tersebut bicara cepat, melesat kedalam meraih kunci mobilnya di atas nakas didalam kamar tersebut, tidak lama kemudian gadis itu mencium mommy nya kemudian mencium daddynya secara bergantian m
"Aku akan ke perusahaan fashion sekarang"
__ADS_1
ucap adiknya cepat, kemudian mencium pipi Ahem sekali lagi.
"I love you mom, dad, kak"
Gadis tersebut berjalan keluar menjauhi semua orang sambil melambaikan tangan nya.
"Hati-hati dijalan, sayang"
teriak Mommy nya sambil melambaikan tangan nya.
Ditengah itu, daddy nya mendekati Ahem, laki-laki tua tersebut menampilkan ekspresi wajah kurang enak.
Ahem seperti nya tahu alasan daddy nya menampilkan ekspresi wajah seperti itu terhadap nya pagi ini.
"Jadi pagi ini ke Indonesia?"
Laki-laki tua tersebut bertanya dengan tatapan datar.
Ahem hanya menganggukkan kepalanya cepat.
"Aku dengar kamu menjalin kerjasama dengan perusahaan Azzura?"
Lagi laki-laki tersebut bertanya dengan ekspresi tidak bersahabat nya.
Mendengar kata Azzurra, seketika mommy nya langsung mengerut kan keningnya.
"Apa?"
Tanya wanita tua tersebut sedikit terkejut, dia menoleh ke arah suaminya dengan cepat, dia tahu nama Azzurra menjadi hal yang paling tidak disukai suami nya sejak dulu.
"Bagaimana kau..?".
Sang Mommy menggantung kalimat nya.
__ADS_1