
Percayalah saat suara seseorang mengejutkan dirinya dibelakang Hayat tersebut seketika membuat gadis cantik itu menelan salivanya.
"Berbalik kemari dan katakan pada ku Kenapa kamu memanjat seperti pencuri masuk ke ruangan orang lain"
Lagi suara tersebut bergema didalam ruangan tersebut, membuat Hayat seketika memejamkan bola matanya karena dia sadar dia benar-benar ketahuan sejak awal.
Hayat langsung menoleh kearah belakang dengan ekspresi yang begitu lucu dan unik, mencoba tertawa sambil sedikit memunyung kan bibirnya.
"Jadi paman tahu aku memanjat tadi?"
Bisa-bisa nya dia bertanya dengan cepat kearah laki-laki yang ada di hadapannya tersebut kini.
Hayat mengedipkan bola matanya sejenak saat dia menyadari wajah laki-laki yang ada dihadapan nya tersebut.
Aihhhh dia mirip seseorang?!.
Gadis tersebut bicara didalam hati, berusaha untuk mengingat-ingat dengan keras siapa.
Demi apapun dia benar-benar pernah melihat wajah itu sebelumnya tapi di mana?.
tapi sayangnya meskipun Hayat berusaha dengan sangat untuk bisa mengingat wajah tersebut, gadis itu sama sekali tidak bisa mengingatnya di mana dia pernah melihat wajah tersebut sebelumnya.
"kenapa jadi melamun tidak mendengarkan apa yang laki-laki tua ini tanyakan?"
laki-laki tersebut kembali bertanya sembari menaikkan ujung alisnya, dia duduk di kasur rumah sakit tersebut sambil menatap gadis yang ada di hadapannya itu.
__ADS_1
mendengar suara laki-laki itu sempat air kaget kemudian dengan cepat dia berlayar mendekati laki-laki tua di hadapannya itu.
"Ahhhh ini rambut yang beruban dicampur sedikit perak, paman aku pikir ini indah, apa paman mengecat rambut paman dengan type 2 layer?"
Oh sungguh terkutuk gadis somplak ini,bukan nya menjawab pertanyaan laki-laki tua dihadapannya tersebut, Hayat malah sibuk mengurusi rambut laki-laki tua itu, dia memuji rambut indah laki-laki itu dalam perpaduan dua warna yang begitu unik.
usianya jelas sama persis seperti usia Papa zuu, hanya saja bagi hayat lebih tampan papa nya.
yah yah yah setempat apapun laki-laki di luar sana baginya tetap papa nya yang paling tampan, tidak ada yang mengalahkan kharismatik seorang Zuu di dunia ini.
mendapatkan pertanyaan dari garis yang ada di hadapannya tersebut malah membuat laki-laki itu menyentuh rambutnya untuk beberapa waktu, sambil mengharapkan keningnya dia seperti berpikir kapan terakhir kali dia mengecat rambutnya? sepertinya sudah cukup lama dan dia baru sadar uban uban di kepalanya tampil dengan sangat menawan Ah tidak salah sangat mengganggu.
"Salon nya sangat pintar dalam melakukan perpaduan warna paman, aku jadi ingin minta direkomendasikan"
Hayat bicara dengan cepat.
"Wahhh apakah bayaran nya mahal?"
"Tidak akan membuat mu bangkrut untuk sekali pertemuannya"
"aku sudah berpikir apa tarifnya melebihi dari m dokter gigi pribadi papa ku"
"aku tidak bisa membandingkan mereka berdua"
dan lucunya kedua orang tersebut bicara dengan sangat serius antara satu dengan yang lainnya, seolah mereka saling mengenal dengan sangat lama dan lupa jika mereka sebenarnya tidak mengenal antara satu dengan yang lainnya.
__ADS_1
"apakah dia akan memasang tarif mahal untuk rambutku yang panjang paman? terkadang mereka akan mencekik konsumen baru yang belum mereka kenal"
"jangan khawatir soal apapun, aku akan bilang kamu adalah keponakanku, dia akan memberikan harga diri sekarang khusus untuk dirimu"
"apa mungkin bisa dapat diskon hingga 50%?"
"Terkadang mereka melakukan nya"
"Aiyooooo itu sangat bagus"
setelah berkata seperti itu seketika hayat langsung merogoh kantong nya dan mencari handphonenya, dia buru-buru meminta laki-laki itu untuk memberikan nomor handphone sang tukang salon.
"Tunggu dulu, kenapa kita jadi mengobrol panjang lebar? kamu belum menjawab pertanyaanku"
seolah sadar apa yang terjadi laki-laki tua tersebut langsung menyadarkan dirinya lantas menatap wajah gadis yang ada di hadapannya tersebut dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.
bagaimana bisa dia terbawa arus ikut dalam obrolan gadis di hadapannya tersebut, dia benar-benar pandai melebur dengan situasi
Oh god dia sungguh pintar mengecoh hati lawannya.
gadis model apa dia?.
Batin laki-laki tua itu.
Hayat seketika menyadari keadaan dan dia langsung menggigit lidah nya karena lupa sebenarnya ada di mana.
__ADS_1
Hahahaha iya aku lupa.