
Ahem terlihat mengeram kesal, dia pikir dalam seumur hidup nya belum pernah dia mendapat kan kesialan seperti malam ini bahkan dia murni serasa di kerjai oleh para perempuan.
Tabrakan yang di lakukan oleh seorang Perempuan, semburan minuman juga oleh seorang perempuan.
Oh shi..t.
dia mengumpat kesal, pada akhirnya Ahem kembali melirik kearah adik perempuan nya.
"Pastikan kakak bertemu dengan nya setelah seluruh acara selesai"
Ucap laki-laki itu lagi.
mendengarkan ucapan kakak laki-lakinya Nadine terlihat bingung sembari menganggukkan kepalanya persis seperti orang bodoh yang kebingungan, sesungguhnya gadis itu tidak mengerti harus berkata apa, di satu sisi Ahem adalah kakak laki-laki kesayangannya di sisi lain hayat adalah sahabat terbaiknya.
yang dia bingung bagaimana bisa Hayat bertingkah seperti itu tadi? meskipun dia tahu Hayat begitu aktif, ceroboh dan juga sedikit somplak tapi gadis itu tidak biasanya tidak seperti itu sebelumnya ketika bertemu dengan seorang laki-laki.
Hayat meskipun benar-benar tidak bisa menjaga image-nya secara keseluruhan, tapi gadis itu tidak pernah seperti itu, ketika melihat kakak laki-lakinya Hayat seperti melihat seorang hantu, seakan-akan kakak Ahem nya adalah satu sosok yang sangat mengerikan bagi gadis tersebut.
meskipun sebenarnya dia bingung, Nadine hanya mengangguk-anggukkan kepalanya dan berpikir akan membawa Hayat menemui kakaknya dan meminta gadis itu untuk meminta maaf kepada Ahem.
sejujurnya dia sengaja ingin memperkenalkan kakaknya kepada Hayat, gadis itu jelas masih jomblo dan belum mendapatkan seorang kekasih, karena hayat memiliki attitude yang baik dan juga berasal dari keluarga yang baik maka dia berpikir untuk memperkenalkan laki-laki tersebut kepada sahabat baiknya itu, semasa dia sekolah kuliah dia tahu betul gadis itu benar-benar baik luar biasa, dia jamin kakak laki-lakinya tidak akan menyesal berkenalan dengan Hayat.
meskipun tidak tahu apakah yang direncanakan nya akan berhasil atau tidak, tapi Nadine pikir tidak ada salahnya dia mencoba untuk mendekatkan kedua orang tersebut.
karena itu dia sengaja membawa Ahem Agar mau ikut serta dalam acara puncak fashion show di mana sudah dipastikan jika Hayat pasti hadir di dalam pesta malam puncak nya.
__ADS_1
dan dengan begitu dia pikir dia kan bisa dan dengan mudah memperkenalkan kedua orang tersebut agar saling mengenal antara satu dengan yang lainnya.
namun realitanya belum juga tercapai apa yang dia inginkan Hayat telah membuat kekacauan baru yang cukup fatal di pertemuan pertama mereka.
Oh god.
di tengah rasa bingung yang dihadapi oleh Nadine, Ahem terlihat bergerak dengan cepat menuju ke arah kamar mandi, dia pikir dia butuh membersihkan wajahnya dan juga beberapa bagian pakaian yang terkena noda minuman.
hingga akhirnya laki-laki tersebut melesat pergi dengan cepat menuju ke arah kamar mandi yang ada di belakang panggung fashion show tersebut.
sedangkan teman-teman Nadine jelas begitu shok namun tidak bisa melepaskan pandangan mereka pada sosok Ahem.
"Dia kakak pertama mu?"
"Masih jomblo? kami tidak mungkin menggoda Gao, apakah bisa memilih kesempatan menggoda kakak mu?"
ucapan demi ucapan dilontarkan oleh teman-teman Nadine, mereka tidak bisa melepaskan pandangan mereka pada sosok Ahem yang kian lama Kian menjauh dari hadapan mereka, para perempuan itu berpikir bagaimana bisa laki-laki dan keluarga Hillatop memiliki wajah sesempurna itu bahkan memiliki tubuh yang begitu menggoda.
Alih-alih peduli dengan ucapan-ucapan para gadis tersebut oh bergerak menuju ke arah kamar mandi dengan gerakan cepat dan dia tidak memperdulikan berbagai macam pandangan ijab kagum dan juga obrolan yang dikeluarkan oleh para perempuan di sekitarnya.
laki-laki itu kini bergerak menuju ke arah toilet yang ada di hadapannya, sedikit kesulitan karena suasana lampu remang-remang yang terjadi di sekitar sana.
begitu menemukan toilet Ahem buru-buru langsung mencuci wajahnya masih dengan perasaan yang sedikit kesal kemudian dia mencoba untuk membersihkan noda minuman yang menyembur di sekitar jas yang digunakan nya.
pada akhirnya setelah melakukan semua hal tersebut laki-laki itu keluar secara perlahan dari dalam toilet, namun tiba-tiba dia melihat seorang gadis menjongkok di hadapannya yang bergerak seolah-olah mengintip ke arah depan sana.
__ADS_1
laki-laki itu tidak begitu ingin mempedulikan sosok gadis tersebut namun dia terlihat menggerutkan keningnya saat menyadari pakaian yang digunakan oleh sosok gadis yang ada di depannya itu.
Dia pikir sepertinya pakaian yang digunakan oleh gadis itu tidak asing, tapi dia lupa di mana dia melihatnya.
laki-laki itu melangkah secara perlahan menuju ke arah gadis tersebut mencoba untuk mengintip wajahnya sejenak namun tidak berhasil karena gadis itu terlihat begitu fokus menyembulkan kepalanya dan mengintip ke arah depan.
Ahem pikir dia akan melewati gadis tersebut namun tiba-tiba saja gadis itu menahan langkah kakinya kemudian berkata.
"Kenapa lama sekali? aku pikir aku kembali melihat nya tadi"
tanpa menoleh ke arahnya tangan kiri gadis itu mencoba menahan celana yang digunakannya, gadis itu bicara sembari terus mengintip ke arah depan.
hal itu jelas saja membuat Ahem kaget, dia pikir sepertinya gadis itu salah mengenali orang.
"Maaf no..."
dia baru akan bicara Maaf nona anda salah orang, namun tiba-tiba gadis itu langsung berbalik dan....
Oh ****...
Seketika bola mata Ahem membulat saat dia menyadari soal sesuatu, ketika gadis itu berbalik masih dalam posisi menjongkokkan tubuhnya, gadis itu langsung memindahkan posisi tangan nya dan....
Ahem langsung melirik kearah celananya.
Oh god, apa kau gila?!.
__ADS_1