Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Sejarah yang berulang


__ADS_3

"aku kecewa padamu, Bii sungguh. kau tahu bagaimana perasaanku hari ini? hancur lebur menjadi satu, kau tahu bagaimana rasanya saat Hayat berkata dia mencintai laki-laki itu dan memilih putra Hillatop daripada diriku? gadis kecilku yang selalu berada di bawah lindunganku yang selalu aku gendong dan aku berikan jutaan cinta dan ciuman manja yang selalu kulimpahkan kasih sayang di lantang bicara denganku dia mencintai laki-laki lain, memberikan tubuhnya agar menjadi temeng untuk melindungi laki-laki asing yang bahkan baru aku lihat hari ini, tidak aku lihat bagaimana wajah Putri kita? tidakkah kamu lihat bagaimana dia menantangku sembari menangis dan berkata 'Aku mencintai dia' rasanya sakit dan hancur"


Tiba-tiba saja bola mata laki-laki tersebut berkabut, dia seolah-olah ingin menangis saking kecewa dia melihat tatapan Hayat yang dilihat tadi, di mana dia bisa melihatnya seolah-olah dia tidak lagi mengenali putrinya, gadis kecil yang dia limpahkan kasih sayang itu telah tumbuh dewasa nya terasa sangat asing juga mengecewakan dirinya.


karena itu dia langsung menurunkan tangannya saat dia ingin mengajar putra Hillatop, tidak tahu kenapa tapi tiba-tiba ada rasa sakit tersendiri yang menghantam hatinya, dia merasa benar-benar sakit dan seolah-olah tidak ada obatnya sama sekali karena itu dia langsung menghentikan gerakan tangannya.


mungkin orang yang pernah menjadi orang tua yang dibantah dan bilamana putra-putri mereka akan merasakan apa yang dia rasakan hari ini, ada satu kepercayaan besar yang menghantam Palung hati di mana rasanya dia yang pongah dan sombong, dia yang begitu besar dan berkuasa tiba-tiba menjadi tidak berharga, dia sakit, benar-benar merasa sakit dan dalam hitungan detik seolah-olah air matanya ingin tumpah namun dia mencoba menahan nya karena tuan Zuu pikir dia adalah seorang laki-laki.


"Aku benar-benar kecewa"


laki-laki tersebut kembali berucap.


"ini untuk pertama kali Hayat membantah ku dan mengabaikanku, dan ini kali pertama Putri ku mencoba untuk menjatuhkan air mataku dengan cara yang sangat luar biasa, aku benar-benar kecewa"


Yah dia benar-benar kecewa.


Nyonya Bii hanya bisa menatap suaminya dengan bola mata berkaca-kaca, dia sejenak kehilangan kata-kata nya, ingin bicara namun dia tidak tahu harus kembali memulai nya dari mana, mencoba untuk menetralisir kesedihan yang sama, wanita tersebut berusaha untuk menyusun kata agar tidak salah bicara.


"kau tahu sayang?"


Nyonya Bii akhirnya kembali mengeluarkan suaranya, tangannya mencoba untuk menyentuh lembut bahu suaminya, dia berusaha menetralisir detak jantungnya dan juga berusaha untuk bicara sebelumnya mungkin, dia tahu dikala laki-laki marah kobaran api jelas menyala, seorang pasangan yang baik dan bijak tidak menyiram api dengan minyak agar semakin menyala.

__ADS_1


"kami ingat bagaimana cara kita jatuh cinta?"


dia bicara dengan begitu halus dan lembut, menghisap bahu suaminya secara perlahan.


"tidak ada yang pernah tahu bagaimana cara seseorang jatuh cinta, bahkan tidak ada yang pernah tahu apakah kebencian bisa menjadi cinta, kata cinta pada akhirnya akan berakhir menjadi benci, semua berjalan begitu saja dan sudah ada garisan takdirnya, bahkan ketika kita jatuh cinta tapi tidak pernah memakan jika kita akan tiba pada masa itu bahkan hingga hari ini bertahan antara satu dengan yang lainnya baik dalam keadaan suka maupun duka, baik dalam keadaan sakit maupun sehat, bahkan kita tidak pernah menyangka jika kita bisa bertahan dengan hari ini juga mendapatkan putra dan putri yang begitu luar biasa mengisi hari-hari kita"


Nyonya BII bicara pelan, menatap wajah laki-laki yang dia cintai selama lebih dari 30 tahun tersebut dengan bola mata berkaca-kaca, mengingat momentum bagaimana sebuah kebencian yang dalam berubah menjadi cinta pada masa dulu.


"Dan ternyata cinta bisa datang begitu saja tanpa Pernah di duga bukan?"


dia bertanya masih menelisik wajah suaminya.


dia menjeda kalimatnya mencoba untuk menarik nafasnya.


"apakah kita akan tega memisahkan kedua orang tersebut yang saling mencintai bahkan ketika mereka telah mendapatkan calon bayi di perut Hayat? tidak kah kamu melihat perjuangan pernikahan mereka akan sama seperti perjuangan pernikahan kita, Zuu?"


pada akhirnya nyonya Bii berusaha untuk membandingkan kehidupan percintaan mereka berdua juga antara Hayat dan Ahem.


"apakah kamu akan tetap bersikeras dengan sifat mu yang seperti ini? tidakkah kamu lihat Hayat adalah aku dan masa lalu?"


setelah berkata seperti itu nyonya Bii membuang pandangannya, dia mencoba untuk menahan tangisannya.

__ADS_1


"Apa kamu tahu bagaimana rasanya jauh dari keluarga yang kau cintai Zuu? meskipun aku tidak kekurangan cinta dan kasih sayang darimu, tapi bohong jika aku tidak merindukan mereka sesekali didalam tiap tahun ku"


Dan kali kni tangis nyonya Bii tumpah.


Dia ingat bagaimana masa ketika dia merindukan semua orang di keluarga Hillatop, setiap kali merindukan mereka, dia mencoba meringkuk di bawah air shower, menyalakan nya dan pura-pura mandi untuk waktu yang begitu lama, mencoba menangis disana tanpa suara, berulang kali berharap ada sedikit cela untuk nya pulang meskipun hanya berkunjung tidak lebih dari 5 menit dan memeluk semua Orang dalam keluarga Hillatop, tapi nyatanya hingga hari ini dia tidak bisa melakukan nya.


Jarak yang terbentang di antara mereka terlalu jauh, tapi syukurlah Nyonya Nadya selalu menghubungi nya, diam-diam membuat janji temu dan membuat Bii sedikit terhibur saat istri All zigra tidak pernah memutuskan komunikasi di antara mereka.


Karena itu dia dan Nadya membuat kesepakatan, akan memecah permusuhan, merencanakan pernikahan salah satu anak-anak mereka untuk menyatukan kedua belah pihak keluarga yang bermusuhan selama berabad-abad lama nya.


"Maafkan aku karena tidak tahu apa yang dipikirkan olehmu saat ini dan bagaimana kemarahanmu sebenarnya, tapi aku tahu Zuu, keadaanmu tidak baik-baik saja dan aku tahu kamu tidak bisa berpikir dengan logis saat ini"


wanita itu kemudian kembali bicara, mencoba menghapus air matanya dengan cepat.


"tapi aku ingin kamu mencoba untuk menetralisir perasaanmu lebih dulu, aku tahu bicara saat ini tidak akan meredam segala situasi, Mari pulang ke rumah dan mencoba untuk mendinginkan perasaan kita masing-masing, berpikir dengan bijaksana soal anak-anak"


Nyonya Bii kemudahan kembali menoleh kearah suaminya.


"Mari tidak mengulangi lagi sejarah yang sama, aku percaya kamu adalah Zuu ku, Zuu yang selalu mampu bersikap bijaksana dalam banyak situasi bahkan terdesak sekalipun"


dan setelah berkata seperti itu keheningan kembali terjadi di antara mereka.

__ADS_1


__ADS_2