Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Saling mengejar langkah


__ADS_3

Ahem baru selesai membuatkan kopi untuk daddy nya, laki-laki tersebut meletakkan nya di atas meja makan sembari mencari sedikit cemilan untuk laki-laki tua tersebut.


Seperti permintaan daddy nya, cemilan ringan rendah kalori dan lemak, dia mengambil dua toples cemilan di atas lemari kitchen set, meletakkan nya ke atas meja makan sambil mencari nampan untuk meletakkan berbagai macam barang disana, cukup kesulitan membawa toples cemilan dan kopi secara bersamaan tanpa alas nampan dibawah nya.


Laki-laki tersebut mulai bergerak kearah depan secara perlahan namun sayangnya handphone nya seketika berbunyi dimana dia meletakkan handphonenya saat ini di atas meja makan.


Ahem mundur dan mengintip.


Mommy Nadya.


Ahem meletakkan kembali nampan berisi makanan dan kopi hangat tersebut, menjawab panggilan mommy nya dengan cepat.


"Halo mom?"


Laki-laki tersebut menyahut cepat ucapan mommy nya diseberang sana.


"Yah daddy ada disini, cukup membuat ku terkejut saat pagi-pagi daddy sudah ada disini dan ingin menikmati kopi bersama, apakah ada masalah di perusahaan?"


Dia bertanya dengan cepat, cukup penasaran dengan apa yang terjadi, tumben-tumbenan Daddy nya berkunjung di pagi buta saat orang-orang belum memiliki aktivitas mereka.

__ADS_1


"Dia hanya lelah dengan banyak nya tekanan beberapa waktu ini, persoalan beruntun membuat daddy mu cukup stress dengan keadaan, mommy akan menyusul kesana karena cukup khawatir dengan keadaan"


Bisa Ahem dengar jawaban dari seberang sana.


"Dimana Hayat? pastikan dia tidak kemana-mana, mommy takut daddy mu melihatnya, tahan daddy mu Hingga mommy tiba"


Mommy Nadya terus bicara.


Ahem hanya ber he em ria tanda mengerti.


"Aku membuatkan daddy kopi, aku akan ke depan dan mengobrol dengan daddy"


"Tuan.... celaka"


Bayangkan bagaimana ekspresi sang pelayan saat berkata begitu di hadapan Ahem, membuat laki-laki tersebut langsung menaikkan ujung alisnya, dia belum pula mematikan panggilannya, menetap wanita yang ada di hadapannya tersebut sembari mengerutkan keningnya.


"Ada apa bi?"


laki-laki itu bertanya dengan cepat.

__ADS_1


"Tuan besar naik ke atas dan berusaha untuk membuka pintu kamar tuan saat ini"


ucap wanita di hadapan Ahem cepat.


bayangkan bagaimana ekspresi Ahem saat ini ketika dia mendengar bibi pelayan berkata seperti itu, tanpa menunggu lama dia langsung meletakkan handphonenya begitu saja dan mengabaikan suara mommy Nadya di ujung sana, gerakan lempeng berisi kopi dan makanan kepada bibi pelayan dan bergerak cepat menuju ke arah tangga berlarian untuk mengejar daddy All Zigra yang kini katanya berada di lantai atas dan di depan pintu kamarnya.


dia jelas beranggapan setengah mati dan tidak lagi berpikir apapun saat ini, dia pikir jika laki-laki tua itu menemukan Hayat maka habislah mereka saat ini.


seperti dikejar anjing gila laki-laki tersebut melesat naik menuju ke atas tanpa berpikir dua tiga kali, tidak peduli bagaimana keadaan saat ini sampai ke lantai atas saat ini juga.


Di atas daddy All Zigra mulai meletakkan tangan yang di kena pintu dan secara perlahan dia membuka pintu kamar putranya tersebut.


Kletakkkkk.


dan bisa dipastikan pintu kamar tersebut terbuka di mana Ahem kini telah tiba di ujung tangga sambil membulatkan bola matanya karena terkejut.


Bola mata All Zigra menatap kedalam kamar di hadapannya.


"Daddy...!"

__ADS_1


Seru nya cepat dengan nada suara sedikit tinggi dan tersengal-sengal.


__ADS_2