Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Ide yang terlalu cemerlang


__ADS_3

Dan bagaimana perasaan Hayat saat dia mendongakkan kepalanya?!.


Kenapa kau lagi?!.


Aiyooooo.


satu detik.


Dua detik.


Tiga detik.


Ngik ngik ngik.....


Bagaikan suara jangkrik yang memenuhi isi kepala Hayat.


Dan di detik berikutnya dia seolah-olah menyadari posisi tangan nya.


Hahhhh?!.


Seketika gadis tersebut melepaskan tangan nya dengan cepat dan detik berikutnya gadis itu langsung menundukkan kepala, dia panik setengah mati saat dia menyadari dia telah menyentuh barang kebanggaan dari laki-laki yang ada di hadapannya itu.


Hayat....kau pasti sudah gila.


Dan Hayat langsung mengerutkan wajahnya dan mencoba menahan suara teriakan nya karena terkejut.


Oh my god, demi Spongebob Squarepants yang mirip kotak tepung Maizena kenapa aku menyentuh benda miliknya?!.


Hayat menatap kedua belah tangannya yang terasa begitu terkutuk, dia mengembang dan menutup tangan nya untuk beberapa waktu.


Dan kenapa aku harus 3 kali bertemu orang yang sama dalam satu malam Tuhan?!.


gadis tersebut buru-buru langsung menarik tangan nya dan mencoba untuk menutupi wajahnya dengan cepat, namun dia pikir bukankah sebenarnya sia-sia untuk dirinya? sebab kini laki-laki itu tengah berdiri tepat dihadapannya dan Hayat pikir apakah malam ini akan menjadi hari kematiannya.


"Apa kau sudah gila? tidak kah kau sadar nona jika kamu baru saja mencoba memancing kejahatan?"


laki-laki itu bertanya sembari menatap kearah bawahnya di mana Hayat tampak meringkuk dan tidak berani untuk mendongakkan kepalanya lagi atau bahkan berdiri.


Otak gadis itu berputar dengan sangat cepat, dia pikir tidak akan bisa Tuhan memberikan dia ide untuk menghindari laki-laki tersebut.


Tiba-tiba saja Hayat mendapatkan sebuah ide yang begitu cemerlang.

__ADS_1


"Ommo... Hayat?"


tiba-tiba suara Karla mengejutkan dirinya, gadis tersebut secepat kilat mendakwa Hayat.


"Ada apa? apakah.."


Karla terlihat panik mendekati Hayat, dia pikir kenapa sahabatnya ada di lantai dan menjagokan tubuhnya kemudian ada seorang laki-laki tengah berdiri dan menatap dengan penuh tatapan intimidasi ke arah sahabat baiknya itu.


gadis itu mencoba untuk bertanya tapi ketika dia sadar siapa yang ada di hadapannya seketika Karla menelan salivanya.


Kak ahem?!.


gadis itu tercekan karena dia tahu betul siapa laki-laki yang tengah berdiri di hadapannya tersebut, dia pikir apakah laki-laki itu telah mengetahui soal Hayat dan kelakuan nya.


"Kak...aku..."


Karla buru-buru bicara namun tiba-tiba saja Hayat langsung berdiri Sembari meraba-raba kearah Ahem.


"Maaf tuan...aku...buta..."


Gadis itu bicara sambil berdiri, tiba-tiba saja entah dari mana dia mendapatkan sebuah kacamata hitam dan memasangkannya di kedua belah matanya, Hayat kini kembali pura-pura meraba-raba ke arah laki-laki yang ada dihadapan nya tersebut dari perut dada hingga ke wajahnya kemudian dia pura-pura terkejut.


Secepat kilat gadis tersebut melepas kan pegangan nya dari tubuh Ahem.


"Ya?"


Laki-laki tersebut jelas terkejut mendengar ucapan perempuan itu.


"Apakah aku menyentuh sesuatu yang salah? aku tersesat karena buta dan teman ku pergi ke kamar mandi"


Lagi dia bicara sambil berpura-pura buta, bergerak kearah Karla sambil berusaha sedikit menundukkan kepalanya, gadis itu mengedip-ngedipkan bola mata memberikan kode pada Karla.


"Hah?"


bayangkan bagaimana ekspresi Karla yang bingung dengan apa yang dilakukan oleh Hayat sang sahabat baik nya, seolah-olah terhipnotis dan menjadi bodoh dia mengangguk-anggukkan kepalanya, seakan-akan gadis itu menyetujui ucapan Hayat jika Hayat adalah gadis yang buta.


Sungguh terkutuk diriku.


umpat Karla sambil menatap Hayat dan Ahem secara bergantian, gadis itu mencoba memejamkan bola matanya karena malu dengan kelakuan sahabat nya sendiri.


Dia melirik kearah Hayat seolah-olah berkata.

__ADS_1


Apa kau gila? bagaimana kamu bisa menipu kakak Nadine? jika ketahuan bagaimana?!.


Dan seakan-akan Hayat ikut mengeluarkan suara kepalanya.


Dia tidak akan tahu, ini akan menjadi pertemuan terakhir dan mari pergi secepat nya dari sini.


Baiklah aku benar-benar bisa gila memiliki sahabat seperti kamu.


"Karla aku pikir kita harus pulang sekarang"


Hayat kali ini benar-benar mengeluarkan suaranya sembari dia pura-pura meraba-raba wajah Karla.


Kau....!.


Gadis itu terlihat kesal saat Hayat dengan sengaja meraba wajahnya dengan menggemaskan.


Pada akhirnya Karla mencoba mengembangkan senyuman nya kearah Ahem, dia mencoba berpamitan sembari membiarkan Hayat menggenggam erat lengannya.


"Dia buta hahaha kami pergi dulu kak"


Demi apapun dia pikir bagaimana bisa dia menjadi seorang penipu saat ini?!.


Sembari mencoba menundukkan kepalanya berkali-kali dia mencoba bergerak menjauh dari hadapan Ahem.


dan sumpah demi apapun juga Ahem yang biasanya pintar tiba-tiba menjadi seperti orang bodoh, dia menatap kedua garis tersebut dengan perasaan bingung.


Buta?!.


Dia bertanya-tanya di dalam hatinya sembari mengerutkan keningnya.


Yah bukankah tidak aneh jika orang buta bisa salah meraba-raba?!.


Tapi tunggu dulu, bukankah wajahnya sedikit tidak asing?!.


Ahem sejenak mencoba untuk berpikir, tapi....


Oh shi..t.


Laki-laki tersebut mengumpat saat dia sadar sepertinya gadis tadi sudah membangunkan sesuatu miliknya dibawah sana.


"Oh god, Haishhhhh"

__ADS_1


__ADS_2