
Masih kembali ke mansion utama Ahem dan Hayat.
Lewat tengah malam.
Ditengah keadaan yang terjadi dimana kekhawatiran dan ketegangan menghantam menjadi satu, nyonya Nadya tiba di sana, melesat masuk kedalam tempat kediaman Ahem dan wanita tersebut melihat suami nya tengah memaksa untuk naik ke lantai atas untuk menemui menantunya, dimana putra nya mencoba untuk menahan langkah kaki suami nya.
Nyonya Nadya tanpa berpikir dua tiga kali langsung bergerak cepat mendekati kedua orang tersebut di mana Enrico juga berlarian dari arah belakang mengejar langkah nyonya.
Wanita tersebut langsung menghentikan langkah suaminya dengan cepat, dia menahan tubuh tuan All Zigra, menahan dada nya dan berkata.
"Sayang?"
Tuan All Zigra yang menyadari kehadiran istri langsung menatap tajam kearah wanita tersebut.
"Kamu datang menyusul? melindungi putra mu yang salah dan menantu yang tidak ingin aku Anggap?"
Laki-laki tersebut mengerutkan keningnya, jelas masih dalam posisi marah, rahang mengeras dan kekesalan yang mendalam, kesal saat tahu istrinya berbohong pada nya, kesal Nadya melindungi putra nya dan kesal juga termasuk pada Enrico yang notabene nya adalah sekretaris kepercayaan nya.
__ADS_1
"Kau tahu betapa marahnya aku saat ini?"
Dia bertanya masih dalam nada tinggi nya, menatap istrinya dengan jutaan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.
Nyonya Nadya menatap dalam bola mata suami nya tersebut, kemudian dia menggeleng kan kepala nya.
"Ini lah alasan kenapa aku lebih memilih diam menyembunyikan semua nya dari mu All, kamu tidak pernah bisa di ajak berkompromi dengan baik, bicara dengan tenang dan tidak menggunakan ego dan otak, semua selalu sesuai keinginan mu dan semua orang tidak diizinkan memberikan pendapat, menjelaskan keinginan, kau tidak bisa memahami perasaan orang lain, kau egois All, kau egois, karena itu aku tidak bisa bicara dengan mu lebih dulu"
Dan demi apapun nyonya Nadya benar-benar merasa marah, dia kehilangan kesabaran nya, tidak peduli apa perbedaan di antara mereka, Seolah-olah lupa kodrat mereka berdua mana suami dan mana yang istri, dia melupakan semua nya, meluap kan kemarahan nya pada sang suami nya.
Ketika wanita tersebut berkata begitu seketika membuat tuan All zigra terdiam.
"Tidak cukup kah Zuu menyerang nya? kini kamu akan melakukan hal yang sama? usia nya bahkan masih 23 tahun, dia masih terlalu muda untuk mendapat kan banyak tekanan dari sisi kiri dan kanan nya dimana seharus nya dia menikmati masa bahagia atas kehamilan nya?"
Nyonya Nadya bicara, menelisik bola mata suami nya, berharap laki-laki tersebut mengerti dengan ucapan nya.
"mental nya lemah All, dia menangis karena penolakan orang yang dia sayangi, lalu hari ini kau ingin ikut menyerang nya? begitu saja?"
__ADS_1
Wanita tersebut terus bicara, melepaskan genggaman tangan nya dari suami nya.
"Andai kan saja dia bisa memilih takdir, mungkin dia tidak ingin terlahir dari keluarga Azzurra, berhubungan dengan keluarga Hillatop? andai kan saja dia bisa memilih, mungkin dia ingin menikah dengan laki-laki lain dan bukan jatuh cinta dengan Ahem kita? dia tidak bisa memilih All, takdir yang menggiring nasib nya sendiri, dan dia hanya mengikuti takdir yang digariskan Tuhan untuk nya"
Setelah berkata begitu, nyonya Nadya memundurkan langkah nya.
"Aku tidak tahu masih ada kah All zigra ku yang tidak mementingkan ego nya? jika kamu masih melakukan nya, pergilah, sakiti dia sesakit sakit nya All, lupakan sifat manusiawi mu, temui dia dan usir dia ditengah malam salam hujan petir menggelegar, aku dan Ahem tidak akan melarang nya"
Lanjut wanita itu lagi kemudian, menatap suami nya dalam sejuta pandangan, menunggu pergerakan suami nya atas ucapan nya saat ini.
Ahem menatap mommy nya, menggelengkan kepalanya secara perlahan, Seolah-olah berkata mental Hayat tidak baik-baik saja, bagaimana bisa mommy melakukan itu saat ini?!.
Tapi Nyonya Nadya Seolah-olah berkata, seperti apapun kita menunda nya, waktu ini tidak mungkin tidak terjadi, biarkan saja, agar daddy mu puas pada keegoisan nya.
"Tapi setelah kamu melangkah kan kaki mu dan menyeret menantu ku keluar, aku akan memastikan Ahem tidak akan kembali ke rumah ini hingga kita berdua menutup mata"
Dan seolah-olah sejak awal pula wanita tersebut telah mempersiapkan semuanya, wanita tersebut membiarkan suami nya masuk ke dalam pilihan nya.
__ADS_1