Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Sejuta rasa penasaran


__ADS_3

laki-laki itu jelas langsung menoleh ke arah Hayat, di mana rupanya sang istri secepat kilat langsung bangun dari posisi tidurnya tanpa berpikir dua tiga kali seolah-olah apa yang didengar barusan sungguh bisa membuat dia langsung sadar 100%.


sejujurnya jelas dia masih mengantuk tapi begitu pula yang berkata daddy Ahem datang kesana, bayangkan bagaimana ekspresi perempuan tersebut saat ini, dia mengabaikan rasa kantuk yang masih mendalam, memilih untuk membuka bola matanya selebar-lebarnya.


Dan dalam hitungan detik perempuan tersebut langsung menatap ke arah Ahem dan melambaikan tangannya pada laki-laki tersebut agar segera pergi meninggalkan dirinya seolah-olah berkata dia bisa mengatur semuanya.


Ahem sendiri jelas gelabakan karena tiba-tiba daddy All Zigra datang tanpa perencanaan dan kini memanggil namanya, jarak mereka terasa begitu dekat dimana suara laki-laki tua itu seakan-akan berada dan bergerak menuju ke arah kamarnya.


"bagaimana ini tuan?"


sang pelayan bertanya dengan ekspresi wajah sedikit panik karena takut jika tuan besarnya tahu soal kehadiran istri dari tuan mudanya yang adalah putri dari musuh terbesar keluarga besar Hillatop.


Ini benar-benar tragedi.


batin wanita tua tersebut dengan jantung yang berdetak begitu kencang, dia berharap semua baik-baik saja dan tidak terjadi diluar ekspektasi.


"jangan khawatirkan soal apapun dan bergeraklah seperti biasa bi"


Ahem bicara dengan cepat kemudian langsung bergerak untuk pergi dari sana meninggalkan istrinya di dalam kamar tersebut tanpa banyak bicara.

__ADS_1


"kau ada di atas son? apakah kamu terburu-buru untuk pergi?"


tiba-tiba saja sosok tuan All Zigra sudah ada di hadapan Ahem, membuat laki-laki tersebut sedikit membeku karena dirinya sudah berada di depan di depan pintu kamarnya.


"aku pikir ingin berkunjung ke tempat daddy"


laki-laki itu menjawab cepat sembari menutup pintu kamarnya dengan gerakan terburu-buru dia cukup takut jika daddy-nya melihat keberadaan Hayat.


sejenak laki-laki tua tersebut menaikkan ujung alisnya saat dia melihat samar-samar ada satu bayangan yang mengganggu dirinya dari dalam kamar putranya saat laki-laki itu menutup pintu kamarnya.


"apa kamu bersama seseorang di dalam?"


"tentu saja aku sendirian tidak ada siapa-siapa di dalam dad"


Ahem bicara dan bergerak untuk segera pergi dari sana secepatnya menuju ke arah lantai bawah karena Ahem pikir berlama-lama di depan kamar akan membuat daddy All Zigra bakal memaksa untuk masuk ke dalam kamarnya.


laki-laki tua itu menurut saat putranya membawanya bergerak menuju ke lantai bawah.


"apakah ada hal yang buruk terjadi dad? tidak biasa biasanya daddy datang pagi-pagi kemari?"

__ADS_1


dia buru-buru bertanya sembari menatap ke arah daddy nya, Ahem tahu Daddy nya tipe orang yang jarang sekali membuat kunjungan di pagi hari atau di pagi buta kecuali ada keadaan yang tidak memungkinkan dan harus segera diselesaikan.


"aku hanya kebetulan ingin berkunjung dan cukup rindu dengan kopi buatanmu"


tiba-tiba saja laki-laki tersebut bicara dengan cepat, membuat Ahem menaikkan ujung Alisnya, laki-laki tersebut pada akhirnya mengembangkan senyumannya.


"aku cukup terkejut daddy merindukan kopi buatan ku, aku akan membuatkan nya dan daddy bisa menunggu di sini"


lagi-lagi tersebut berucap sembari meminta laki-laki itu dulu di atas kursi sofa ruang tengah ketika mereka telah sampai pada bagian posisi ruang tengah.


All Zigra langsung menganggukkan kepalanya sambil mengulum senyumannya kemudian laki-laki tersebut berkata.


"aku akan menunggu di sini dan buatkan seperti biasanya".


Ahem buru-buru mengangguk kan kepalanya kemudian dengan cepat laki-laki tersebut bergerak menuju ke arah dapur untuk membuatkan kopi bagi daddy nya.


satu-satunya orang yang paling suka All Zigra mintai untuk membuatnya kopi kecuali istrinya adalah putra pertamanya, baginya hanya kopi kedua orang tersebut yang membuatnya begitu menyukainya.


Cukup lama dia menunggu putranya untuk membuatkan kopi di ruang tengah tersebut hingga pada akhirnya tidak tahu kenapa tiba-tiba saja dia ingin bergerak kembali naik ke lantai atas menuju ke arah kamar putranya tersebut seolah-olah masih ada beban yang dia ingin sekali lihat tentang satu sosok yang tidak sengaja terlintas di depannya tadi.

__ADS_1


dia yakin dia melihat sesuatu tadi udah itu cukup mengganggu dirinya hingga saat ini.


__ADS_2