
Begitu mereka turun dari tangga bisa di lihat dari luar sana tiba-tiba nyonya Nadya berlarian dengan cepat setelah turun dari mobilnya di antar oleh sopir pribadi mereka, wajah panik penuh kebingungan terlihat jelas dibalik wajah tua yang masih cantik tersebut.
Wanita tersebut jelas gelagapan, tidak habis pikir bagaimana bisa pagi-pagi buta suaminya sudah menghilang dari rumah, saat dia berbalik dan mencoba memeluk suaminya yang dia pikir masih terlelap dalam tidur, ternyata laki-laki tersebut tidak tahu pergi kemana, dia pikir mungkin All zigra tengah menikmati air guyuran pagi untuk membersihkan diri, nyata nya ditunggu ber' jam-jam All zigra tidak kunjung keluar dari kamar mandi.
Setelah waktu lama berlalu baru sadar jika laki-laki tersebut meninggalkan selembar kertas memo kecil berkata akan keluar sejenak ke rumah putra mereka.
Dia pikir itu Gao atau Zoe, tapi rupanya Ahem.
"Oh my god"
Bayangkan bagaimana gelagapan nya Wanita tersebut , tanpa berpikir dua tiga kali, pergi membersihkan diri dan menghubungi Ahem dengan cepat.
Lalu disini lah dia saat ini.
"Sayang?"
All Zigra jelas terkejut saat melihat istrinya sudah berada tepat di hadapannya saat ini, dia pikir sepertinya Nadya baru saja habis berlarian kencang karena suara tersengal-sengal yang terdengar jelas dari balik telinga nya.
"Kenapa pergi tanpa pamit?"
Segurat kemarahan terlihat jelas dibalik wajah wanita tersebut, dia bertanya sambil berusaha untuk menetralisir nafasnya, padahal dia sudah tidak kuat lagi bermain kejar-kejaran di usia seperti ini, tapi terpaksa melakukan nya karena takut hal buruk terjadi.
__ADS_1
"Aku takut membangunkan kamu yang masih terlelap"
Laki-laki tersebut menjawab cepat, dia bicara sambil terus mengerutkan keningnya.
"Apa kamu habis ikut kegiatan berlari? coba lihat kamu keringatan"
Laki-laki tua itu bicara cepat, menyentuh dahi nyonya Nadya, menghapus sisa keringat yang tersisa.
Meskipun sudah setua ini, laki-laki tersebut masih penuh perhatian, bola mata nya masih begitu dipenuhi cinta tiap kali menatap istrinya.
Seulas senyuman mengembang dibalik wajah Ahem, sejak dulu paling suka dengan keromantisan kedua orang tua nya.
Ahem bicara cepat, berniat meninggalkan kedua orang tersebut.
"Tidak usah, mommy sudah mendapatkan nya dirumah, sebaiknya kita bergegas, bukankah kata nya ingin pergi berkunjung ke tempat Gao dan Ayana?"
Wanita tersebut mengalihkan pembicaraan, meraih lengan suaminya agar segera beranjak dari sana, bola matanya meng kode Ahem, seolah-olah dimana menantunya.
"Biarkan aku minum kopi ku dulu"
Tuan All zigra jelas menolak, ingat kopi yang telah susah payah dibuat kan oleh putranya.
__ADS_1
Nyonya Nadya hanya bisa pasrah.
Mereka berjalan menuju kearah kursi sofa, duduk di sana dengan perasaan gelisah, jujur saja hati nya saat ini tidak baik-baik saja.
Ditengah kegelisahan nyonya Nadya, tuan All zigra membiarkan bola matanya berkelana entah kemana, menelisik seluruh bagian rumah, mencoba mencari sedikit saja petunjuk yang ada soal rasa ragu atas apa yang dilihat nya.
Nyata nya tidak ada yang mencurigakan.
Laki-laki tersebut menghabiskan kopi nya dengan cepat, mengobrol sebentar hingga akhirnya memilih pulang bersama istrinya, tapi.. saat mereka akan melewati pintu depan, bola mata laki-laki tersebut menangkap satu pemandangan yang membuat dia langsung mengerutkan keningnya, tuan All zigra langsung menoleh kearah istrinya.
"kamu sejak kapan kembali menggunakan heels tinggi?"
tanyanya begitu serius kepada istrinya, menbuat nyonya Nadya dan Ahem tercekat seketika.
"Ya?"
Bola mata nyonya Nadya langsung tertuju pada heels tinggi yang terparkir di antara rak sepatu yang dipenuhi milik laki-laki.
"Oh Shi..t"
Ahem seketika mengumpat karena lupa pada bagian penting yang ini.
__ADS_1