Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Memperkenalkan diri dengan gentle


__ADS_3

Ahem terlihat begitu tenang saat dia menyadari Ayah mertuanya sudah ada di hadapannya nya, laki-laki tua tersebut terlihat bingung, masuk kedalam sambil terus menatap kearah dirinya, sesekali laki-laki tersebut melesat kan tanya pada ibu mertuanya, ingin tahu siapa dirinya.


Dia berdiri dari posisi duduknya, bergerak mendekati ayah mertua yang dia ingat betul wajah nya di mana laki-laki tersebut pernah berada pada masa yang sama dirumah sakit belasan tahun yang lalu.


Laki-laki tua itu tetap kharismatik, tubuh besar tinggi dengan wajah dipenuhi bulu-bulu halus yang mulai memutih, Zuu sudah hampir mirip seperti daddy nya, beda nya daddy nya jauh lebih angkuh dan sombong, wajah datar dengan tatapan mata elangnya tidak pernah berubah hingga tua apalagi sifat keras kepalanya.


Ahem menundukkan kepalanya secara perlahan, menyambut laki-laki tersebut dengan senyuman terbaik nya


Begitu memastikan tuan Zuu duduk dihadapan nya dan mulai terlihat tenang, Ahem membawa laki-laki tersebut minum kopi bersama, sebelum nya dia tidak lupa memperkenalkan dirinya.


"Ahem"


Laki-laki tersebut memang tidak hapal nama depannya, tapi jika menyebut nama Zigaz tuan Zuu pasti terkejut dan langsung mengenali dirinya.


Dia sengaja melakukan nya, membuat situasi menjadi hangat, mengobrol dan mencocokkan diri mereka terlebih dahulu.


Nyonya Bii jelas mencoba menghabiskan teh nya secara perlahan, meskipun dia gugup wanita tersebut berusaha untuk bersikap setenang mungkin dan tidak terburu-buru.


"Jadi teman dekat nya Hayat?"

__ADS_1


Tuan Zuu bertanya untuk memastikan, menelisik wajah Ahem untuk beberapa waktu.


Laki-laki dihadapan nya memang begitu tampan sempurna dengan otot-otot kekarnya, jika dia terlahir sebagai seorang gadis, dia pasti tertarik pada laki-laki dihadapan nya itu.


Perpaduan sempurna antara dewa Yunani dan mahakarya tangan dengan lukisan indah yang dilukis dengan cara yang begitu luar biasa, duduk nya pun menampilkan kegelisahan untuk gadis-gadis yang menatap, dijamin siapa yang tidak ingin tenggelam dalam pesona laki-laki dengan bola mata indah yang bisa menghipnotis gadis muda yang melihat nya.


Jika Putri nya tergila-gila pada laki-laki dihadapan nya tersebut, maka tuan Zuu jelas sangat memakluminya, Ahem terlalu sempurna diciptakan oleh sang pencipta nya, terkutuk lah jika laki-laki dihadapan nya seorang player sejati, dia takut menebak ada berapa ratus ragam gadis dan perempuan yang akan laki-laki tersebut tiduri selama hidupnya.


Zuu berharap laki-laki tersebut type laki-laki setia dengan sejuta pesonanya.


"Yes dad, aku dan Hayat begitu dekat"


Laki-laki tau dihadapan nya menganggukkan kepalanya dengan tenang,mendengar ucapan Ahem dengan seksama.


"Putri ku tidak pernah dekat dengan laki-laki sebelum nya, dia kemudian dekat dengan putra keluarga Alexander karena mereka meminta Hayat untuk dijadikan menantu, meskipun aku tidak tahu apakah Hayat benar-benar mencintai Lucas atau tidak, mereka benar-benar melewati masa pacaran atau tidak, Lucas menjadi laki-laki Pertama yang aku kenal dan dekat dengan nya"


Laki-laki tersebut mulai bercerita, mengingat bagaimana Hayat dengan baik menjaga dirinya sendiri dari kehidupan laki-laki, takut terjerumus pada pergaulan yang salah dan kehilangan masa depan atas tipu daya laki-laki, putri nya memegang teguh prinsip, tidak ada laki-laki, masa depan cerah, no sek.s, no man, no love and free.


Itulah kenapa dia begitu menyayangi putri nya, di jaman ini, anak gadis sangat lengket pada anak laki-laki, kehilangan harga diri dan mengobral diri tapi putrinya sama sekali tidak melakukan nya, Hayat menjaga dirinya dengan baik, Hayat selalu berkata,

__ADS_1


"Aku mencintai daddy dan kakak, juga begitu mencintai mommy, mana mungkin aku menenggelamkan wajah kalian kedalam lumpur karena sebuah kebodohan atas nama laki-laki"


"Anak perempuan akan menghantar ayah mereka pada dua tempat yang berbeda, surga dan neraka, semakin buruk diri ku maka semakin dalam papa tenggelam didalam neraka jahanam, semakin baik tingkah laku ku, meskipun tidak menghantar papa ke surga paling tinggi, tapi setidaknya aku tidak malu membawa papa ke surga terbaik di sana"


Dan Hayat selalu membuat nya merasa di hargai oleh putrinya.


"Aku cukup terkejut saat mama nya bilang dia dekat dengan seseorang dan jatuh cinta pada nya tapi tidak membicarakan nya lebih dulu dengan ku"


Sejenak tuan Zuu menatap kearah Ahem, agak bersedih hati saat tahu Hayat mencintai seorang laki-laki tapi belum juga bercerita kepada nya.


Mendengar ucapan laki-laki dihadapan nya, Ahem terlihat diam, menelisik wajah yang memiliki keriput dibeberapa bagian sisi kiri kanan mata nya tersebut dalam, dia menunggu ayah mertua nya selesai bicara, kemudian mulai untuk dirinya bicara.


"Sebenarnya Hayat ingin menceritakan soal aku pada papa, tapi aku bilang padanya biarkan aku yang datang dan memperkenalkan diriku sendiri dengan gentle layaknya seorang laki-laki sejati"


Dia mulai membuka pembicaraan, menatap dalam bola mata tuan Zuu dengan seksama.


Laki-laki tua tersebut diam, mendengarkan ucapan Ahem dengan baik.


"Aku akan mulai bercerita tentang pertemuan kami, dan aku yang lebih dulu mencintai Hayat dalam banyak pertemuan kami yang terjadi"

__ADS_1


Pandangan Ahem lurus menatap kedepan, nyonya Bii tampak mulai menggenggam erat telapak tangan nya dengan gelisah


__ADS_2