Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Masih mencari tahu


__ADS_3

Disisi lain


Mansion utama Hillatop.


Indonesian.


Allzigra menatap layar monitor yang ada dihadapan nya tersebut untuk beberapa waktu, dia menunggu seorang laki-laki yang duduk dihadapan nya menggeser tiap-tiap gambar yang ada di hadapannya.


ada jutaan rasa penasaran yang menjadi-jadi di dalam dirinya saat ini, di mana dia terus mendengar Desas-desus dan gosip yang terus bertebaran jika putra tertuanya memiliki seorang kekasih belakangan ini.


sejujurnya dia bahagia tapi dia menjadi gelisah karena hingga hari ini laki-laki tersebut sama sekali belum pernah memperkenalkannya pada gadis yang katanya adalah kekasih Ahem.


sebenarnya ada banyak persoalan yang menghantam dirinya saat ini, salah satunya misalnya adalah soal bagaimana dia harus mengatasi urusan putri nya Nadine, tentang pernikahan yang ditukar.


karena itu dia hampir kehilangan kesempatan untuk mengetahui perihal soal ahem belakangan ini karena sibuknya mengurusi soal Nadine Dan juga Azlan.


oleh karena itu sepertinya dia memang benar-benar ketinggalan informasi selama beberapa waktu soal laki-laki tersebut setelah dia meminta Enrico menyelidiki soal gadis tersebut tempo hari.

__ADS_1


"tidak bisakah kalian mendapatkan wajahnya?"


All Zigra bertanya dengan cepat pada laki-laki yang ada di depannya tersebut, laki-laki tua itu mengharukan keningnya sejak tadi karena dia pikir tidak ada satu rekaman pun yang bisa menangkap wajah gadis yang dibawa Ahem hilir mudik dalam beberapa rekaman CCTV yang terlihat.


laki-laki muda yang ditanya tampak menghilangkan kepalanya secara perlahan, dia gelisah karena dia sama sekali tidak bisa mendapatkan wajah gadis tersebut, cukup takut jika Tuhan yang marah dengan keadaan karena mereka bekerja dengan tidak becus dan tidak kompeten.


mereka tahu betul jika All Zigra paling benci dengan orang-orang yang lambat mendapatkan informasi soal apa yang dia inginkan, seketika laki-laki yang tengah menggeser kursor layar yang ada di hadapannya tersebut mengeluarkan keringat dinginnya,. kecemasan menghantam laki-laki tersebut saat ini.


dia tidak berharap ditendang, di depak atau bahkan dipecat dari pekerjaannya, ini adalah satu-satunya pekerjaan yang mampu dia lakukan untuk menghidupi anak istrinya di rumah.


laki-laki itu menjawab dengan cepat pertanyaan dari sang tuannya, dia sama sekali tidak berani untuk menoleh ke arah belakang karena khawatir jika Tuhannya akan memarahi dirinya.


mendengar jawaban dari anak buahnya tersebut seketika membuat Al Zikra diam untuk beberapa waktu, pada akhirnya laki-laki tua tersebut memejamkan sejenak bola matanya.


"katakan padaku dimana Enrico?"


tiba-tiba ane segera bertanya pada laki-laki di hadapannya tersebut untuk beberapa waktu.

__ADS_1


"Enrico pergi bersama nyonya Nadya untuk bertemu dengan seseorang sejak beberapa waktu yang lalu"


seseorang di samping laki-laki tersebut bicara dengan cepat dan memberitahukan keberadaan asisten pribadinya tersebut.


mendengar hal itu seketika membuat All Zigra langsung mengerutkan keningnya.


"Ya?"


laki-laki tua itu bertanya dengan cepat.


"pergi ke mana? kenapa tidak ada yang memberitahukanku sebelumnya?"


dia kembali bertanya sambil terus mengerutkan keningnya.


"kami kurang begitu tahu tuan, tapi sepertinya nyonya cukup tergesa-gesa dan pergi dalam keadaan terburu-buru setelah seseorang mencoba untuk menghubunginya pagi ini"


lanjut laki-laki itu lagi hingga membuat All Zigra semakin mengernyitkan keningnya untuk beberapa waktu.

__ADS_1


__ADS_2