
Hayat masih membeku dan mematung, membiarkan kedua belah tangannya menutupi mulutnya atas rasa terkejut yang belum usai.
bola mata indah gadis tersebut menatap Ahem untuk beberapa waktu dengan pandangan berkaca-kaca, demi apapun dia gemetaran dan cukup bingung dengan jawaban nya.
"Aku agak oleng"
dia masih sempat bercanda, menatap Ahem dengan tatapan penuh arti.
mendengar ucapan Hayat seketika membuat Ahem terkekeh geli, dia masih berlutut menunggu jawaban dari Hayat.
"Aku suka melihat dia oleng, sedikit bingung dan mengeluarkan ekspresi panik nya, itu terlihat cantik dan membuat ku berdebar-debar karena berusaha menebak apa yang akan terjadi berikutnya"
Ucap laki-laki tersebut dengan cepat.
Hayat tertawa kecil, kemudian mencoba mendongakkan kepalanya, air mata nya Hampir tumpah, rasa nya begitu manis dan romantis, dan ......
dia memperbaiki arah pandang nya, gadis tersebut menatap kembali kearah Ahem kemudian mengangguk kan kepalanya.
"Oh god"
Bayangkan bagaimana perasaan Ahem?!.
"Yes I will"
Laki-laki tersebut buru-buru memajukan cincin nya ke arah tangan Hayat, menunggu gadis tersebut mengulurkan jemari indah nya.
Gadis tersebut terlihat mengeluarkan dua rona merah di balik wajah cantik nya, dia mengulurkan Jemari indahnya kearah Ahem.
laki-laki tersebut menatap Hayat sembari tangan nya secara perlahan menyematkan cincin indah tersebut di jemari manis sang pujaan hatinya.
__ADS_1
Suasana romantis diiringi lagu manis yang mengalun indah memenuhi tempat tersebut yang menghadap langsung ke menara Eiffel Paris menambah indah nya suasana lamaran sederhana yang dilakukan Ahem pada Hayat.
bayangkan bagaimana rasa yang bersemayam didalam hati Hayat, gadis tersebut tidak mampu menahan air matanya, dia menangis tanpa mengeluarkan suaranya.
Ahem seketika Langsung berdiri, menyambar tubuh gadis dihadapannya itu, mengangkat nya dengan cepat dan membiarkan Hayat melebur dalam kebahagiaan nya.
Tidak ada ungkapan kebahagiaan yang mampu di lontarkan oleh Ahem saat ini, laki-laki tersebut membiarkan dirinya menikmati keindahan wajah gadis di dalam pangkuannya tersebut.
"I love you Hayat, I Love you, terimakasih karena masih mau menyambut uluran tangan ku yang sempat melepas kamu di masa lalu"
Ucap laki-laki tersebut kemudian.
Hayat menganggukkan kepalanya dengan cepat, menata dalam wajah laki-laki tersebut tanpa tahu jawaban yang tepat atas ucapan Ahem.
Yang jelas dia bahagia, berusaha melepaskan bahagia yang sulit untuk dia ungkapkan dengan kata-kata, tidak ada kata-kata paling tepat untuk dirinya saat ini karena dia memang tidak memiliki banyak kata-kata untuk di ungkapkan dalam kondisi yang begitu manis ini.
Hanya barisan kata-kata tersebut yang mampu dia ungkapkan saat ini, yang jelas Hayat sudah tidak memiliki kemampuan untuk mengungkapkan kebahagiaan nya.
Ahem menurunkan pelukan dan Gendongan nya, laki-laki tersebut kembali menatap dalam bola mata Hayat.
sepersekian detik kemudian sebuah ciuman manis dilesatkan kedua orang tersebut.
menyambut rasa bahagia dan cinta yang sulit di ukir dengan kata-kata, biarkan waktu dan malam yang mengukur sendiri perasaan mereka, biarkan angin malam yang menerpa dan ikut berbahagia, biarkan para orang tersebut menatap iri sepasang anak manusia tersebut.
Ahem dan Hayat ingin menikmati momen indah tersebut berdua, tidak ingin menghiraukan apapun yang ada disekitar mereka.
"Katakan pada ku, bagaimana jika kita melaksanakan prosesi pernikahan nya setelah Zoe dan Freya atau sebelum mereka? kita akan bicara pada keluarga secara perlahan untuk menyakinkan mereka?"
__ADS_1
"Bukankah mereka bilang tidak boleh saudara menikah dalam 1 keluarga di tahun yang sama?"
"Siapa bilang? aku sedang belajar, masih mendalami ilmu agam, saudara sekandung menikah pada bulan yang sama akan mendatangkan kesialan adalah termasuk tasya'um (menganggap sial sesuatu yang baik). Tasya'um dicela dan dilarang nabi SAW."
"Benarkah?"
"Rasulullah SAW sangat menentang tasya'um. Habib Hasan mengatakan pada masa lalu orang-orang Arab jahiliyah tidak mau menikah di bulan Syawal karena berkeyakinan orang yang menikah di bulan Syawal akan mengalami kegagalan. Tetapi Rasulullah menantang itu dengan menikahi sayyidah Aisyah pada bulan Syawal. "
"Ketika ada pernikahan dua bersaudara menjadi satu maka ada yang kalah (sial)? Dari mana ini semua. Ini aqidah batil, sangkaan batil yang perlu kita tolak. Jangan dikaitkan sesuatu itu dengan kejelekan, apalagi hal yang indah, pernikahan ini indah,"
"Lalu bagaimana izin dari daddy kita?"
"Kita akan mencari jalan keluar nya selama mommy mengizinkan nya"
"Bagaimana dengan wali ku?"
Ahem terlihat mengulum senyuman nya.
"Sunshine?"
Jari telunjuk ahem menyentuh lembut bibir Hayat.
"Apa kamu tidak tahu? mommy Bii dan mommy Nadya telah mengatur semuanya"
"Ya?"
mendengar ucapan Ahem seketika membuat Hayat membulatkan bola matanya.
*******
Catatan \=
__ADS_1
Hayat sejak lahir telah terlahir menjadi muslim Karena nenek dari mommy Bii memang seorang muslim, Ahem sama seperti Gao, telah di khitan sejak kecil tapi belum Memilih keyakinan nya, sebelum menikah sama seperti Gao, Ahem memilih menjadi mualaf dan mulai belajar Islam sejak usia remaja.