
pada akhirnya nyonya Nadia memilih diam dan tidak melanjutkan kalimatnya, di mana sang suaminya tiba-tiba berkata.
"Aku tidak tahu apa yang sebenarnya kamu pikirkan pada proyek ini, bekerja sama dengan perusahaan Azzurra sebenarnya cukup membuatku marah, Ahem"
Laki-laki tua tersebut bicara sembari menarik kasar nafasnya.
"Daddy akui palembang adalah pilihan tepat untuk dijadikan sasaran proyek nya, tapi realita nya daddy tidak begitu setuju soal keputusan mu bekerja sama dengan perusahaan azzura company, hubungan kita sejak jaman dulu kurang baik, tapi karena ini bisnis mu son, Daddy tidak bisa bicara apa-apa"
Mendengar ucapan daddy nya Ahem hanya tersenyum kecil.
"kerja sama ini karena aku melihat prospek terbaik disana, bukan karena aku memandang siapapun yang ada disana, mungkin di masa lalu yang memiliki konflik berkepanjangan adalah kakek, daddy dan para penerusnya yang lama, aku tidak termasuk tipe laki-laki pendendam yang harus pusing soal masa lalu, daddy tahu betul bagaimana sifat ku, aku melihat sisi keuntungan nya disana"
Ahem bicara cepat sembari laki-laki tersebut mencoba untuk menjelaskan sisi keuntungan mereka dan tidak mau peduli soal dendam masa lalu.
"Yeah kau bebas melakukan nya, setelah menjalin hubungan kerjasama Pastikan tidak melanjutkan komunikasi sama sekali di antara mereka"
Allzigra bicara dengan cepat lantas membuang pandangannya, laki-laki tersebut bergerak menjauhi putra nya dan bergerak kembali masuk kedalam kamar.
Dia tidak nyaman setiap kali harus mendengar nama Azzurra company disebut dibalik telinga nya.
''Kau akan bertemu untie bii disana sayang"
Pada akhirnya sang mommy nya berbisik dengan cepat.
__ADS_1
"Kalian belum pernah lagi bertemu sejak usia mu 7 tahun ahem"
Saat wanita tersebut berkata begitu, dia kembali mencoba untuk berpikir-pikir, 7 tahun atau 9 tahun? ah tidak... mungkin saat ahem 13 tahun? aishhh kenapa orang tua begitu pelupa batin nya.
Mendengar ucapan mommy nya dan ekspresi mommy nya seketika membuat Ahem mengerutkan dahinya.
"Untie bii?"
"Dia adalah istri Zuu, pemilik perusahaan azzura company"
Mendengar kata Azzurra company seketika membuat Ahem diam, laki-laki tersebut mengangguk pelan.
"Mommy pikir seperti nya kamu pernah bertemu dengan putri mereka di usia mu 9 tahun saat perjamuan makan malam perusahaan, dia datang bersama nenek hessa mu dan putri keluarga Abimanyu, Ayana"
Mendengar usia 9 tahun di jamuan makan malam seketika membuat Ahem semakin mengerut kan keningnya, alih-alih menampilkan ekspresi wajah yang tidak disukai mommy nya, laki-laki tersebut kembal mengulas senyuman nya.
"aku akan pergi sekarang"
"Hati-hati dijalan Son"
Allzigra bicara cepat keluar dari dalam, kemudian laki-laki tua itu segera berlalu dari hadapan ibu dan anak yang asik mengobrol tersebut, dia harus bergegas ke perusahaan sebab hari ini dia memiliki janji temu dengan seseorang.
Begitu suami nya bergerak turun kearah tangga, mommy Ahem kembali bicara.
__ADS_1
"titip salam untuk putri untie Bii mu, dia gadis yang cantik"
Wanita itu sedikit menggoda putra nya sembari dia mengerlingkan matanya ke arah Ahem, setelah itu Nadya berbalik, tapi tiba-tiba dia melupakan sesuatu
"Mommy dan Daddy akan pergi ke Indonesia juga besok pagi, kau tahu sayang? Gao akan segera menikah"
Saat mendengar ucapan bahagia mommy nya soal adik dibawah nya seketika membuat Ahem terkejut.
"What?"
Itu berita yang begitu mengejutkan.
"Aku fikir Gao tidak akan mungkin jatuh cinta"
Ucap nya sembari mencoba menahan senyuman nya.
Casanova petualang Perempuan itu akhirnya benar-benar akan menikah.
Batin Ahem kemudian.
Tapi....?!.
Dia mengerutkan keningnya.
__ADS_1
Dengan siapa?!.