
Demi apapun ketika Ahem memulai nya Hayat agak terkejut, dia membulatkan bola matanya namun sepersekian detik kemudian gadis tersebut berbunga-bunga, langsung memejamkan bola matanya dan kini mereka benar-benar saling bertaut lidah.
Ahem secara refleks mendorong perlahan tubuh Hayat agar gadis tersebut berada di tengah-tengah kasur dengan gerakan yang begitu lembut, semua refleks terjadi begitu saja.
Jari tangan Ahem menyentuh ujung telinga Hayat secara perlahan, menimbulkan satu getaran manis yang menghantarkan aatu efek berdesir yang memicu jantung dan satu desiran manis melewati tiap urat nadi Hayat.
Begitu lembut dan sangat hati-hati sekali Ahem bergerak seolah-olah Hayat benda berharga yang takut pecah, ada yang percaya? malam itu dia belum benar-benar menyentuh hayat 💯%, gadis tersebut jelas masih suci.
Dengan gerakan lembut telapak tangan Laki-laki itu menahan Tengkuk istri nya sehingga semakin memperdalam ciuman mereka, luma..tan dan sesapan itu semakin menambah hasrat di antara mereka, bahkan secara spontan Li..dah Ahem mulai bergerak masuk bermain didalam rong..ga mulut istri nya.
Dari ciuman lembut kini bergerak berganti menjadi belitan lidah, dimana Hayat yang awalnya agak gelagapan pada akhirnya mencoba untuk mengikuti alur sang suaminya.
jangan ditanya bagaimana rasanya saat ini, seolah-olah ada jutaan kupu-kupu berterbangan di sekitar perutnya, sentuhan demi sentuhan Ahem menciptakan satu perasaan aneh luar biasa yang mampu membuat siapapun yang merasakannya menggila.
Ketika satu tangan suaminya mulai menelusuri jejak tubuh nya, masuk melesat kedalam Linge..rie nakal yang menggoda dan perlahan menyentuh ujung perutnya, sebuah aliran listrik terasa menghantam diri nya, bergerak naik secara tiba-tiba dan menghantam puncak kepalanya.
"Sunshine"
Dia mengeluarkan suara halusnya, sedikit kehilangan kesadaran nya, Karena sentuhan lembut tersebut benar-benar memabukkan dirinya.
"Apa aku menyakiti kamu?"
Ahem bertanya gelisah, takut Hayat tidak terbiasa, moment pertama kata nya menyiksa, meskipun ini yang kedua, tapi yang pertama hanya sebatas pemanasan, Hayat pencapai pelepasan dengan bibir nya tidak lebih, dia belum menerobos pertahanan nya.
Bola mata mereka bertemu, Hayat terlihat pasrah tidak berdaya, gadis tersebut menggeleng kan kepala.
"Tidak, lanjutkan saja"
Bisik nya dengan suara menggoda.
Ahem diam tanda paham, izin dan restu 💯% didapatkan, laki-laki tersebut kembali bergerak, satu tangan laki-laki tersebut mulai naik dengan lembut ke dada istri nya, menyentuh dengan lembut da..da Hayat, meraup lembut dan meraih benda kecil di atas dadanya, seketika sang istri mengeluarkan de..sa..han pertama nya.
"Akhhhh"
Seketika Hayat merasa malu dengan suara nya, ingin sekali dia menutup mulutnya tapi dia tidak berdaya, seolah-olah suara seperti itu memang refleks terjadi ketika semua pasangan melewatkan hal tersebut.
Apalagi saat bibir sang suami kini mulai bergerak lincah menari-nari di kulit dan pori-pori lehernya, menyesap dan menghisap nya dengan sedikit kuat, menciptakan warna khas di beberapa titik leher nya, lagi-lagi Hayat mengeluarkan de..sa..han nya.
Dia benar-benar pusing dibuat nya, rasa basah menghantam milik nya.
"Ahhhh..."
perempuan itu mengencang pegangan nya pada lengan sang suami.
Ahem tersenyum, cukup suka mendengar nya, suara indah gadis tersebut langsung mampu kembali menaikkan has..rat milik nya.
Sembari terus melanjutkan ciuman yang terus membakar gelorah, tangan Ahem mulai bergerak memainkan ujung dada nya untuk beberapa waktu hingga akhirnya tangan laki-laki itu dengan lincah melepaskan pakaian istri nya satu persatu.
Lantas secara perlahan Laki-laki itu melepas kan penutup dada istri nya dan membuang penutup tubuh itu kesembarang tempat.
Kemudian laki-laki itu mulai membuang celana milik nya sendiri ke arah samping.
Kali ini bibir dan lidah itu mulai menyapu menuju ke dagu istri nya, turun ke antara lehernya kemudian melesat turun hingga ke dada nya.
"Sunshine.. "
Hayat mengeluarkan suara indahnya, terdengar memenuhi ruangan kamar tersebut dan semakin membuat Ahem bergerak semakin Lincah di atas dadanya, menyapu ariola, meng.. hisap niple nya dengan begitu lincah.
Benar kata orang sekaku nya laki-laki dia akan bergerak Sesuai naluri ketika berada pada titik keinginan nya, has..rat lebih kental dari rasa malu, semua akan terjadi begitu saja tanpa bisa di cegah.
"Hmm "
Ahem menjawab perlahan, mendongakkan kepalanya sambil menatap dalam bola mata istri nya.
"Kenapa?"
"Sedikit tersiksa dan basah..ahhhh"
Ucap Hayat sambil mengeratkan genggaman nya pada Sprai kasur mereka sebab jemari laki-laki tersebut kini bergerak nakal menyentuh niple pink yang mencuat di ujung dadanya.
"Apakah aku menyakiti?"
Tanya Ahem khawatir.
Hayat langsung menggelengkan kepalanya.
"ini menyiksaku"
Hayat terkekeh kecil.
Ada sekelebat hasrat yang tertanam didalam bola matanya, dia Bergelora, minta sesuatu yang lebih kalau bisa
Itu menyiksa namun sangat indah, Membuat dia melayang-layang ke udara.
__ADS_1
Ahem mengulum senyumannya, laki-laki itu kembali bergerak di ariola dan Niple nya.
Hayat jelas hanya bisa menggigit bibir bawah nya, kadang mengeluarkan jutaan suara manja nya, kadang terpekik karena sensasi aneh yang terasa begitu menyiksanya hingga mencipta kan satu sensasi aneh yang tiba-tiba membuat dibawah sana terasa berkedut tidak karuanan.
Laki-laki itu menyusuri seluruh kulit indah itu dengan jemari-jemari miliknya, menyentuh perlahan perut rata tersebut untuk beberapa waktu, hingga akhirnya jemari itu turun menyentuh satu titik indah dibawah sana.
Tangan kokoh itu mencoba melepaskan nya pelindung luarnya, memastikan kain tipis mendominasi berwarna merah senada dengan Linge..rie tersebut telah menghilang entah kemana.
Begitu pelindung itu terlepas jemari laki-laki itu dengan perlahan mencoba menyentuh ujung kecil dibawah sana hingga seketika membuat istri nya langsung memejamkan bola matanya.
Bisa Perempuan itu rasakan satu efek aliran listrik langsung menghantam dari bawah sana dan menerjang isi kepalanya.
"Akhhhh"
Satu jeritan kecil penuh gai..rah dan hasrat memenuhi seluruh penjuru ruangan, Ahem bergerak menggunakan jemari nya, dia bergerak begitu lembut memastikan sang istri terlebih dahulu mendapatkan pelepasan nya, sebab adab yang baik biarkan istri merasa ter.. puaskan lebih dahulu dan perilaku istri dengan gaya yang baik.
Ahem terus menggerakkan tangannya, hingga bisa dia lihat sang istri sejenak lagi akan mendapatkan pelepasan nya.
"Sunshine aku..?"
Satu kode terdengar dari balik bibir istri nya.
"Tumpahkan hmmm"
Ucap Ahem pelan.
Dan benar saja cairan itu seketika tumpah tanpa bisa dibendung lagi, memenuhi Jemari Laki-laki tersebut.
Ahem meraih tisu di atas nakas menghapus cairan yang ada di tangannya, laki-laki itu naik ke atas, memastikan posisi terbaik nya sambil menyentuh lembut wajah sang istri nya.
"Siap melakukan nya?"
Saat laki-laki itu bertanya dengan tatapan hangatnya, Hayat hanya bisa mengangguk kan pelan kepalanya, dia menatap sayu wajah itu penuh dengan kepasrahan.
Dia pikir ini aman, bukankah ini yang kedua, jadi bukan masalah.
Sepersekian detik kemudian Ahem kembali melesat kan ciuman lembut nya, dan secara perlahan sesuatu dibawah sana mulai menggesek sempurna ke arah milik istri nya.
"Aku tidak yakin ini akan baik-baik saja, jika sakit katakan dan minta berhenti dengan segera"
Bisik Ahem lembut dibalik telinga istri nya.
Hayat terlihat bingung, Sedikit mengerutkan keningnya, agak tidak paham ucapan suaminya,dia kemudian tersenyum lantas mengangguk kan kepalanya, mengencangkan pelukan nya ke punggung sang suami saat sesuatu terasa mulai menyeruak dibawah sana.
"Akhhhh"
Demi apapun rasanya sedikit sakit dan aneh.
Ahem melakukan nya begitu perlahan, takut menyakiti Hayat, gadis tersebut masih belum paham, siap sedia dalam banyak situasi.
Dan begitu hentakan berikut nya melesat, seketika Hayat langsung mengencangkan pegangan nya pada bahu suaminya.
Dia terbelalak kaget, sakit luar biasa, ini seperti yang pertama, Hayat meneteskan air mata, mendorong dada Ahem secara refleks.
"Sunshine... akhhh ini sakit"
Dia pikir apakah yang kedua masih menyiksa? seharusnya dia bertanya pada yang lebih berpengalaman, Ayana misal nya.
ah walaupun dia tahu mana mungkin Perempuan tersebut mau mengumbar privasi, dia seharusnya bertanya pada yang berpengalaman.
Ahem sejenak diam agak kagok dan bingung, sesungguhnya Hayat satu-satunya hadis yang pernah dia sentuh,dia merasa begitu payah jadi laki-laki.
"Sakit?"
Hanya laki-laki tersebut pelan.
"Ini gila, aku merasa di perawa..ni"
Rengek gadis tersebut saat ini.
Apa Ahem jujur saja? tapi dia tidak memiliki daya.
"Aku kurang hati-hati, yang kedua mungkin sama menyiksanya, apa kita berhenti saja?"
Hayat menggigit bibir bawahnya mendengar ucapan Ahem, galau nya tiba, dia menatap laki-laki tersebut, pada akhirnya menggeleng kan kepala nya.
"Bergeraklah perlahan"
Pinta nya Kemudian.
Ahem mengangguk pelan.
kembali mencoba bergerak secara perlahan, meskipun sebenarnya dia juga tersiksa karena di bawah sana sudah menegang namun belum juga mendapatkan jalan.
__ADS_1
pada akhirnya akhir kembali mengarahkan miliknya pada inti milik Hayat, dia menyambar bibir garis tersebut dengan cepat hingga pada akhirnya di bawah sana tanpa disadari melesat masuk dalam sekali hentakan.
"Akhhhh my god...."
seketika hayat menjerit spontan, seolah-olah ada sesuatu yang terbelah di bawah sana, sobek begitu saja dan membuat kepalanya sakit sakit tiba-tiba, tubuhnya benar-benar terasa remuk, ini bukan yang pertama tapi terasa begitu gila sakitnya, dan demi apapun dia tidak pernah menangis, ini kali pertama dia menangis.
"Sakit..."
Ahem jadi merasa bersalah, menghapus air mata hangat berkali-kali sambil berkata maaf tanpa henti, dia bisa merasakan dia benar-benar telah menyempurnakan gadis di bawah kungkungannya, dan dia bisa merasakan sesuatu mengalir lembut di bawah sana.
sempurna!.
"Maafkan aku, aku benar-benar..."
Ahem tidak tahu bagaimana caranya minta maaf, dia memang benar-benar membuat gadis yang sempurna dibawah Kungkungan nya menjadi seorang perempuan tapi dia menyakiti nya, demi apapun dia tidak pernah menyakiti seorang gadis atau perempuan sebelumnya kecuali menyakiti seorang penjahat atau seorang pengganggu yang tidak dia sukai, tapi bukan secara fisik, dia lebih suka bicara terus terang saat tidak menyukai sesuatu.
"Mau aku lepaskan dan berhenti?"
Ahem kembali bertanya.
Hayat berusaha menarik nafasnya untuk beberapa waktu, menetralisir rasa sakit dibawah sana, pada akhirnya dia menggelengkan kembali kepalanya.
"Bergeraklah perlahan"
Ahem kembali diam, menghapus sisa Air mata di wajah Hayat, dia pada akhirnya membiarkanakan istri nya terbiasa dulu, setelah memastikan Hayat merasa nyaman dia mulai menggerakkan tubuhnya.
Ahem secara perlahan menggiring istri nya, sembari memberikan ciuman yang begitu dibibir Perempuan tersebut,dia menenggelamkan istri nya dalam rasa yang memabukkan jiwa, deru nafas mereka saling bersahutan bersamaan dengan jutaan peluh yang terus bercucuran.
Hayat yang awalnya belum terbiasa pada akhirnya terbiasa memang tidak dipungkiri rasa sakit dan perih menghantam jadi satu pada rasa nikmat yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Kali ini hentakan demi hentakan yang dari lembut kadang berubah keras terus menghantam milik nya dibawah sana, menembus seluruh keadaan dan menghujani diri nya hingga sampai ke dinding rahim nya, semakin dalam hentakan itu berjalan semakin membuat Hayat merasakan sesuatu yang seperti awal tadi seolah-olah akan kembali keluar.
"Sunshine..."
Hayat kembali memberikan kode jika dia akan sampai pada pelepasan nya.
"Aku akan menyusul, tumpahkan lah"
Ucap Ahem masih berusaha menggerakkan miliknya dibawah sana, bergerak keluar masuk dan berusaha mempercepat tempo gerakan nya, dia mencoba menggenggam erat telapak tangan Hayat untuk beberapa waktu.
Sepersekian detik kemudian benar saja sang istri sampai pada puncak pelepasan nya, dan Ahem semakin menaikkan tempo gerakan nya kemudian dalam beberapa waktu dia ikut mendapatkan pelepasan nya juga sembari tubuh mereka Seketika saling mengejang bersama.
Laki-laki itu pada akhirnya memeluk sang istri untuk beberapa waktu, membisikkan kata-kata sakral yang paling disukai seorang istri dari suami nya m
"Terimakasih"
Sederhana tapi begitu menyenangkan.
Hayat melebarkan senyuman nya, dengan bola mata sayu dan rasa lelah yang menghantam dirinya.
"I Love you"
Lanjut Ahem lagi.
bayangkan bagaimana perasaan Hayat, Perempuan tersebu menjawab dengan sisa tenaga yang dimiliki nya.
"I love you too"
Ucap perempuan itu lantas tenggelam ke dalam dada laki-laki itu.
********
Catatan \=
Maafkan lah makkkk🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻 atas part Hareudang nya🥸 di sore hari nya, mau besok malam Minggu tapi kek nya banyak yang sudah ga sabaran wkwkwkkw.
Disini hujan menambah suasana Ahem dan Hayat jadi gimana gitu hahahahaha.
Yang berdua happy hareudang,
Yang sendiri maafkan lah 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🤭🤭🤭
love you selangit cakrawala maakkkkk
apalah arti nya author tanpa readers nya
apalah arti nya penulis tanpa pembaca nya
apalah arti nya saya tanpa kalian semua
salam sayang dan cinta
Eva Hye Seung / Nila Kingshop Wati.
__ADS_1
💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋