
Hayat seketika terkejut saat Karla berkata sesuatu yang buruk menimpa Sammy.
"Aku dengar semalam Sammy masuk rumah sakit"
gadis itu jelas langsung membulatkan bola matanya, menatap kearah sahabat baiknya itu dengan tatapan tidak percaya.
"Hahhh benarkah?"
dia langsung menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya.
"iya, mereka bilang seseorang menghajarnya saat dia kembali dari klub malam, itu karena katanya malam sebelumnya Sammy mencoba Menjebak seorang gadis dengan Afrodisiak"
lagi mendengar hal tersebut Hayat membulatkan bola matanya.
"Apa?"
"hal itu memicu seorang laki-laki menjadi marah besar hingga dia menyelesaikan Sammy karena berani mengganggu gadis miliknya"
setelah berkata seperti itu Karla bergerak menuju ke arah lemari pendingin, perempuan itu mengambil minuman kaleng didalam sana.
"Siapa? afrodisiak? laki-laki?"
seketika jantung hayat berdetak tidak beraturan dan 10 kali lebih kencang dari detak jantung normalnya, mendengar ucapan sahabat baiknya itu seketika membuatnya merinding dan sedikit takut.
"Ada yang berkata lebih sadis lagi jika laki-laki itu mengebiri Sammy"
Karla terus bicara lantas dia mulai kembali bergerak mendekati hayat, dia membuka minuman kaleng yang ada di tangannya secara bergantian, satu diberikannya kepada hayat satu lagi untuk dirinya.
"what? di kebiri?"
Oh my god.
bayangkan bagaimana ekspresi gadis tersebut saat ini, kata kebiri benar-benar terdengar mengerikan di balik telinganya, seketika hal tersebut membuat Hayat menelan salivanya.
"Siapa yang memberikan beritanya?"
dia bertanya sembari mencoba untuk mengontrol detak jantungnya.
"Rich, teman baik kak Neil"
__ADS_1
Jawab Karla dengan entengnya, perempuan tersebut kemudian mulai menyesap minuman kaleng miliknya, dia membuang pandangannya kemudian berusaha untuk menghela kasar nafasnya.
"Hayat"
Ucap Karla pelan.
alih-alih peduli ucapan Karla, Hayat saat ini mencoba untuk bergerak mencari handphone nya.
Rich?! terkutuklah dia, laki-laki tersebut adalah sekretaris nya mister Ahem, dan apa mungkin yang melakukan penganiayaan pada Sammy adalah Ahem?!.
Oh no.
Hayat buru-buru menekan satu tombol di handphone nya.
"Halo...?"
Begitu terdengar jawaban diseberang sana, Hayat buru-buru berkata.
"Kau dimana? aku perlu bicara dangan mu"
******
pusat kota.
Rich terlihat menundukkan kepala ketika dia melihat kehadiran Hayat yang bergerak mendekati dirinya, seulas senyuman mengembang halus di balik wajah laki-laki tersebut.
...Hayat bukan orang yang mudah di taklukkan, dia gadis yang gampang tersentuh karena kesulitan orang lain, kamu bisa memanfaatkan informasi soal Sammy untuk menekan nya kembali pada Ahem....
sejenak laki-laki tersebut ingat ucapan seseorang, dia cukup lega pada akhirnya dia mampu menarik gadis tersebut untuk perlahan masuk ke dalam genggaman tuan nya.
"Apa kau dan dia yang melakukan nya?"
Hayat bertanya dengan panik ke arah Rich, mencoba untuk bertanya dengan ekspresi serius, kepalanya terasa berdenyut-denyut, dia benar-benar khawatir dengan keadaan saat ini.
"Anda bisa bertanya langsung pada tuan Ahem nanti"
Laki-laki tersebut menjawab sembari menundukkan kepalanya.
"Rich ini gila, apa aku harus kembali menemui tuan mu? please aku sudah membayar nya,aku menyesal telah melukai harga dirinya"
__ADS_1
Hayat bicara penuh penyesalan, dia benar-benar tidak bermaksud untuk memperkosa Ahem malam kemarin.
"Tuan terlihat frustasi,jika kita telah berbuat dosa dan kesalahan seharusnya kita belajar untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kita kepada yang bersangkutan, nona"
bisa-bisanya Rich bicara dengan nada serius seolah-olah tuan nya dalam keadaan terluka dan berduka Kate kehilangan keperjakaan nya.
"Akan ada mental yang terganggu saat Orang yang berbuat kejahatan kepada kita pergi dan mengabaikan kita begitu saja, nona bisa bayangkan jika itu terjadi pada nona? setelah mereka melecehkan nona kemudian mencampakkan nona, begitu juga yang tuan Ahem rasakan saat ini"
Dia benar-benar berusaha berakting sangat serius, menahan perasaan nya dan tawa nya yang mungkin siap meledak.
Dia pikir sebenarnya siapa yang laki-laki siapa yang perempuan di antara tuan nya dan gadis dihadapannya tersebut?!.
Bagaimana bisa dia bertemu manusia unik model begini pikir Rich.
biasanya gadis akan meminta pertanggungjawaban setelah melewati malam panas bersama orang asing, tapi gadis di hadapannya bisa-bisa nya tidak merasakan perasaan alamiah seorang gadis ketika habis melewati malam panas dengan laki-laki asing.
Saat hamil ibu nya sebenarnya ngidam apa?!.
Otak Rich seolah-olah ingin meledak memikirkan nya.
"Lalu apa yang harus aku lakukan?"
Hayat terlihat memasang wajah memelas, dia terlihat bingung.
"maksudku, Rich aku akan menikah"
mendengar ucapan gadis tersebut seketika Rich langsung berkata.
"Mereka bilang nona, sebelum janur kuning melengkung, nona belum sah menjadi milik siapa-siapa"
Mendengar ucapan Rich, Hayat terlihat berfikir sejenak.
"tapi pernikahan ku tidak pakai janur Rich, kami nikahnya di hotel sih rencananya"
Gedubrakkkk.
seketika Rich mencoba menahan tubuhnya, dia pikir dia nyaris saja terjatuh mendengar jawaban gadis somplak didepannya.
Oh tuhan, tuan sebenarnya gadis macam apa yang anda sukai ini?!.
__ADS_1
batin laki-laki tersebut pasrah.