Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Berikan waktu


__ADS_3

setelah menghabiskan makan malam serta melewati obrolan berdua secara serius bersama pada akhirnya hayat dan Ahem memutuskan untuk pulang.


"aku tidak memaksamu untuk memberikan keputusan hari ini, pikirkanlah terlebih dahulu, jika sudah memantapkan hati baru berikan jawabannya padaku"


Ahem bicara pada hayat setelah mereka berada di dalam mobil, laki-laki itu secara perlahan membenahi safety belt Hayat.


gadis itu tanpa mengganggukan kepalanya sembari mengembangkan senyumannya.


"berikan aku waktu berpikir setelah itu baru aku akan memutuskannya"


jawab Hayat pelan sambil dia menatap wajah untuk beberapa waktu, dia menelisik wajah laki-laki itu dengan seksama, memperhatikan tiap lekuk wajah dan rahang tegas laki-laki tersebut.


tidak dia pungkiri laki-laki tersebut tampan dan karismatik, sebagai seorang gadis dia sejak awal bertemu dengan laki-laki tersebut cukup tertarik dan terpesona dengan kharisma Ahem, sebenarnya setiap laki-laki itu tampan menurutnya, tapi mereka memiliki kadar masing-masing dalam ketampanannya.


ditambah lagi ada karismatik berbeda yang dimiliki oleh setiap orang yang tidak pernah sama antara satu dengan yang lainnya.


tidak dia pungkiri jika dia terkadang berdebar-debar saat menghadapi laki-laki tersebut, tapi bukan berarti dia jatuh cinta dengan cara yang sangat cepat bukan?!.


dia tidak segampang itu untuk jatuh cinta dengan seseorang.


Saat Ahem telah selesai membenahi safety belt nya, seketika Hayat langsung buru-buru membuang pandangannya karena malu nyaris ketahuan dia memperhatikan wajah Ahem.


mereka tidak banyak bicara selama di perjalanan namun tiba-tiba saja Ahem berkata.


"sebenarnya aku ingin membawamu untuk menemui daddy ku, tapi karena kamu masih ingin memikirkan semuanya maka aku pikir akan mengabaikan nya dan mengurungkan nya terlebih dahulu sebab aku takut daddy ku akan berfikir jika kamu adalah kekasihku"

__ADS_1


Ujar Ahem lagi kemudian, laki-laki tersebut menoleh ke sisi kirinya menatap Hayat untuk beberapa waktu membiarkan jutaan rasa di hatinya terus berdebar-debar ketika menatap gadis yang dia sukai tersebut.


mendengar ucapan Ahem, Hayat menganggukan kepalanya dengan cepat.


"begitu lebih baik agar kita tidak bergerak dengan tergesa-gesa"


ucap gadis itu menyetujui apa yang dikatakan oleh Ahem.


lagi keheningan terjadi di antara mereka berdua, sekolah kehilangan topik apa yang harus dibicarakan.


"ngomong-ngomong boleh aku bertanya soal sesuatu?"


laki-laki tersebut kemudian mulai fokus membawa mobilnya, Ahem terlihat bertanya sambil sesekali dia melirik ke arah hayat.


"soal?"


"apa kamu pernah berada di Swiss sebelumnya?"


mendengar kata Swiss seketika membuat Hayat sedikit terkejut.


"apa mister sedang menyelidiki ku?"


gadis tersebut menatap curiga ke arah Ahem sambil terkekeh renyah.


"ternyata benar seperti kata teman-temanku ketika seorang jatuh cinta mereka bisa mencari tahu orang yang dia suka itu"

__ADS_1


Hayat bicara sambil memunyungkan bibirnya.


melihat dan mendengar ekspresi Hayam seperti itu membuat laki-laki tersebut mengulum senyumannya.


"terkadang cinta membuatmu berada di luar pemikiran dan lepas kontrol dari logika"


Ahem menjawab sembari dia terus memfokuskan bola matanya ke depan.


"Ngomong-ngomong kenapa kamu ke Jakarta sendirian? bahkan menghadiri pernikahan adik ku juga sendirian?"


tiba-tiba saja laki-laki tersebut bertanya sedikit serius ke arah Hayat.


awalnya gadis tersebut tidak terlalu mengerti apa yang dimaksud oleh laki-laki itu, hingga akhirnya ahem kembali berkata.


"kenapa kamu tidak pergi dengan kembaranmu?"


Aihhhh gubrak.....!!.


Hahhh?!.


seketika Hayat langsung terkejut, menoleh kearah Ahem dengan membulatkan bola matanya.


Mati aku.


Ucap nya dalam hati.

__ADS_1


Dia hampir lupa soal kembaran nya.


__ADS_2