Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Dalam kegelisahan


__ADS_3

Nadya seketika terkejut saat suaminya merampas handphone nya, seolah-olah ada sesuatu yang direncanakan oleh laki-laki tersebut.


Didetik berikutnya All Zigra berkata.


"Aku akan menyelesaikan semuanya malam ini juga"


Bayangkan bagaimana ekspresi Nadya mendengar nya.


"No"


Di menggelengkan kepalanya saat melihat All Zigra bergerak cepat turun dari lantai atas, menyambar kunci mobil nya dan berniat bergerak di tengah hujan petir hanya untuk.....


"Sayang?"


Nadya tercekat.


Laki-laki tersebut akan pergi kekediaman putra nya.


"Jangan lakukan itu"


Wanita tua tersebut memohon, meminta agar suami tidak berbuat gegabah, menahan lengan All Zigra agar tidak lepas dan keluar dari rumah namun alih-alih mendengarkan All Zigra sama sekali tidak mengeluarkan suaranya, dia tetap melangkah bergerak cepat mencoba meninggalkan istri nya, dia harus menemui putra nya dan melihat rupa putri Azzurra.

__ADS_1


Nadya terseok-seok mengikuti langkah suaminya, tidak berhasil mengejar langkah, ketakutan menghantam nya dan dia pikir dia harus ikut mengejar All Zigra dengan mobil nya.


Dia baru saja akan berbalik tapi sepersekian detik kemudian dikejutkan oleh kehadiran seseorang, rupanya Enrico sama sekali belum pergi dari sana.


"Nyonya?"


laki-laki itu terlihat tidak kalah paniknya saat melihat nyonya nya, menundukkan kepalanya dengan gelisah.


"Kita harus mengejar nya dengan cepat"


Nadya memerintahkan Enrico untuk segera pergi dari sana dan mengejar suaminya.


Tanpa berpikir dua tiga kali Enrico mematuhi perintah nyonya nya, bergerak menuju kearah mobil nya tanpa menghiraukan hujan mengguyur tubuhnya, dengan cekatan tanpa dipungkiri kegugupan menghantam dirinya karena panik, dia bergerak langsung memacu kecepatan mobilnya dengan kecepatan tinggi mengejar tuannya.


Nadya mencoba mengingatkan.


"Baik nyonya"


Enrico menjawab pelan, menatap kearah Nadya dari kaca spion tengah, bisa dilihat kecemasan yang melanda, wanita tersebut tampak berkali-kali berusaha meremas kedua telapak tangan nya, meskipun dia tahu bola mata wanita tersebut memerah tapi wanita tersebut mencoba untuk menahan air matanya agar tidak tumpah.


Mereka memilih diam sembari membiarkan mobil melaju tanpa jeda, Enrico mempertajam pandangan nya agar tidak salah langkah, hujan dan angin bukan waktu yang tepat untuk melanjukan kendaraan tapi keadaan memaksanya untuk melakukan nya.

__ADS_1


******


Disisi lain


Mansion utama Ahem dan Hayat.


Ahem terlihat terlalu gelisah, tidak tahu kenapa tapi rasanya Seolah-olah satu hal buruk akan terjadi, dia mencoba menetralisir perasaan nya, memejamkan sejenak bola mata dimana laki-laki tersebut mencoba memeluk erat tubuh istrinya.


"Mau mendengarkan musik indah hmm"


Tiba-tiba Ahem bertanya, mencoba mencari headset dan menyambung kan lagi di sana.



"Kata nya bisa membuat nyaman mommy saat malam hari"


Ahem bicara sambil mengembangkan senyuman nya, meletakkan nya dengan lembut di balik telinga istri nya, Hayat hanya diam membiarkan Ahem meletakkan headset tersebut dikedua telinga nya sembari dia memejamkan perlahan bola matanya.


Rasanya cukup mengantuk, dia pikir sudah waktunya jam tidur, membiarkan Ahem memeluknya hangat dimana langit menghadiahkan cuaca yang jelas tidak baik-baik saja, hujan ,angin dan badai.


Hayat perlahan terlelap dalam tidur nya tanpa peduli, begitu hangat dan nyaman tenggelam kedalam alam mimpinya.

__ADS_1


Entah berapa lama waktu berlalu hingga samar-samar bisa Ahem dengar suara-suara berisik yang cukup mengganggu diri nya.


Laki-laki tersebut menggerutkan dahinya untuk beberapa waktu.


__ADS_2