
Hotel xxxxxxx
pusat kita
restoran bawah
Ahem terus menggoyang-goyangkan gelas minuman nya sejak tadi, membiarkannya duduk di atas kursi mendominasi berwarna silver di dalam restoran hotel xxxxxxx pusat kota.
Dia membiarkan dua orang berusia tua disamping nya terus mengobrol sejak tadi, di mana sebenarnya dia menatap bosan dan juga merasa bosan dengan keadaan saat ini, bahkan dia merasa cukup tidak nyaman dengan keadaan di mana seorang perempuan sejak tadi mengajaknya untuk bicara.
sebagai seorang laki-laki dia merupakan kriteria atau tipe laki-laki yang tidak suka terhadap perempuan yang terlalu berlebihan cinta, dia paling benci ketika melihat perempuan yang mengejar-ngejar seorang laki-laki terlebih dahulu karena baginya tipe seperti itu tipe orang yang kurang menghargai dirinya sendiri, apalagi jika dia menemukan tipe perempuan yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan orang yang dicintainya.
meskipun dia tahu tidak semua perempuan yang jatuh cinta lebih dulu akan menghalalkan banyak cara hanya saja menurut sudut pandangnya sejauh ini tipe perempuan pengejar dan juga menghalalkan banyak cara bukanlah tipe baik yang pantas dan dijadikannya seorang istri.
tipe seperti itu satu hari nanti ketika dia mulai bosan dan tidak menginginkan sesuatu dia juga akan menghalalkan banyak cara untuk menghentikan semuanya.
baginya cinta seperti itu hanya cinta Yang mengandalkan nafsu dan juga logika tidak masuk akal dan dia sangat tidak menyukai tipe perempuan di hadapannya saat ini.
"tidakkah kamu ingin membawaku pergi jalan-jalan di akhir minggu?"
Lisa bertanya sambil mengembangkan senyumannya, perempuan tersebut menyesap minumannya sambil bola matanya tidak lepas memandang wajah Ahem.
"aku bukan tipe laki-laki yang suka jalan ke sana kemari, itu akan membuatku sulit untuk mengatur jadwal pergi, ditambah lagi aku tidak pernah suka pergi untuk menghabiskan waktu tidak jelas di akhir minggu karena bagiku daripada menghabiskan waktu tidak jelas seperti itu aku lebih suka mengistirahatkan tubuhku untuk persiapan di awal Minggu berikutnya"
Ahem bicara dengan begitu tenang, dia menolak dengan caranya sendiri sembari laki-laki tersebut menatap enggan ke arah Lisa.
"bagaimana jika menemaniku pada malam minggu untuk menghadiri acara ulang tahun salah satu teman baikku"
__ADS_1
Seolah-olah tidak peduli dengan penolakan ahem perempuan tersebut kembali berkata seperti itu, menawarkan agar laki-laki itu mau menemaninya.
"aku sudah punya janji lebih dulu dan seseorang"
Ahem kembali menjawab dengan cepat.
"luangkanlah sedikit waktu untuknya, Ahem. Lisa tidak memiliki banyak teman di sini, karena dia sebelumnya tidak benar-benar tinggal di Jakarta"
Daddy Allzigra bicara dengan cepat dia mendengar percakapan kedua orang tersebut dan merasa sepertinya berusaha untuk menghindar dan menolak ajakan dari Lisa.
Mendengar ucapan Daddy nya sejenak Ahem diam, dia belum menjawab nya sama sekali, namun detik berikutnya laki-laki itu berkata.
"aku benar-benar tidak bisa pergi karena aku punya janji temu dengan seseorang, dad"
ucap laki-laki tersebut dengan cepat.
Ahem langsung menolaknya dan tidak berkata iya kepada laki-laki pemegang puncak Hillatop tersebut, baginya dengan berkata iya itu berarti dia memberikan kesempatan pada seseorang yang sama sekali tidak membuatnya tertarik dan tidak dia cintai.
itu akan berdampak pada hubungan jangka panjang, karena itu tidak heran banyak orang-orang yang menikah berdasarkan dengan kata terpaksa dan kasihan akan berhenti ditengah jalan dan memicu ketidakbahagiaan hingga konflik besar di pernikahan hingga berakhir pada kata perceraian.
"Ahem..."
Daddy Allzigra ingin kembali bicara, cukup masam Mendengar Jawaban Ahem karena tidak enak dengan laki-laki disampingnya.
"Aku akan membawa teman ku datang menemui daddy malam itu, jadi sangat tidak etis aku pergi dengan perempuan lain sedangkan aku memiliki janji dengan orang lain"
ahem buru-buru memotong kata-kata laki-laki tua tersebut, bola matanya menatap serius ke arah daddy nya.
__ADS_1
Lisa yang mendengar penuturan dan ucapan dari Ahem seketika mengeratkan genggamannya.
suatu kecemburuan besar menghantam dirinya.
''kamu bisa mencari hari lain untuk membawaku pergi jalan-jalan, aku akan menunggu kabar baiknya"
Ucap Lisa lagi cepat sembari tangannya dengan cepat mencoba menggenggam telapak tangan Ahem.
seketika laki-laki itu mengerutkan keningnya kemudian dengan cepat dia melepas tangan Lisa.
"Karena aku tidak menjanjikannya jadi jangan terlalu mengharapkannya"
jawab laki-laki tersebut dengan cepat kemudian dia langsung membuang pandangannya ke arah daddy dan juga tuan Zulfar daddy Lisa.
"aku punya janji temu dalam 5 menit ke depan, maafkan aku karena terpaksa pergi meninggalkan pertemuan kita Uncle"
Ahem berdiri dari posisi duduknya kemudian menundukkan kepalanya, dia meminta maaf pada laki-laki yang ada di hadapannya itu dengan sungguh-sungguh, hal tersebut jelas membuat tuan Allzigra merasa tidak enak.
"kamu tidak bilang punya janji temu malam ini?"
Daddy nya bicara dengan cepat.
"aku sedang berusaha untuk menghargai pertemuan ini dad, karena itu aku tidak ingin mengacaukan nya dengan berkata aku tidak bisa datang, tapi aku berusaha menyebarkan diri untuk datang namun tidak bisa tetap di sini hingga makan malam ini usai"
setelah berkata seperti itu Ahem kembali menundukkan kepalanya, kemudian laki-laki tersebut berbalik meninggalkan semua orang.
hal tersebut jelas membuat Lisa mengeram, dia cukup malu dan marah saat melihat respon Ahem kepada dirinya.
__ADS_1
"bukan masalah uncle, aku memaklumi laki-laki yang memiliki karir cemerlang tidak mungkin memiliki banyak waktu untuk seorang perempuan"
Lisa buru-buru bicara kepada Daddy nya dan juga daddy Allzigra, demi apapun senyuman yang ditampilkannya saat ini sangat palsu, rasanya dia ingin sekali marah dan memborak porandakan apapun yang ada di hadapannya namun perempuan tersebut berusaha untuk menahannya.