
Begitu makanan pesanan tiba, dua pengantin baru terlihat sibuk menikmati makan malam bersama, Hayat sekali mengintip berbagai macam menu yang ada di hadapan mereka, dengan pakaian yang cukup membuat Ahem sakit kepala, Hayat malah terlihat biasa-biasa saja, seperti tanpa beban dan terus melahap segala makanan yang ada dihadapan nya seperti tanpa beban.
Bayangkan bagaimana dia harus menahan diri saat melihat lekuk tubuh Hayat belum lagi dia melihat belahan da..da dan paha Hayat.
"Sayang"
Hayat yang sibuk mengunyah dengan sumpit nya langsung menatap kearah Ahem sambil membiarkan ujung sumpit nya masih berada di dalam mulut nya.
"Hmmmm?"
Suara gadis tersebut penuh kelembutan, mengganggu sanubari dan jiwa.
Begitu mendapat kan sahutan dan melihat tatapan wajah Hayat yang mendominasi penuh gai. rah Seketika membuat Ahem menghela panjang nafasnya.
"Apakah ingin pergi ke satu tempat? misalnya..."
"Ini bulan madu pertama, malam pertama, di kamar saja, besok baru pergi ke luar bersama"
Hayat memutuskan, dia kembali mengunyah makanannya seperti tanpa dosa, dia menyumpit daging, membiarkan tangan kirinya menadah ke bawah takut makanannya tumpah.
"Aaaaaa"
__ADS_1
Hayat menghadap kearah Ahem, meminta laki-laki tersebut membuka mulutnya.
Ahem sejenak terkejut, buru-buru mencoba membuka mulutnya, menerima suapan dari istrinya, perlahan laki-laki tersebut mengunyah makanannya.
"Enak kah?"
gadis tersebut bertanya.
Ahem menganggukkan kepalanya, masih berusaha untuk mengunyah makanannya, wajah laki-laki tersebut.
Ahem Zigaz Hillatop, laki-laki tersebut mendominasi terhadap banyak hal, tidak takut pada apapun, bahkan punya rahasia dibalik pekerjaan nya sebagai pengusaha penerus kejayaan Hillatop, bahkan di belakang layar dia ditakuti oleh para bawahan nya dan beberapa orang berpengaruh juga orang-orang dari kalangan dunia kelam, tapi lucunya dia tidak pernah menyentuh Perempuan dan dia bahkan tidak berani memulai malam pertama layak nya Gao Han, saudara laki-laki nya yang Casanova selalu bermain dengan para perempuan diluaran sana.
Dan laki-laki tersebut Sejak tadi terlihat gelisah, kembali melahap sisa makanan nya sambil berusaha mencari topik pembicaraan paling masuk akal di antara dirinya dan Hayat.
"Aku akan membereskan nya"
ucap laki-laki tersebut cepat ketika mereka menyelesaikan makan mereka.
Hayat jelas keberatan.
"ini tugasku sebagai seorang istri, biar aku yang melakukan semuanya"
__ADS_1
gadis tersebut buru-buru langsung bergerak mendahului Ahem untuk membereskan semuanya, dia menyingkirkan sisa bungkus makanan ke dalam kotak sampah dan piring makan serta minuman mereka yang sudah tidak terisi ke bagian sudut belakang dimana terdapat meja nakas disana.
Setelah itu Hayat buru-buru berlarian kekamar mandi, mencuci tangannya dan mulai menggosok gigi nya.
Begitu selesai dia melihat Ahem sudah berada di atas kasur dan....
Siap tidur?!.
"Apa?"
Hayat membatin, laki-laki tersebut menarik selimut dan seolah-olah siap tidur malam ini, bahkan saat dia naik keatas kasur Ahem malah tidak bergerak sama sekali, memilih untuk tidak membuat pergerakan sama sekali.
Hayat seketika ingat apa yang ditulis Mommy Nadya.
Kau tahu baby, dia itu pasif dan pemalu, jika kamu tidak menyerang lebih dulu percayalah tidak akan pernah ada malam pertama.
Hayat melirik kearah Ahem, memicingkan sedikit bola mata nya.
"He em.....My sunshine....tidak maukah menonton Televisi dulu?"
Baiklah kalau begitu serahkan semua pada ku dan aku yang bekerja lebih dulu.
__ADS_1