Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Menemukan nya


__ADS_3

Rumah sakit xxxxxxx


Pusat kota


Jakarta


Ahem bergerak dengan terburu-buru turun dari mobilnya menuju ke dalam rumah sakit xxxxxxx untuk melihat bagaimana kondisi Gao Han Hillatop, adik laki-laki nya tersebut.


dia pikir siapa yang berani-beraninya mencoba untuk berurusan dengan keluarga Hillatop? orang itu benar-benar ingin cari mati.


Entah sebenarnya apa yang terjadi, dia cukup penasaran. Gao jelas bukan laki-laki yang gampang dicelakai oleh seseorang mengingat bagaimana sepak terjang laki-laki tersebut selama ini.


Bahkan Gao sudah lama berkutat di dunia kelam, berkumpul dengan para mafia dan terkenal dengan cap Casanova yang berpetualang dengan banyak perempuan.


Meskipun tidak dipungkiri memiliki banyak musuh, Gao jelas tidak akan mudah untuk di celakai, jadi sangat aneh jika Gao bisa celaka saat ini.


"Katakan pada ku, apakah semua sudah di urus?"


Ahem bertanya dari arah balik headset bluetooth-nya kepada seseorang diseberang sana.


dia pikir jika urusan Gao belum juga selesai dan orang yang mencoba mencelakai adik nya itu belum di selesaikan mungkin dia sebaiknya yang menyelesaikan seluruh urusan tersebut.


Dia tidak suka ada seseorang yang berusaha untuk melukai satu pun anggota keluarga nya, berurusan dengan salah satu keluarga Hillatop sama saja orang itu ingin cari mati.


tapi realitanya saat dia telah mempersiapkan diri untuk menyelesaikan semuanya, jawaban di seberang sana cukup membuatnya lega.


"Semua sudah di selesaikan oleh tuan Allzigra, tuan"

__ADS_1


Dan Ahem boleh berlega hati mendengar nya, laki-laki tersebut tidak lagi bertanya dia langsung menutup panggilannya.


setelah itu laki-laki tersebut langsung bergerak menuju ke arah dalam rumah sakit dan mencari ruangan di mana Gao dirawat.


"Kak...?"


satu suara cukup mengejutkan dirinya, laki-laki tersebut langsung menghentikan langkah kakinya dia menoleh ke asal suara yang memanggilnya.


Itu adalah adik perempuan nya, Nadine.


"Kakak datang?"


Ucap Nadine cepat, kemudian mengejar keberadaan Ahem.


"Zoe yang mengatakan nya pada ku pagi ini, kenapa semua orang tidak membicarakannya sama sekali kepadaku? dia bilang ini terjadi saat di malam pertunangan Gao dan gadis itu"


Ahem bertanya sembari mengerutkan keningnya, dia sebenarnya ingin marah karena dia yang paling terlambat mengetahui tentang keadaan Gao, tapi ahem berusaha untuk mengontrol perasaan kesalnya tersebut.


Nadine bicara cepat, mencoba memberi pengertian pada Ahem.


Mendengar ucapan Nadine laki-laki tersebut terlihat diam, dia tidak melanjutkan kata-katanya.


Pada akhirnya mereka melangkah cepat bergerak menuju ke sisi kiri, mencari Kamar rawat VVIP dimana Gao di rawat.


Cukup lama hingga akhirnya mereka mendapatkan kamar dimana Gao dirawat.


Ahem baru akan melangkah, tiba-tiba handphone nya berdering dengan cepat, laki-laki tersebut mengangkat panggilannya sembari mengikuti langkah Nadine yang memilih melangkah masuk lebih dulu baru diikuti oleh Ahem.

__ADS_1


"Halo?"


Ahem bicara sembari mencoba masuk kedalam ruangan dimana saudara laki-laki nya Tersebut di rawat.


"Katakan"


Itu adalah Rich, laki-laki tersebut berkata.


"Aku telah menemukan gadis yang sebenarnya nya"


Ahem baru melangkah masuk, fokus telinga nya Mendengar suara Rich namun fokus mata nya tiba-tiba menangkap satu sosok yang duduk di sebuah kursi sofa tunggu kamar rawat Gao.


Dia melihat seorang gadis berhijab dengan bola mata yang terasa tidak asing untuk nya, dia melangkah terus berjalan kedalam.


Gadis itu balik menatap nya, kemudian melebarkan senyuman nya sembari gadis tersebut merapat kan kedua telapak tangan nya membentuk salam.


Lagi tanpa sengaja fokus matanya kembali terarah pada satu gelang tangan yang digunakan oleh gadis tersebut, karena dia melihat satu hiasan gelang tangan tersebut sangat tidak asing untuk dirinya.


Ahem seketika mengerutkan keningnya.


"Tuan apa kamu mendengar ku?"


Diseberang sana kembali terdengar suara Rich.


"Aku menemukan gadis itu...."


Ucap Rich cepat.

__ADS_1


"Bisa kita bicara nanti, Rich?""


Tiba-tiba Ahem bicara memotong ucapan Rich sembari tatapan bola mata nya terus tertuju pada gadis di hadapannya.


__ADS_2