Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Pumpkin yang manis.


__ADS_3

"Coba tebak"


Bisa-bisanya Ahem menjawab dengan gaya yang begitu ringan, dia melirik kearah Hayat sejenak.


"Aku mana bisa menebaknya, Hmmmm..."


Hayat membiarkan jari telunjuknya bergerak di bibir nya secara perlahan, gadis tersebut seolah-olah tengah berpikir apakah dia mengenal Ahem sebelumnya.


gerakan refleks yang dilakukan oleh hayat seketika membuat Ahem betah melirik ke arah gadis tersebut, entahlah mendapatkan keberanian dari mana, tangan kiri nya secara perlahan menyentuh lembut rambut hayat, membenahi poni gadis tersebut secara perlahan.


gerakan laki-laki di hadapan dirinya seketika membuatnya terkejut, Hayat menoleh dan menatap wajah Ahem yang kini kembali fokus ke arah depan namun tangannya masih dengan cara yang begitu halus mengelus poninya.


Seketika wajah gadis tersebut memerah karena malu, dia buru-buru menyentuh rambutnya saat Ahem melepaskan tangan nya, perasaan nya saat ini terasa begitu berdebar-debar.


"Aku pikir aku tidak bisa menebak nya"


bayangkan bagaimana kecepatan detak jantung gadis tersebut saat ini, jelas tidak normal seperti biasa nya, terus berpacu melewati waktu, terus berdetak berkali-kali lipat dari detak jantung normal yang seharusnya.


Mendengar jawaban Hayat seketika Ahem mencoba mengulum senyumannya, kemudian laki-laki tersebut berkata.


"Aku berharap kamu mengingat ku"


Lanjut laki-laki tersebut lagi.


Hayat masih berusaha berpikir dengan baik.


"Kamu benar-benar mengenal ku sebelumnya? mister.... jangan membuat ku penasaran..."


Ucap Hayat dengan cepat, dia menatap penasaran ke arah laki-laki di sampingnya tersebut, menatap Ahem secara lekat dan dengan jutaan penasaran yang menghantam Dirinya.


Pernah bertemu?!.

__ADS_1


Kapan?!.


itu menjadi pertanyaan besar didalam hatinya.


terkadang ada anak-anak yang memiliki memori yang kuat di masa lalu, tapi terkadang ada juga anak-anaknya tidak memiliki banyak kenangan di masa lalunya dan dia bukan tipe gadis yang memiliki banyak kenangan di masa kemarin, hanya orang-orang penting Yang dia ingat karena ada trauma tersendiri di masa lalu yang membuat dia tidak ingin mengingat-ingat soal hal-hal di masa anak-anaknya.


yah trauma yang sangat mendalam yang membuat dia takut untuk menoleh kearah belakang, apalagi kala itu dia nyaris mati karena keadaan.


mendengar ucapan Hayat Ahem langsung berkata.


"tidak bisa kah kamu tidak memanggil ku mister, Hayat?"


Lagi Ahem protes dengan panggilan gadis tersebut, rasanya sangat aneh saat gadis tersebut selalu memanggilnya dengan kata mister setiap kali mereka bicara.


padahal dia berapa kali sudah protes, tapi tetap saja gadis itu memanggilnya Mister.


"Ah...iya"


"Aku lupa"


Ucap Hayat cepat.


"Berikan aku panggilan yang cukup enak didengar ditelinga"


Ahem pada akhirnya meminta gadis tersebut untuk mencari nama panggilan untuk dirinya.


Hayat terlihat berpikir, dia menimang-nimang apa nama julukan yang cocok diberikan pada Ahem.


"Tuan?"


"Aku buka. majikan mu Hayat"

__ADS_1


"Pak?!


"Please Hayat, aku bukan Seorang bapak-bapak atau atasan mu"


laki-laki tersebut terus protes dengan ucapan Hayat.


"Om?"


"Hayat...."


"Paman?"


"Hayat"


seketika gadis tersebut terkekeh renyah, sangat suka melihat ekspresi akhir yang terlihat besar ketika dia memberikan sembarang nama panggilan untuk laki-laki tersebut.


"aku serius Hayat"


"Aku tidak tahu harus memanggil apa, kakak seperti itu? itu terdengar lucu, aku jadi merasa punya 2 kakak laki-laki"


Lanjut Hayat lagi.


"Berikan aku nama yang manis"


"Labu? pumpkin?'


Akhirnya dia ingat Bolu manis dari labu yang suka dia makan, Hayat terlihat begitu bersemangat.


"Pumpkin... pumpkin...itu terdengar manis..."


Tambah Hayat lagi.

__ADS_1


__ADS_2