
"Akhhhhhhhh"
suara lolongan Sammy seketika memecah keheningan malam, suara dentuman keras nya musik club malam menutupi suara Sammy yang di landa kesakitan, air mata laki-laki tersebut seketika tumpah saat dia merasa tubuhnya di pecut oleh jutaan rasa sakit dan luka yang menghantam menjadi satu.
Laki-laki tersebut seketika ambruk di lantai dalam keadaan tidak berdaya, memang dia tidak kehilangan nyawanya tapi keadaan setengah mati yang diciptakan oleh laki-laki di hadapannya tersebut sungguh sangat menyakitkan bagi dirinya.
Begitu dia jatuh ke lantai, bola mata Sammy menatap kearah laki-laki yang ada di hadapannya tersebut, dia merasa seperti nya tubuh nya saat ini lumpuh dan tidak bisa di gerakkan lagi.
"Ahem Hillatop?"
Sammy berguman pelan, terlalu Riri dan nyaris tidak terdengar oleh siapapun.
Seulas senyuman mengerikan tampil di balik wajah laki-laki yang dipanggil oleh Sammy, Ahem terlihat menyeringai sembari bola matanya menatap tajam ke arah Sammy, laki-laki tersebut menjongkokkan tubuhnya, membiarkan kedua kakinya menopang tubuhnya dan dia menatap wajah Sammy yang meregang kesakitan.
"Aku sudah memperingatkan kamu sebelum nya bukan? bahkan Lucas sudah berkata jangan coba-coba mendekati apa yang seharusnya menjadi milik ku, tapi kau tidak mengindahkan sedikit pun peringatan Ku"
Ahem berbisik pelan, tangan kanan laki-laki tersebut menegang sebuah belati, dia menggunakan sebuah kaos tangan hitam dari bahan kulit, membiarkan tangan kanan nya menggesek perlahan belati yang begitu tajam tersebut secara perlahan ketelapak tangan kiri nya.
"Aku tidak tahu jika Gadis itu milik mu"
__ADS_1
Sammy bicara sembari menahan ringisan nya, laki-laki tersebut memejamkan bola matanya sejenak sembari Mencoba menelan salivanya.
Dia memang mendapatkan peringatan sebelum nya, tapi tidak menyangka apa yang diingat oleh Raline dan Lucas benar adanya.
berhadapan dengan Ahem Hillatop tidak akan membuat siapapun bisa menarik nafas mereka dengan baik, meskipun telah bertindak dengan sangat hati-hati dan rapi pada akhirnya seorang Ahem tidak akan pernah bisa ditipu atau di kelabui.
Dia benar-benar mencari mati saat tidak mengindahkan ucapan orang-orang.
"Aku mencoba tidak terusik pada permainan mu dan Kalina"
Ahem bicara pelan, setengah berbisik.
Ahem terlihat mulai menggores ujung belati ditangan nya ke lantai.
"Setelah itu aku masih mencoba mentoleransi ketika seseorang mencoba untuk menggoda dan sedikit menyentuh milik ku"
Ssrrttttt.
Ahem menarik ujung pisau dengan gerakan lamban, menciptakan satu efek percikan api dari ujung belati tersebut.
__ADS_1
"Tapi mencoba memberikan afrodisiak dan berniat menidurinya?"
Sejenak laki-laki tersebut menghentikan kata-kata nya bersamaan dengan ujung pisau nya yang ikut terhenti dari gerakan nya.
"Aku tidak memiliki toleransi untuk kekonyolan tersebut, itu bukan permainan bijak untuk membuat ku diam dan menutup mata, itu artinya kau sedang berusaha untuk cari mati dengan ku"
Ahem bicara Sembari laki-laki tersebut menaikkan belati nya, dua anak buah Ahem langsung memaksa menarik tubuh Sammy dan membalikkan tubuh laki-laki tersebut dengan paksa.
Di dibiarkan terlentang hingga membuat laki-laki tersebut seketika panik dan berusaha untuk memberontak.
"No....apa yang kau lakukan? Ahem jangan"
Seketika Ahem secara perlahan menggerakkan belatinya, menggerakkan belati tersebut tepat ke antara selang..kangan nya.
Ssrrttttt.
casshhhh.
"Akhhhhh"
__ADS_1
Suara laki-laki tersebut seketika berteriak melengking memecah keheningan malam.