
Mansion utama Ahem.
Hayat menghela nafasnya untuk beberapa waktu, menatap laki-laki dihadapan nya tersebut dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.
Ahem terlihat duduk dengan gaya yang begitu maskulin, entah lah ala yang sebenarnya laki-laki tersebut lakukan, tapi tangan Ahem sibuk bekerja dengan handphone nya.
Hayat mencoba memperhatikan laki-laki dihadapan nya tersebut sejenak, menelisik seluruh permukaan tubuh dan penampilan nya.
Demi apapun laki-laki tersebut bagaikan pahatan sempurna dewa Yunani, wajah rupawan dengan tubuh indah yang cukup membuat gadis dan Perempuan manapun mampu menelan salivanya saat melihat mahkluk ciptaan Sempurna dari Tuhan.
bohong jika seorang gadis seperti dirinya tidak tergoda apalagi pada pesona tubuh yang begitu menggoda, membayangkan bagaimana dia tenggelam didalam dada yang di penuhi bulu-bulu Indah,serta jambang yang memenuhi wajah yang mampu membuat geli bagian Tubuh manapun yang menyentuh nya.
Bayangan nya kembali pada malam hari itu, dimana dia yang bergerak lebih dulu menggoda makhluk sempurna dihadapan nya itu, tidak terbayangkan bagaimana rasanya dia bergerak di atas, menggoda dengan agresif, menenggelamkan bibir nya pada bibir candu seorang Ahem Hillatop.
pergulatan panjang yang mereka lewati membuat dia mengingat suara demi suara de..Sahan nafas di antara mereka, bagaimana bibir indah laki-laki tersebut menyesap tiap bagian lekuk tubuh nya.
Telinga, bibir, dada, perut dan inti nya.
Akkkhhhhhhhhhh.
Bolehkah dia berteriak? bagaimana bisa dia tenggelam dalam malam panas bersama laki-laki tersebut kemarin.
Brrhhhh.
Hayat menggeleng-gelengkan kepalanya, dia mencoba menyadarkan dirinya atas khayalan gila nya atas kejadian di malam itu.
Apa yang kau lakukan Hayat? kau benar-benar ingin cari mati.
Batin gadis tersebut kemudian.
"He em....he em...."
Gadis tersebut berdehem, menunggu Ahem bicara sejak tadi, dia merasa pertemuan ini tidak ada perkembangan sama sekali, laki-laki tersebut seolah-olah sengaja membawa nya tanpa tahu harus bicara apa.
__ADS_1
Setelah dipikir-pikir karena dia pelaku utamanya, memang seharusnya dia yang malu dan meminta maaf lebih dulu.
"Maaf...mister"
Hayat berusaha memajukan kursinya, mendekati Ahem dengan ekspresi serba salah, bukan karena malu tapi karena dia merasa bersalah membawa laki-laki tersebut pada sesi panas percintaan yang tidak seharusnya.
Ahem menaikkan ujung alisnya saat melihat Hayat bicara dengan nada yang begitu aneh, gadis tersebut mendekati nya dan mencoba menyentuh lembut tangan nya.
laki-laki tersebut buru-buru meletakkan handphonenya ke atas meja.
"Apa kamu marah karena kejadian semalam?"
Hayat bertanya pelan sambil menyentuh bahu laki-laki tersebut, bola mata nya menantap tanpa takut ke arah wajah Ahem, seolah-olah tatapan tersebut menyiratkan makna tersendiri yang sulit untuk di ungkapkan dengan kata-kata.
"Aku tidak memiliki alasan untuk marah sedikit pun"
Ahem menjawab pelan, membiarkan bola mata mereka bertemu untuk waktu yang cukup lama.
"tapi mereka bilang kamu berusaha menghabisi Sammy"
"Karena dia nyaris mencelakai mu"
"tapi tidak dengan meng kebiri diri nya kan?"
Hayat bertanya kembali dengan ekspresi begitu manja, masih menatap Ahem dalam-dalam.
"Agar dia cuti berpetualang kesana-kemari"
"Hahhh aiyooooo"
Hayat seketika menutup mulutnya dengan kedua belah telapak tangan nya.
"Tapi dia bisa jadi salah satu Kasim di kerajaan China"
Protes Hayat cepat, dia sejenak membayangkan soal kata Kasim.
__ADS_1
"Aku membayangkan dia menjadi Kasim dengan pakaian lemah gemulai, bicara dengan sedikit kemayu, tangan nya bergerak kesana-kemari dengan pakaian yang sedikit berjuntai-juntai ke kiri dan ke kanan, Akhhhh itu sangat mengganggu, itu mengerikan mister"
Seketika gadis tersebut melepaskan tangan nya dari bahu Ahem.
"Bagaimana jika dia tidak laku lagi sebagai seorang laki-laki? ohhh itu sungguh memilukan"
Mendengar ucapan Hayat, sejenak membuat Ahem berusaha untuk ikut membayang kan seketika laki-laki tersebut memijat-mijat kepalanya.
"aku bisa membayangkan nya"
Jawab Ahem dengan tenang.
Hayat mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Sekarang mari membicarakan soal kita dan berhenti membahas Kasim Sam"
Bisa-bisanya Ahem berkata seperti itu kearah Hayat.
Kasim Sam?!.
Nama laki-laki itu terdengar cukup unik saat ini.
"Aku sedang meminta pertanggungjawaban penuh saat ini"
Ucap Ahem lagi kemudian.
"Ya?"
"karena kamu mengambil keperjakaan ku tanpa perasaan, hari ini aku menuntut hak ku sebagai pihak korban untuk di nikahi"
lanjut Ahem lagi.
Mendengar ucapan laki-laki dihadapan nya tersebut seketika membuat Hayat membulatkan bola matanya.
"Menikah? tunggu dulu....bukan begitu, mister..."
__ADS_1
gadis tersebut cukup gelagapan.