Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Memancing di air yang keruh


__ADS_3

Hayat jelas panik, dia lebih memilih kabur dari laki-laki tadi, dan berlarian menuju kearah toilet belakang.


Di tengah kebingungan nya Karla muncul di hadapannya.


"Ada apa?'


"Oh my god... kau tahu? aku benar-benar sial, aku menabrak seseorang kemudian kembali bertemu dengan nya di depan sana dan aku pikir itu adalah kakak laki-laki sahabat baik kita"


Gadis itu jelas bicara dengan suara yang sedikit tertekan dia menatap ke arah Karla kemudian langsung menggenggam telapak tangan gadis tersebut dengan cepat.


bayangkan bagaimana ekspresi Hayat ketika dia bercerita, wajah panik penuh kebingungan Menghantam dirinya.


Karla jelas Cukup terkejut mendengar ucapan dari sahabat nya itu, bisa dilihat ekspresi bingung dan juga terkejut dari balik wajah gadis cantik yang ada di hadapannya tersebut.


dia pikir apalagi yang telah dilakukan oleh Hayat, gadis itu pasti kembali telah melakukan sebuah kekacauan besar.


"Bisa ceritakan dengan sedikit tidak tergesa-gesa? aku masih bingung menyimpulkan semuanya"


Ucap Karla dengan cepat, dia menelisik wajah sahabat nya sembari berharap Hayat bercerita dengan cara yang sedikit lebih tenang hingga tidak membuatnya bingung dengan semua keadaan meskipun sebenarnya dia bisa menebak jika Hayat pasti telah melakukan kesalahan fatal seperti biasanya.


mendengar ucapan gadis yang ada di hadapannya itu seketika membuat hayat sejenak diam, dia pikir apa yang diucapkan Karla benar adanya jika dia bicara terlalu terburu-buru. Pada akhirnya gadis itu mencoba menarik nafasnya untuk beberapa waktu, dia berusaha menetralisir detak jantungnya dan juga rasa paniknya.


"Begini Karla aku bisa gila,kau tahu Diluar sana tadi aku baru saja menabrak mobil seorang laki-laki kemudian setelah itu aku juga menyemburkan wajahnya dengan minuman dari mulut ku"


Hayat bercerita sembari mencoba mengatur perasaannya.


"Dan laki-laki itu adalah kakak pertama Nadine"


ketika gadis itu bicara soal kakak pertama Nadine bayangkan bagaimana terkejutnya Karla, gadis tersebut jelas menganga dan menatap ke arah Hayat dengan perasaan tidak percaya.


"Ahem? ya ampun Hayat"


dia pikir bisa-bisanya hayat melakukan hal tersebut malam hari ini.


"Sekarang bagaimana? aku benar-benar panik, sumpah demi apapun"


Dikala Hayat terus mengoceh dengan kepanikan nya, Karla terlihat berusaha menghela kasar nafasnya.


"Oh my god Hayat, bagaimana kamu bisa membuat semua kekacauan itu?"


gadis itu bertanya sembari yang menatap dalam bola mata sahabatnya, dia menarik lengan Hayat agar segera menepi pinggir toilet.


Sejenak Karla mengerut kan keningnya, dia seolah-olah sadar soal sesuatu.


"Jangan katakan jika kamu mengorbankan Lucas juga didalam tragedi kecelakaan mu?"


Demi apapun dia langsung bertanya dengan cepat ke arah hayat karena dia tahu Hayat berkata jika Lukas mendatangi hayat malam ini dan dia sama sekali tidak melihat laki-laki tersebut saat ini.


mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Karla seketika membuat gadis itu langsung mengubah ekspresinya, hayat langsung mengeluarkan jurus cengar-cengir kudanya.


"Oh my god, aku pikir kamu sudah gila Hayat"

__ADS_1


Oceh gadis itu kemudian sambil memijat-mijat pelipisnya.


mendengarkan pertanyaan dari Karla seketika Hayat mengerutkan bibirnya kebawah, dia mengeluarkan ekspresi lucu nya lantas mencoba untuk menangis.


"Sekarang katakan pada ku bagaimana cara nya aku bisa keluar dari sini? aku harus pergi sekarang sebab terlalu lama di sini aku bisa mati jika bertemu dengan kakak laki-laki Nadine lagi"


gadis itu berusaha untuk mengintip kembali ke arah ujung sana, dia pikir apakah mungkin laki-laki itu akan bergerak menuju ke arah toilet?!.


"Oke kita akan pergi dari sini tapi bisakah kita melakukan nya nanti ? karena perut ku benar-benar terasa tidak nyaman saat ini, aku harus segera pergi ke toilet"


Ucap Karla kemudian.


pada akhirnya gadis itu melepaskan sahabatnya itu membiarkan Karla masuk ke dalam toilet.


ketika Karla masuk ke dalam toilet tersebut seketika hayat mencoba kembali mengintip dan seketika bola matanya membulat saat dia melihat seorang laki-laki yang telah dua kali dia ditemui Tersebut berjalan dari ujung sana menuju ke arah dirinya.


Saking paniknya Hayat langsung bergerak dengan cepat kearah depan, dia mencoba untuk mencari tempat bersembunyi dengan gerakan tergesa-gesa.


"Oh god... dimana? dimana?"


Gadis itu berlarian kecil, mencari tempat persembunyian paling aman untuk dirinya, iya tanpa berpikir bila tiga kali dia masuk ke salah satu tempat yang sebenarnya tidak bisa dia lihat dengan benar karena keadaan lampunya remang-remang.


gadis tersebut langsung menundukkan kepalanya dan sedikit panik dengan keadaan.


ketika dia merasa panik tiba-tiba seseorang menyentuh bahunya dengan cepat.


"Aku mabukkkk please jangan sentuh akuuuu"


Seketika Hayat memejamkan bola matanya karena terkejut, dia pikir apa mungkin itu adalah laki-laki yang tadi?!.


tiba-tiba satu suara yang sangat Hayat kenal mengejutkan garis tersebut, begitu dia mengenal baik suara itu Hayat langsung mendongakkan kepalanya.


"Oh my god, Lucas dimana motor ku? berikan kuncinya pada ku sekarang"


hayat langsung berdiri dari posisinya dan meminta kunci motor kepada laki-laki tersebut, dia pikir laki-laki itu pasti sudah menyelesaikan semuanya.


namun alih-alih mendapatkan apa yang dia harapkan Lucas malah berkata.


"Laki-laki itu menahan kunci dan motor kamu"


"What?"


Hayat langsung membulatkan bola matanya.


"Apa kamu bercanda?"


Tanya nya dengan tatapan tidak percaya.


"No..."


"Oh shi..t"

__ADS_1


Hayat mencoba mengacak-acak rambut nya.


"Oke antarkan aku pulang sekarang"


Pinta Hayat kemudian.


"Biarkan aku masuk kedalam toilet sejenak"


pada akhirnya Lucas berkata seperti itu kepada Hayat, meminta gadis itu menunggunya sejenak.


Hayat mengangguk kan kepalanya dengan tidak sabaran dia kembali mengintip ke arah ujung sana dengan perasaan berdebar-debar.


Hingga akhirnya waktu berlalu cukup lama, dia masih menyembul kan Kepala nya dan melirik kearah belakang, saat mendengar suara telapak sepatu seseorang dia pikir itu adalah Lucas sebab secara perlahan sosok tersebut berhenti tepat disampingnya.


Hayat yakin jika itu Lucas, dia masih dalam posisi menyembul kan Kepala nya kearah depan Sembari bola mata nya kembali fokus ke ujung sana.


Tangan Hayat kini menggenggam celana Lucas, seketika dia terkejut saat melihat seseorang berjalan dari ujung sana.


"Kenapa lama sekali? aku pikir aku kembali melihat nya tadi"


Ucap gadis itu kemudian bergerak memutar tubuhnya dan menggeser tangan nya dengan cepat.


Namun didetik berikut nya tiba-tiba dia merasa dia salah menyentuh sesuatu.


Bola mata hayat seketika langsung membulat dengan sempurna.


Sesuatu?!.


Alih-alih melepaskan pegangan nya, gadis itu mencoba untuk meraba-raba nya sejenak.


Aku pikir ini seperti sesuai!.


Batin Hayat didalam hati nya.


Seperti bongkahan batu, Hmmmm kenyal...dan....hah....?!.


Seketika Hayat terkejut.


Dia mengembang.


Dan detik berikutnya dia sepertinya menyadari soal sesuatu.


Ini adalah...roket Starship Mk1 SpaceX



dan otak Hayat langsung melanglang buana entah kemana.


"Apa kau sengaja memancing di air yang keruh, nona?"


Seketika suara Bariton seorang laki-laki memecah keadaan.

__ADS_1


Gadis tersebut langsung mendongakkan kepalanya, dan bayangkan bagaimana terkejutnya nya Hayat saat ini.


Oh my god.


__ADS_2