Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Ribetnya kaum perempuan


__ADS_3

Rumah sakit xxxxxxx


Atap/ root roof rumah sakit


pusat kota.


Tuan All Zigra secara perlahan masuk ke arah pintu root roof (atap) rumah sakit, melangkah masuk ke dalam sana dan memutuskan untuk menikmati rokoknya beberapa waktu.


dia pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kesehatannya dan syukurnya kesehatannya cukup baik-baik saja tanpa ada gangguan sama sekali.


di balik rasa lelah setelah acara resepsi pernikahan besar yang sudah dilangsungkan Gao dan Ayana, laki-laki itu pikir dia butuh sedikit refreshing dan waktu untuk menenangkan diri dan juga mengistirahatkan dirinya beberapa waktu.


mungkin dia butuh udara segar di atas root roof, menikmati semilir angin sembari menghisap rokoknya dan menghembuskan rokoknya secara perlahan ke udara.


dan terkadang laki-laki itu pikir mungkin dia butuh sedikit liburan untuk membuat pikiran serta tubuhnya jauh lebih rileks dan tenang.


begitu masuk ke dalam lantai atas root roof, laki-laki itu bergerak menuju ke arah pinggiran root roof (teras) yang ada di hadapannya, dia meraih rokok yang ada di kantong celananya kemudian laki-laki tersebut meraih sebuah pamatik di dalam sana.


laki-laki itu mulai meletakkan rokoknya secara perlahan di antara Sela bibirnya kemudian menyulut api dari pamatik yang ada di tangan nya, Lantas tuan All Zigra meletakkan pamatik dan bungkus rokok nya kedalam kantong celana nya.


dia menikmati rokok miliknya secara perlahan menghisapnya untuk beberapa waktu kemudian menghembuskannya ke udara, kepulan asap terlihat menari-nari di atas kepalanya, dia mencoba untuk menikmati semilir angin di root roof atap tersebut sembari memejamkan bola matanya.


All Zigra terlihat menghela nafasnya untuk beberapa waktu, sebenarnya ada satu kekhawatiran yang menghantam dirinya, hingga hari ini dia tidak kunjung bisa mendapatkan identitas gadis yang dikencani oleh putranya.


Beberapa kali Enrico selalu memberikan informasi yang berbeda, membuat kepala All Zigra berdenyut-denyut dibuatnya.


"Kenapa kinerja kerja mu belakangan menurun hanya untuk memberikan informasi soal putra ku, kau membuatku sedikit curiga dengan gerak-gerik kamu belakangan ini, Enrico"


Dia ingat bagaimana dia mengeluh soal pekerjaan sekretaris nya tersebut, Enrico cukup tidak kompeten beberapa waktu ini dalam menggali informasi soal gadis yang dia curigai menjadi kekasih putra nya, Ahem.

__ADS_1


Belum lagi istrinya selalu membawa Enrico kemana-mana belakangan ini dengan alasan jika Enrico bisa di andalkan untuk menemani nya berbelanja.


"Aku butuh Enrico untuk menemaniku berbelanja"


Ucap Nyonya Nadya pada nya tempo hari.


"Kenapa harus Enrico? aku sedikit curiga dan cemburu, kamu jadi suka dengan daun muda"


Dia mulai protes, istrinya terus meminta laki-laki tampan dan muda itu menemani nya.


Mendengar protesan nya, nyonya Nadya malah tertawa terbahak-bahak.


"Oh ayolah sayang, mana mungkin aku suka dengan anak-anak"


Seketika tatapan istrinya jadi seram, melihatnya dengan sedikit mengerut kening nya dan memunyungkan bibirnya.


Belum juga dia marah, meluapkan kecemburuan dan ketidaksukaan nya, istrinya malah memberikan pandangan mengintimidasi pada dirinya.


"Aku ini butuh teman untuk membawa beberapa barang-barang ku"


"Aku akan Carikan seorang perempuan untuk jadi teman belanja mu, sayang"


Saat dia menawarkan hal tersebut, istrinya malah buru-buru menjawab.


"Menggaji orang lain lagi malah mengakibatkan keborosan yang hakiki, sedikit berhemat di usia tua bukan masalah"


protes istrinya cepat.


Boros? hemat?!.

__ADS_1


Kenapa istrinya semakin tua jadi semakin pelit.


All Zigra hanya bisa memijat-mijat kepalanya.


Dia pikir mungkin kinerja kerja Enrico terganggu karena harus pusing meladeni istrinya, dia tahu untuk menuruti keinginan istrinya tidak akan mudah, semakin tua istrinya semakin menggila jika pergi berbelanja.


Bayangkan hanya untuk membeli satu baju dia bisa berkeliling 10 toko dalam satu hari dan pada akhirnya dia akan kembali ke toko awal lagi, karena itu dia tidak mau mengikuti istrinya dalam berbelanja bayangkan saja hanya demi satu baju kenapa istrinya harus berkeliling menghabiskan waktu dari pagi sampai dengan sore jika ujung-ujungnya akan kembali pada toko yang pertama.


kaum perempuan sangat ribet dalam berbelanja, belum lagi terkadang mereka yang ingin membeli, mereka yang gelisah, mereka yang bertanya, namun pada akhirnya pilihannya tetap jatuh pada yang mereka suka


Padahal saat mereka bertanya soal pendapat, laki-laki sudah berkata yang A lebih baik daripada yang B tapi pada akhirnya kaum perempuan yang kehidupan nya di penuhi kegalauan dan butuh pendapat tetap berakhir memilih pilihan mereka di B.


Bukankah itu sangat tidak masuk akal?.


Dari pada menemani istrinya berbelanja, dia pikir lebih baik dia memilih tiduran di rumah, menikmati tontonan film kartun Tom and Jerry atau kartun apapun yang tidak membuat kaki mereka lelah dan kepala mereka pusing mengikuti keinginan kaum perempuan.


All Zigra tidak sesabar laki-laki lain kalau di ajak berbelanja, dia tidak sanggup mengikuti langkah istri nya yang bisa mengitari langkah sebanyak 10x keliling lapangan bola kaki.


Itu benar-benar hal gila yang membuat para kaum laki-laki tercengang, kenapa kaum perempuan sanggup berjalan sejauh itu hanya untuk kata shooping?!.


Oh my god, sungguh-sungguh luar biasa bagi All Zigra.


Jadi dia pikir wajar saja Enrico menjadi sedikit telmi dan Lola saat ini karena ulah istri nya, bisa dibayangkan bagaimana laki-laki tersebut mungkin dia harus menjadi gila karena mengikuti keinginan istrinya, ternyata jika dipikir-pikir sekretarisnya cukup memiliki multifungsi yang bisa menyelamatkan dirinya dari kegilaan istrinya belanja.


"Fuuuhhhh"


laki-laki tersebut sejenak membuang napas nya kemudian dia kembali menyesap rokok miliknya, mencoba menghisap sisa rokok yang ada di tangan nya sejenak kemudian setelah menghembuskan rokok tersebut ke udara laki-laki itu membuang puntung rokoknya dan menginjaknya dengan sepatunya.


dia kemudian mencoba untuk menghirup udara di atas root roof kembali, memanjangkan bola matanya sejenak untuk beberapa waktu namun tiba-tiba saja laki-laki tersebut mengerutkan keningnya saat All Zigra samar-samar mendengar suara seseorang di antara terpaan angin saat ini di mana sang angin menghantarkan satu suara tangisan dari seseorang.

__ADS_1


terdengar begitu menyedihkan dan memilukan.


laki-laki itu jelas saja semakin mengerutkan keningnya dan berusaha untuk mencari asal suara, seketika bola matanya teringat selingan mencari suara dari siapa yang pecah di atas gedung tersebut.


__ADS_2