Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Begitu berharga


__ADS_3

Hari yang sama


Malam lamaran Ayana


Mansion utama keluarga Abimanyu


1 jam sebelum acara lamaran


Sejenak Ayana menatap dirinya dibalik kaca yang ada dihadapan nya tersebut, dia membiarkan sang penata rias membenahi gaun nya dan kembali memperhatikan dandanan nya.


Menyakinkan diri jika tampilan Ayana malam ini cantik sempurna.


"Kalung nya ingin dilepas?"


Perempuan yang mendandani Ayana bertanya Sembari menatap wajah cantik dihadapan nya tersebut untuk beberapa waktu, fokus mata perempuan itu tidak berpaling dari kalung yang digunakan gadis tersebut.


"Aku pikir tidak usah, aku tidak bisa melepaskan mereka sejak dulu"


Jawab Ayana cepat, dia langsung menyentuh kalung di leher nya perlahan, bola matanya menatap benda pipih tersebut untuk waktu yang cukup lama.


"Mereka memiliki memori berharga dikepala ku, jadi aku tidak pernah melepas kan mereka dari leher Ku"


Lanjut Ayana Kembali.


"Pemberian laki-laki?"


Goda perempuan disamping nya itu.


Mendengar godaan nya, Ayana Terlihat mengulum senyuman nya.


"Lebih dari itu, ini spesial dan juga sangat istimewa"

__ADS_1


Saat perempuan mendengar ucapan dari Ayana dia terlihat mengulum senyumannya.


"itu cukup membuat iri yang mendengar"


ucapnya sembari melirik kembali ke arah kalung yang digunakan oleh Ayana.


pada akhirnya mereka tidak lagi membahas soal tersebut, perempuan itu kembali merapikan sisa make up terakhir nya.


Bisa dilihat kini Ayana terlihat terus memainkan handphonenya untuk beberapa waktu, gadis tersebut terlihat gelisah sembari bola matanya sesekali menatap ke arah jam dinding.


Ayana terlihat mencoba menghubungi Hayat, dia pikir Kenapa gadis tersebut tidak datang ke acara lamaran nya?.


Kemana gadis itu? dia bilang akan datang kesini?.


Batin Ayana didalam hati nya.


"Dia belum juga mengaktifkan handphone nya"


Ucap Erika sembari mencoba terus menghubungi Hayat sejak tadi, tapi realitanya meskipun mereka telah menghubungi sejak tadi tetap saja gadis itu tidak dapat dihubungi.


lanjut Erika lagi sembari menunggu jawaban dari Ayana.


"He em"


Ayana buru-buru menganggukan kepalanya dia melepaskan handphone dari tangannya dan meletakkannya di atas meja berhiasnya, sedangkan Erika kini mencoba untuk menghubungi Karla.


cukup lama dia mencoba menghubungi gadis tersebut tapi hal yang sama terjadi.


Maaf nomor yang anda tuju......


"Ckckckck mereka kini sehidup semati berdua, sejak mereka kembali ke Palembang, sepertinya mereka melupakan kita berdua"

__ADS_1


Rutuk Erika kemudian.


mendengar ucapan Erika seketika membuat Ayana terdiam, dia pikir apakah mungkin suatu hal yang buruk terjadi? hayat bilang dia akan kembali ke Jakarta di malam lamarannya, setelah itu gadis itu berkata dia akan datang ke acara pernikahannya.


"Apa mungkin ada hal buruk yang terjadi dengannya?"


Dia jelas bertanya dengan sedikit khawatir sembari menatap ke arah Erika untuk beberapa waktu.


"Apa perlu aku menghubungi Murat untuk bertanya soal nya?"


Tanya Ayana kemudian.


Mendengar sahabatnya itu berkata soal murah seketika membuat Murat menggelengkan kepalanya.


"No.. aku tidak ingin salah satu diantara kita membicarakan laki-laki itu"


Erika bicara dengan cepat kemudian mencoba membuang pandangannya.


"Aku akan mencoba untuk menghubungi Sammy, bukankah kau tahu dia begitu tergila-gila pada Hayat? aku pikir dia selalu tahu informasi terbaru soal gadis itu"


setelah berkata begitu Erika berusaha untuk kembali menekan nomor handphone laki-laki yang baru saja disebutkan tersebut dan bermaksud untuk menghubunginya.


"No.."


Ayana buru-buru menahan tangan Erika.


"Hayat benci jika salah satu dari kita mencoba menjalin komunikasi dengan Sammy, kau paling tahu alasannya bukan? Hayat sangat tidak begitu menyukai laki-laki tersebut"


setelah berkata seperti itu ayahnya menggelengkan kepalanya secara perlahan.


tidak dia pungkiri jika Hayat begitu banyak benci Sammy, mencoba menghubungi laki-laki tersebut dan menanyakan tentang keberadaan Hayat jelas saja bukan pilihan yang bagus, lebih tepatnya mungkin mereka ingin mencari mati karena dengan menghubungi laki-laki itu maka akan membuat komunikasi menjadi lebih dekat antara Sammy dan Hayat.

__ADS_1


"Sebaiknya Mari menghubungi ayat lagi setelah acara lamaran nya"


tambah Ayana lagi sembari melebarkan senyumannya.


__ADS_2