
Demi apapun tiba-tiba rasa malu menyeruak di antara mereka, Ahem buru-buru bergerak menuju ke arah kamar mandi sedangkan Hayat langsung mengusap-usap tengkuknya juga dan berusaha untuk bergerak dan berdiri dari posisi duduknya.
Wajah gadis tersebut jadi serba salah, ah tidak lebih tepatnya dia salah tingkah, dia pikir setelah menikah rasanya malah jadi aneh, menatap laki-laki tersebut saja bisa malu setengah mati.
"Ahhhh."
Gadis tersebut menepuk-nepuk kedua belah pipinya.
pada akhirnya dia bergerak menuju ke arah depan, mencoba untuk menarik koper kecil milik mereka yang dilupakan oleh ahem tadi di dekat lemari nakas tidak jauh dari arah pintu masuk keluar kamar hotel tersebut, Hayat pikir sebaiknya dia mengambil koper itu dan membongkar isi nya untuk dipindahkan kedalam lemari yang telah disiapkan dari hotel tersebut.
gadis tersebut bergerak membongkar isi koper di mana dirinya dan akhirnya akan berada di hotel tersebut untuk 2 hari penuh dan tidak kembali ke Mansion atau mengejar diri untuk bekerja, mommy mereka telah mengatur semuanya dengan sangat detail.
"Nikmati bulan madu kalian ya....!."
itu yang diucapkan oleh mommy Nadya saat melepaskan kepergian mereka tadi.
gadis tersebut membuka koper yang ada di hadapannya itu secara, dia mulai meraih satu persatu pakaian di sana dan berniat untuk menyusunnya, menggantungnya di lemari tersebut agar tertata dengan rapi dan gampang diambil oleh dirinya atau ahem.
pakaian pertama yang diraih nya adalah pakaian Ahem, awalnya sih dia biasa-biasa saja, kedua tetap milik Ahem, ketiga lagi-lagi pakaian Ahem, keempat lagi juga milik Ahem.
__ADS_1
"Aihhh?!."
sejenak Hayat mengerutkan keningnya, seingatnya semalam dia sudah memasukkan pakaiannya di sana, memastikan tidak ada satupun yang tertinggal, tapi nyatanya dia malah tidak menemukan pakaiannya, semua jadi milik Ahem dan seketika saat tangannya menyentuh sesuatu gadis tersebut kembali mengerutkan keningnya, dia mengangkat sesuatu tersebut dan membentangnya.
"Hahhhh?!."
Hayat langsung ternganga, dia terbelalak kaget dan membulatkan bola matanya, cukup tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini, sesuatu berwarna merah begitu menyala di depan matanya.
"Lingerie?!."
seketika gadis itu langsung melemparnya ke sisi kanannya karena terkejut, jelas saja dengan spontan dia kaget, gadis itu pikir dia tidak pernah memiliki yang seperti itu sebelumnya, bahkan dia tidak pernah memasukkannya ke dalam koper Semalam.
Hayat bertanya di dalam hatinya sembari mencoba untuk memicingkan sebelah matanya, dia pikir kenapa ada pakaian kurang bahan di sini di dalam koper mereka?!.
Gadis tersebut secara perlahan mencoba kembali meraih lingerie tersebut, menariknya dengan tangan kanan nya dan berusaha untuk mengintip bentuk nya.
"Ohhh kenapa mengerikan sekali?!."
Batin nya pelan.
__ADS_1
setelah itu gadis tersebut mencoba untuk kembali menaikkan lingerie tersebut keatas, memperhatikan bentuk dan model nya yang jelas terlihat begitu seram dan meresahkan.
"Gila."
Tiba-tiba saja sebuah catatan kecil terjatuh dari dalam lingerie tersebut, Hayat jelas mengerutkan keningnya, mencoba untuk meraih catatan tersebut dengan perlahan.
Kau tahu baby, dia itu pasif dan pemalu, jika kamu tidak menyerang lebih dulu percayalah tidak akan pernah ada malam pertama.
"aiyooooo...?!."
Seketika Hayat membuang kertas catatan tersebut, sudah bisa menebak siapa yang menulis dan membuat nya.
Mommy Nadya.
"Ohhh?!."
wajah Hayat seketika memerah.
Apa dia harus jadi aktif? bergerak mendominasi? seperti malam itu? tapi kan malam itu berbeda, malam ini dia jelas sadar sepenuhnya.
__ADS_1