
Paris
Pagi yang indah.
sebelum Zuu tiba di sana.
Mansion utama Hillatop.
Ketika matahari menyembul dengan sempurna, dalam suasana langit cerah tanpa celah, bisa di lihat beberapa orang hilir mudik mulai melakukan aktifitas mereka.
Hayat terlihat menegang saat dua penata rias dan busana masih sibuk memperbaiki penampilan riasan nya dan gaun indah milik nya.
"Apakah ini terlalu kencang nona?"
Perempuan yang membenahi gaun nya bertanya sambil menatap kearah Hayat.
Hayat terlihat mencoba menggerakkan tubuhnya,dia bergerak merasakan apakah semua yang melekat ditubuh nya nyaman saat ini.
"Ini baik dan nyaman"
Jawab Hayat kemudian.
entah bagaimana mengungkapkan perasaan nya saat ini, yang jelas perasaan hayat berdebar-debar diiringi detak jantung yang 10 kali lebih kencang dari biasanya, ini adalah hari di mana dia dan ahem akan mengikat janji sumpah setia sehidup semati.
__ADS_1
tidak tahu sejak kapan laki-laki tersebut menyusun semuanya Yang jelas ternyata kedatangan mereka ke Paris kali ini untuk melangsungkan pernikahan yang dirancang diam-diam diantara kedua daddy mereka.
Ahem berkata mereka tidak mungkin menundanya setelah kejadian malam tempo hari.
"Kita sudah melakukan banyak hal di luar batasan, tidak ingin lagi menundanya karena kemungkinan-kemungkinan buruk yang terjadi."
Itu barisan demi barisan kata yang di ucapkan oleh laki-laki tersebut untuk nya.
Dan apa yang diucapkan oleh laki-laki tersebut benar adanya mereka telah melakukan segala sesuatu diluar batasan, tidak mungkin lagi untuk menundanya meskipun sebenarnya dia juga tidak tahu apa yang terjadi malam itu.
Sebenarnya Hayat takut melangkah lebih jauh, tapi....
Sejenak dia melirik kearah pintu depan.
"Untie?"
Mommy Nadya langsung memeluk erat tubuh nya, mencium pipi kiri dan kanannya dengan penuh cinta.
"Oh kamu cantik sekali baby"
Ucap wanita tua tersebut penuh dengan rasa haru dan bahagia.
Yah terus sejak awal hubungan dirinya dan ahem telah disetujui oleh mommy Nadya dan mommy Bii, karena hal tersebut membuat bi mantap melangkah ke depan.
"Aku sedikit panik dan gemetaran"
__ADS_1
Hayat bicara sambil menggenggam erat telapak tangan wanita dihadapan nya tersebut, bisa mommy Nadya rasakan telapak tangan gadis tersebut terasa dingin, Hayat bener-bener menegang dan bingung dengan keadaan.
"ini hal yang normal dan wajar saat pengantin perempuan akan mendekati waktu pernikahan, semua orang pasti merasakan hal yang sama"
wanita tersebut bicara meyakinkan khayalan jika apa yang dirasakan ini adalah normal dan semua perempuan pasti merasakannya.
mendingan ucapan wanita di hadapannya itu membuat Hayat mengembangkan senyumannya, dia berusaha untuk menarik nafasnya dan membuangnya beberapa waktu, sembari tangannya tetap menggenggam erat telapak tangan wanita paruh baya lebih yang ada di hadapannya itu.
"apa semua sudah siap?"
Mommy Nadya bertanya pada penata rias dan juga penata busana yang mengurusi Hayat sejak tadi.
"tentu saja, Miss"
dua perempuan tersebut bicara dengan cepat sambil menganggukkan kepalanya dan berkata jika Hayat saat ini telah sempurna dan siap untuk keluar dari sana untuk melakukan prosesi akan nikahnya.
mendengar jawaban para perempuan itu membuat nyonya Nadya menganggukkan kepalanya puas, dia kemudian melirik ke arah Hayat.
"Kita akan pergi sekarang"
Wanita tersebut bicara kemudian berdiri di samping Hayat, membiarkan Hayat melingkarkan tangannya ke lengan wanita tersebut.
Sejenak Hayat membeku, bola mata gadis tersebut terlihat berkaca-kaca.
Didepan pintu seorang laki-laki dewasa yang usia nya lebih muda beberapa tahun dari Ahem terlihat mengembangkan senyuman nya, menatap gadis dihadapannya tersebut dengan bola mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Bayi mungil kami benar-benar telah tumbuh dewasa hmmm?"
Ucap laki-laki tersebut sambil melebarkan kedua tangan nya, menunggu Hayat masuk kedalam pelukannya.